Jalan Sunyi PT SMI Mengawal Transisi Energi di Indonesia
PT SMI juga siap bekerjasama dengan berbagai pihak untuk mengakselerasi transisi energi di Indonesia. Mulai dari pembiayaan, pendampingan
Penulis: Firmauli Sihaloho | Editor: Firmauli Sihaloho
Jarang diketahui publik, PT SMI adalah lokomotif di sektor hulu pembangunan infrastruktur melalui pembiayaan yang disediakan. Lebih daripada itu, PT SMI menjadi garda terdepan dalam mengawal keberlanjutan lingkungan dan transisi energi di Indonesia.
TRIBUNPEKANBARU.COM - Sejak ditunjuk sebagai pengampu program Energy Transition Mechanism pada tahun 2022, PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) terlibat aktif di berbagai forum internasional yang membahas energi terbarukan.
Terakhir, PT SMI menghadiri China RE Invest Indonesia 2024 pada 16 Januari kemarin. Pertemuan itu menghubungkan para investor energi terbarukan dan institusi keuangan dari Tiongkok dengan para pelaku energi terbarukan di Indonesia.
Melalui pertemuan tersebut, PT SMI berharap peluang kerjasama untuk menggalang dana dalam mewujudkan transisi energi di Tanah Air.
Seperti keberhasilan PT SMI memperoleh sustainability-linked syndicated term loan facility senilai US$700 juta atau sekitar Rp10,65 triliun yang diumumkan oleh Direktur Utama PT SMI, Edwin Syahruzad pada September 2023 lalu.
Pinjaman tersebut akan digunakan untuk membiayai proyek-proyek yang sedang berjalan, serta pembiayaan baru terutama infrastruktur berkelanjutan di Indonesia.
"Fasilitas ini merupakan contoh nyata penggalangan dana yang inovatif, dengan menerapkan komitmen kami terhadap target keberlanjutan. Kami berharap ke depannya PT SMI dapat terus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak dalam kegiatan penggalangan dana selanjutnya," ujar Edwin melalui siaran pers.
Biaya transisi energi hingga saat ini masih mahal. Fakta inilah yang membuat sektor swasta hingga masyarakat enggan melirik pemanfaatan energi terbarukan.
Keterangan di atas sejalan dengan temuan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) yang melaporkan realisasi bauran energi terbarukan pada tahun 2023 hanya 13,1 persen, kenaikannya tak mencapai satu persen dibanding tahun sebelumnya.
PLN mengkalkulasikan biaya yang dibutuhkan untuk pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia pada tahun 2022 mencapai Rp 1.034,52 per kilowatt-hour (kWh). Sementara, rata-rata biaya PLTU batu bara, hanya Rp737,52 per kWh.
Tak bisa dipungkiri bahwa Indonesia masih sangat bergantung dengan PLTU batu bara sebagai sumber kelistrikan. Padahal berbagai studi menyebut selain transportasi, emisi paling besar berasal dari batu bara.
Selain harga batu bara lebih murah dibanding sumber bahan bakar lainnya, Indonesia memiliki cadangan batubara yang melimpah, mencapai 38,84 miliar ton.
Maka tak mengherankan saat Bloomberg NEF menempatkan Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan kapasitas PLTU batu bara tertinggi di antara negara G20, yakni naik 22,6 persen selama periode 2017-2021.
Angka tersebut diyakini akan bertambah, pasalnya Indonesia memiliki proyek PLTU baru sebesar 35 GW yang konstruksinya sudah dimulai sejak tahun 2015 dan direncakan selesai tahun 2030 mendatang.
Kendati demikian, PT SMI sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan, tetap melanjutkan misinya dalam mendukung transisi energi demi mengatasi dampak perubahan iklim yang semakin nyata.
Teranyar, PT SMI akan mengawal proses ‘suntik mati’ PLTU Pelabuhan Ratu dan PLTU Cirebon-1 yang diperkirakan menelan biaya sekitar Rp 25 triliun.
Sebagai gantinya, program itu akan mengurangi paparan emisi dalam jumlah besar. Diperkirakan, pensiun dini PLTU Pelabuhan Ratu mampu memangkas emisi karbon dioksida (CO2) ekuivalen sebesar 51 juta ton atau setara Rp 220 miliar.
Siap Berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah & Swasta
PT SMI juga siap bekerjasama dengan berbagai pihak untuk mengakselerasi transisi energi di Indonesia. Mulai dari pembiayaan, pendampingan hingga konsultasi.
“PT SMI turut menjalankan mandat percepatan pembangunan nasional, sekaligus menjadi partner srategis Pemerintah Daerah dalam menangani tantangan-tantangan perubahan iklim,” kata Faaris Pranawa, Direktur Pembiayaan Publik dan Pengembangan Proyek PT SMI.
Sebagai narasumber dalam acara World Bank Flagship Reports Launch Event pada September 2023 lalu, Faaris mengatakan pihaknya telah membentuk Divisi Pembiayaan Berkelanjutan yang berfokus pada Suistanable Financing.
“PT SMI juga menjadi perusahaan pertama di Asia Tenggara yang mendapatkan akreditasi dari Green Climate Fund (GCF). Dengan itu, PT SMI dapat berkoordinasi dan mengajukan proposal pembiayaan secara langsung kepada GCF,” jelasnya.
Akreditasi yang diraih pada tahun 2022 itu sangat penting, sebab GCF adalah dana khusus terbesar di dunia yang membantu negara-negara berkembang mengurangi emisi gas rumah kaca.
PT Brantas Energi (BREN) sudah merasakan manfaatnya. Didampingi PT SMI, BREN berhasil mendapatkan dana hibah sebesar Rp 21 Miliar dari Palladium Internasional, Ltd pada tahun lalu.
Hibah tersebut digunakan untuk membangun tiga Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang menelan biaya Rp 210 Miliar. Ketiga PLTA itu berkapasitas pembangkitan sebesar 7 MW yang berlokasi di PLTM Pandanduri NTB, PLTM Titab Bali dan PLTM Batanghari Sumatera Barat.
PT SMI juga terbuka bagi sektor swasta yang membutuhkan pembiayaan. Seperti PT ATW Alam Hijau (Alam Energy) yang menerima pembiayaan Rp 41 Miliar untuk mendukung pengembangan, pembangunan dan pengoperasian instalasi tenaga surya bagi pelanggan industri di Indonesia.
“Ini merupakan salah satu pembiayaan berbasis proyek pertama yang dilakukan PT SMI untuk portofolio pembangkit listrik tenaga surya Commercial & Industry (C&I),” kata Sylvi J. Gani, Direktur Pembiayaan dan Investasi PT SMI melalui siaran persnya, Senin (13/11/2023).
Sylvi mengatakan pihaknya bertekad mendukung pengembangan sektor energi terbarukan, dalam hal ini Rooftop Photovoltaic Solar Panel.
“Kami berharap dapat menggali lebih jauh potensi pembiayaan infrastruktur panel surya lainnya di Indonesia,” singkatnya.
Utamakan Prinsip SDGs
Selain mempercepat transisi energi, PT SMI dalam membiayai suatu proyek mengutamakan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs) atau pembangunan berkelanjutan.
Prinsip itu tertuang dalam 10 poin Standar Perlindungan Lingkungan dan Sosial (EES). Seperti penghematan energi dan energi ramah lingkungan, pencegahan dan pengurangan polusi, pelestarian keanekaragam hayati dan pengelolaan sumber daya alam dan lainnya.
Salah satu contoh penerapan prinsip itu bisa dilihat pada proyek pembangunan Jalan Tol Pekanbaru-Dumai (Permai) yang turut dibiayai PT SMI.
Karena lokasi pembangunan Jalan Tol Permai berada pada pertemuan “homerange” habitat Gajah Sumatera, maka dibangunlah enam terowongan perlintasan untuk hewan yang terancam punah itu.
Berdasarkan uraian di atas, komitmen PT SMI dalam menjaga keberlanjutan perlu didukung dan ditiru oleh perusahaan lainnya. Sebab, PT SMI memegang peranan penting dalam pembangunan Indonesia melalui dua mandat yang diterima.
Pertama, sebagai penyedia pendanaan pembangunan inovatif sektor publik bagi 548 pemerintah daerah. Kedua, sebagai penyedia pendanaan bagi badan usaha swasta khususnya melalui platform transisi energi.
(TRIBUNPEKANBARU.COM/FIRMAULI SIHALOHO)
| 2 Tahun Jualan Sabu, Pengedar di Bandar Sei Kijang Diringkus Polres Pelalawan Saat Keluar Rumah |
|
|---|
| Ombudsman Riau Nilai Pelayanan Publik di Rohul Baik: Tinggal Sedikit Saja Perbaikannya |
|
|---|
| Emak-emak Makin Menjerit, DPRD Pekanbaru Minta Sidak MinyaKita yang Digelar Pemko tak Seremonial |
|
|---|
| Tiga Kendaraan Diamankan Petugas di Bengkalis, Lakukan Aksi Standing dan Ugal Ugalan |
|
|---|
| DPRD Kampar Tunggu Hasil Laboratorium, Ganti Rugi Ikan Mati Massal di Sungai Tapung Belum Terwujud |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/PT-SMI-Transisi-Energi.jpg)