Sabtu, 2 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Polisi Dibakar Istri di Mojokerto

Terbongkar, Briptu RDW Dibakar Istri Karena Tabungan Ludes Untuk Main Judi Online

Terbongkar lagi kasus Polisi dibakar istri , Briptu RDW habiskan tabungan untuk bermain judi online. Padahal mereka memiliki 3 orang anak

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Muhammad Ridho
Istimewa/TribunJatim.com
Briptu Rian Dwi Wicaksono atau RDW, polisi meninggal dunia dibakar istrinya yang juga seorang polwan. Aksi pembakaran suami itu dilakukan di kediaman mereka di Asrama Polisi Polres Mojokerto. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Terbongkar lagi kasus Polisi dibakar istri , Briptu RDW habiskan tabungan untuk bermain judi online.

Padahal mereka memiliki 3 orang anak yang masih balita. 

Kini, Briptu FN masih trauma dan menyesali perbuatannya.

Ia tak menyangka kejengkelannya kepada sang suami, Briptu RDW, akan berdampak fatal.

Kini ia harus menghidupi ketiga anaknya sendirian.

Terlebih lagi, Briptu FN sudah jelas jadi tersangka kasus KDRT.

Diketahui, Briptu FN telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), setelah menjalani pemeriksaan penyidik Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim, pada Minggu (9/6/2024) siang.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Dirmanto, menjelaskan motif kasus polwan bakar suami yang meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto.

Diduga Briptu FN tersulut emosi karena suaminya yang berdinas sebagai Anggota Satsamapta Polres Jombang selalu menghabiskan uang gajinya untuk bermain judi online.

Uang tabungan dari gaji tersebut, lanjut Dirmanto, dianggap oleh Briptu FN seharusnya dapat digunakan untuk membiayai hidup keduanya, beserta ketiga anak mereka.

"Saudara almarhum korban sering menghabiskan uang belanja yang harusnya dipakai untuk membiayai hidup ketiga anaknya. Ini temuan sementara yang bisa kami sampaikan," ujarnya di Lobby Gedung Ditreskrimum Mapolda Jatim, Minggu (9/6/2024).

Atas motif tersebut, muncul rasa jengkel dalam diri Briptu FN, sehingga tanpa sadar melakukan aksi kekerasan terhadap suaminya Briptu RDW.

Perasaan jengkel yang dialami oleh Briptu FN didasarkan pada pertimbangan kondisi ketiga anaknya yang berusia di bawah lima tahun (balita), masih membutuhkan banyak biaya hidup.

Namun, menurut Dirmanto, aksi kekerasan yang dilakukan oleh Briptu FN pada siang hari itu, merupakan kejadian pertama kali.

"Ini baru pertama kali. Karena saking jengkelnya. Karena tersangka ini memiliki anak tiga. Anak pertama usia 2 tahun, anak kedua dan ketiga adalah kembar, berusia 4 bulan. Nah ini kan banyak banyaknya membutuhkan biaya," jelasnya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved