Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Anak Sekolah Tantang Bahaya Lewati Sungai, Desa di Inhil Riau Ini Tak Ada Akses Jembatan Penghubung

Jembatan di Desa Sialang Panjang, Inhil rusak berat. Warga dan Anak sekolah bingung tak ada akses.

Penulis: T. Muhammad Fadhli | Editor: M Iqbal
Istimewa
Kondisi jembatan di Desa Sialang Panjang, Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) rusak parah. Warga dan anak sekolah bingung tak ada akses. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, TEMBILAHAN HULU – Masyarakat Desa Sialang Panjang, Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) bingung.

Jembatan untuk akses mereka melakukan aktifitas sehari–hari terganggu akibat rusak parah.

Warga sekitar serta anak sekolah saat ini tidak bisa melalui jembatan penghubung di jalan multiyer Mandah Tempuling tepatnya di Dusun 1 parit 1 Desa Sialang Panjang.

Kondisi jembatan saat ini tampak miring karena kayu penyangga jembatan tersebut sudah lapuk sehingga terlihat sudah sangat memprihatinkan dan berbahaya jika di lalui.

Baca juga: Bazar Ilegal di Jalan Kapten Muchtar Tembilahan Dipindahkan Atas Intruksi Pj Bupati Inhil

Masyarakat pun berharap pembangunan jembatan permanen oleh pemerintah daerah, sehingga warganya tidak lagi khawatir saat melintasi jembatan itu.

Menurut Kepala Desa Sialang Panjang, M. Juber, jembatan tersebut merupakan akses penghubung terdekat.

Biasanya, anak–anak lewat di jembatan itu untuk menuju sekolah. Namun kini untuk menyeberangi sungai itu mereka harus menantang bahaya.

“Ada alternatif lain, namun jauh dari sekolah dan kasihan anak-anak sekolah kalau lewat tepi sungai,” ujar Juber, Selasa (18/6/24).

Juber menjelaskan, warga khususnya anak–anak sekolah biasanya melewati jembatan menggunakan sepeda atau jalan kaki, tapi kondisinya saat ini sudah putus sehingga tidak lagi bisa dilewati lagi.

“Jadi mau tak mau harus mutar lewat tepi sungai. Warga sudah bergotong royong untuk melakukan perbaikan, namun saat ini tidak dapat di perbaiki secara manual, harus dibangun jembatan permanen,”katanya.

Sekali lagi Juber berharap ada bantuan dari pemerintah daerah, karena ini memang kondisi jembatan tersebut sudah sangat mendesak atau urgen.

“Sangat memprihatinkan. Kita sudah sering bergotong royong merenovasi jembatan tersebut. Saat ini memang yang kita butuhkan jembatan permanen,” pungkasnya.

(Tribunpekanbaru.com/T. Muhammad Fadhli).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved