Kamis, 23 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Sentra Naras Abadi, Gambaran Kumpulan Berdaya Melalui Pendampingan BTPN Syariah 

BTPN Syariah melayani nasabah inklusi yang memerlukan pendampingan yang terukur dan keberlanjutan.

Editor: FebriHendra
istimewa
ANGGOTA Sentra Naras Abadi sedang mengikuti pendampingan BTPN Syariah di Balai Pertemuan RW 07 Sialang Sakti, Pekanbaru, Kamis (4/7/2024). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Melayani nasabah inklusi memerlukan pendampingan yang terukur dan keberlanjutan. Pendampingan inilah yang telah diberikan oleh BTPN Syariah kepada masyarakat inklusi, bahkan sebelum mereka menjadi nasabah.

Hal ini dilakukan karena BTPN Syariah bertekad mewujudkan kesempatan tumbuh dan hidup yang lebih berarti. 

BTPN Syariah melayani masyarakat inklusi melalui kumpulan yang dilakukan setiap dua minggu sekali.

Dalam kumpulan, masyarakat inklusi tidak hanya diberikan akses keuangan seperti pencairan pembiayaan dan mengangsur, melainkan juga akses pengetahuan. Dengan demikian, masyarakat inklusi juga senantiasa mendapatkan pengetahuan untuk terus tumbuh dan memiliki kehidupan yang berarti. 

"Kumpulan menjadi wadah BTPN Syariah dalam memberdayakan dan mendampingi masyarakat inklusi, sehingga mampu membangun empat perilaku unggul, yakni Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu (BDKS),” ungkap Kepala Pembiayaan Area Riau dan Sumatera Barat BTPN Syariah, Fauzan Ridha, Kamis (4/7/2024).

Dengan kumpulan ini juga, nasabah tak hanya mampu mengembangkan usahanya, tetapi juga bisa menjadi inspirasi bagi lingkungan sekitar.

Ibu Febriyani, salah satu nasabah BTPN Syariah sekaligus warga Kelurahan Sialang Sakti, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru yang sudah menjadi nasabah BTPN Syariah sejak 2014.

"Saya mendapatkan manfaat luar biasa dengan adanya kumpulan karena tidak merasa berjuang sendiri, tapi bersama-sama dan saling menginspirasi satu sama lain. Jadi, tidak hanya tahu cara mengelola keuangan agar dapat mengangsur tepat waktu, tapi juga mendapatkan ilmu-ilmu yang saya tidak pernah dapatkan sebelumnya dan itu sangat membantu saya untuk menjadi seperti sekarang ini," tutur Febriyani. 

Kedisiplinan Febriyani dalam menghadiri kumpulan membuat usahanya semakin tumbuh. Tak tanggung-tanggung, ia mengantongi omzet sekitar Rp78 juta per bulan dan sudah memiliki dua karyawan dari usahanya menjual bahan bangunan. 

Sementara, Lurah Sialang, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru Hasan Nusi mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh BTPN Syariah dalam memberikan akses pembiayaan dan memberdayakan masyarakat inklusi melalui kumpulan.

Ia mengakui bahwa pendampingan yang rutin dilakukan BTPN Syariah mampu mendorong perekonomian warga dan membantu ibu-ibu nasabah memiliki kehidupan yang lebih baik sekarang. 

"BTPN Syariah tidak hanya memberikan pembiayaan, tetapi juga berbagai pelatihan seperti mengelola keuangan. Dengan demikian, ibu-ibu nasabah lebih berdaya dan pandai dalam mengelola keuangan,” tutur Hasan. 

Senada, Sekretaris Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru Arrasyid Kelana Putera menilai pendampingan BTPN Syariah sudah tepat karena dilakukan dengan kumpulan setiap dua minggu sekali.

Menurut Arrasyid, BTPN Syariah kumpulan tersebut dapat saling memotivasi satu nasabah dengan nasabah lainnya untuk terus tumbuh. 

"Pendampingan BTPN Syariah dilakukan melalui kelompok, hal ini dapat memotivasi antar satu nasabah dengan nasabah lainnya. Cara BTPN Syariah ini luar biasa," ujar Arrasyid.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved