Wartawan Terbakar Sekeluarga di Sumut
Komnas HAM Akhirnya Turun Telusuri Kasus Wartawan Tewas Terbakar, 8 Orang Diperiksa
Akhirnya Komnas HAM terjun menelusuri wartawan terbakar sekeluarga di Sumut setelah keluarga membuat laporan.
TRIBUNPEKANBARU.COM - Akhirnya Komnas HAM terjun menelusuri wartawan terbakar sekeluarga di Sumut setelah keluarga membuat laporan.
Pihak keluarga korban yang membuat laporan begitu yakin kasus wartawan tewas terbakar sekeluarga ini melibatkan oknum aparat.
Pasalnya sebelum tewas, jurnalis Tribrata TV bernama Rico Sempurna Pasaribu itu memberitakan kasus perjudian di Kabupaten Karo milik onum TNI.
Rico Sempurna Pasaribu memang gencar menyoroti praktik judi online milik oknum TNI di daerahnya sebelum rumahnya dibakar.
Ketua Komnas HAM Atnike Nova Sigiro mengatakan bahwa lembaganya telah melakukan peninjauan ke lapangan sekaligus permintaan keterangan di lokasi peristiwa pada tanggal 12 hingga 13 Juli 2024.
"Komnas HAM telah memeriksa delapan orang saksi dan melakukan tinjauan lapangan di tempat peristiwanya di Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara," kata Atnike dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (18/7/2024), dikutip dari Antaranews.
Menurut dia, Komnas HAM selanjutnya akan berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara dan Detasemen Polisi Militer (Denpom) Kodam Bukit Barisan untuk meminta keterangan proses penegakan hukum atas kasus tersebut.
"Komnas HAM juga telah melakukan koordinasi dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk penguatan perlindungan saksi dan korban," ujarnya.
"Selanjutnya, Komnas HAM meminta adanya penegakan hukum yang adil dan transparan terhadap seluruh pelaku, baik pelaku lapangan dan aktor intelektualnya," kata Atnike lagi.
Diketahui, pada 15 Juli 2024, keluarga Rico Sempurna Pasaribu dengan didampingi kuasa hukumnya Irvan Saputra dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan mengadu ke Komnas HAM. Kepada awak media, Irvan mengatakan bahwa pihaknya meminta Komnas HAM turun langsung dalam penanganan kasus tersebut.
"Kita meminta itu dan memohon Komnas HAM untuk turun langsung dalam kasus ini dan meminta Komnas HAM untuk memanggil pihak-pihak terkait, semisal kapolda, kapolres, dan Denpom atau pangdam dengan adanya masalah ini," kata Irvan di Kantor Komnas HAM, Jakarta.
Selain itu, Irvan juga mengatakan bahwa pihaknya meminta Komnas HAM untuk memanggil oknum TNI yang diduga membakar rumah Rico.
"Kami bukan berharap, tetapi meminta dengan tegas, maka Koptu HB itu harus dipanggil," tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, rumah Rico Sempurna Pasaribu di kawasan Nabung Surbakti, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dilalap api pada Kamis, 27 Juni 2024 dini hari.
Peristiwa kebakaran itu mengakibatkan empat orang meninggal dunia, yakni Rico Sempurna Pasaribu, Efprida Boru Ginting (istri), Sudiinveseti Pasaribu (anak), dan Lowi Situngkir (cucu).
wartawan tewas terbakar sekeluarga
wartawan terbakar sekeluarga di Sumut
Komnas HAM
Rico Sempurna Pasaribu
Tribunpekanbaru.com
| Chat Koptu HB Sebelum Pembakaran Rumah Wartawan di Karo: Saya Bagus Selama Ini Sama Si Pasaribu |
|
|---|
| Bebas Ginting Beberapakali Berinteraksi dengan Kopda HB sebelum Pembunuhan Rico Sempurna Pasaribu |
|
|---|
| Peran Koptu HB Dibongkar LBH Medan Pasca Rekontruksi Pembakaran Rumah Wartawan di Karo |
|
|---|
| Situasi Memanas, TKP di Rumah Rico Sempurna Pasaribu Ricuh, Warga Geram Lihat Aksi Pelaku |
|
|---|
| Reka Ulang Wartawan Tewas Terbakar, Terungkap Cara BG Perintahkan Bakar Rumah Rico Sempurna |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/Anak-Rico-Pasaribu-Eva-Pasaribu-laporkan-kasus-wartawan-tewas-tebakar.jpg)