Sabtu, 11 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

BBPOM Pekanbaru Melaksanakan Rapat Monitoring dan Evaluasi Program Semangatkan Desa di Kampar

BBPOM di Pekanbaru menggelar rapat monitoring dan evaluasi lintas sektor program Semangatkan Desa di dua kecamatan di Kampar.

Editor: Ariestia
Istimewa
BBPOM di Pekanbaru bekerjasama dengan Pemkab Kampar dan Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau (STIFAR) menggelar rapat Monitoring dan evaluasi lintas sektor program  Semangatkan Desa di dua kecamatan di Kampar, yakni Kecamatan Perhentian Raja dan Kecamatan Kampar Kiri Hilir, Senen (19/08/2024). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - BBPOM di Pekanbaru menggelar rapat monitoring dan evaluasi lintas sektor program Semangatkan Desa di dua kecamatan di Kampar.

Rapat monitoring ini merupakan kerjasama BBPOM dengan Pemkab Kampar dan Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau (STIFAR).

Sedangkan dua kecamatan di Kampar tersebut yakni Kecamatan Perhentian Raja dan Kecamatan Kampar Kiri Hilir, Senin (19/08/2024).

Kegiatan ini merupakan rangkaian akhir dan bentuk pertanggungjawaban atas pelaksanaan program semangatkan desa yang dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan bulan Agustus 2024.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Kepala Desa, Ketua Karang Taruna, Ketua Penggerak PKK, Posyandu, Babinkamtibmas  yang ada pada kedua kecamatan tersebut serta Kepala Puskesmas setempat.

Selain itu juga hadir dosen pembimbing lapangan mahasiswa KKN STIFAR dan pendamping dari BBPOM Pekanbaru serta Kepala Balai Besar POM Pekanbaru Alex Sander.

Pada kesempatan Rapat monev ini Alex Sander memaparkan tentang hasil dari program semangatkan desa dan kendala kendala yang dihadapi selama pelaksanaan program semangatkan desa.

Selama kegiatan program semangatkan desa diperoleh 7 Produk yang mendapatkan Nomor Izin Edar ( NIE ) BPOM, 5 produk dari Desa Hangtuah Kecamatan Perhentian Raja dan 2 Produk dari Desa Simpang Dua Kecamatan Kampar Kiri Hilir. 

Pada Kegiatan ini dilakukan penyerahan Nomor Izin Edar tersebut oleh Kepala Balai Besar POM di Pekanbaru Alex Sander bersama dengan Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMK Kabupaten Kampar Dendi Zulhairi.

Diharapkan, setelah selesai kegiatan ini mahasiswa KKN STIFAR tetap bisa menjadi perpanjangan tangan dan menjadi fasilitator BBPOM Pekanbaru untuk terus memberikan edukasi keamanan obat dan makanan.

"BBPOM Pekanbaru tidak bisa bekerja sendiri, mengingat keterbatasan sumberdaya yang tersedia dengan luasnya daerah dan masyarakat yang diawasi maka BBPOM Pekanbaru harus menggandeng lintas sektor dan perguruan tinggi. Pendampingan ini agar masyarakat lebih banyak terpapar tentang pentingnya keamanan obat dan makanan agar bisa menjaga kesehatannya dan juga untuk meningkatkan daya saing UMKM untuk meningkatkan perekonomian masyarakat," Imbuhnya. (rls).

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved