Senin, 18 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Lipsus Waspada Virus Monkeypox

Waspada Potensi Penyebaran Virus Mpox, Kadiskes Riau Ingatkan Warga Lakukan Ini 

Kadiskes Riau mengingatkan masyarakat mengenai potensi penyebaran Virus Mpox.

Tayang:
Penulis: Syaiful Misgio | Editor: Ariestia
Istimewa
Merebaknya wabah cacar monyet atau Mpox telah ditetapkan sebagai darurat kesehatan global oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Merebaknya wabah cacar monyet atau Mpox telah ditetapkan sebagai darurat kesehatan global oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Namun hingga saat ini virus tersebut belum dilaporkan masuk ke Riau.

Sebab hingga saat ini Dinas Kesehatan Riau belum mendapatkan laporan temuan virus tersebut di Riau.

"Sampai hari ini kami belum mendapat laporan virus itu (Mpox) masuk ke Riau," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Sri Sadono Mulyanto, Kamis (28/9/2024).

Meski belum ditemukan ada kasus Monkeypox atau Mpox yang masuk ke Riau, namun pihaknya mengingatkan kepada masyarakat Riau agar waspada.

Sebab tingginya mobilitas warga Riau yang keluar masuk ke daerah lain, bahkan ke luar negeri bukan tidak mungkin virus itu sampai ke Riau.

Baca juga: Waspada Mpox Masuk ke Riau, Bandara SSK II Pekanbaru Lakukan Antisipasi

Ibeng panggilan akrab Sri Sadono Mulyanto ini mengatakan, agar kasus Mpox tak menyebar di Riau, perlu dilakukan pencegahan untuk menangkal penyebaran Mpox.  

Ibeng menegaskan, dalam pencegahan penularan Mpox sangat bergantung pada kebersihan diri.

Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah beraktivitas di tempat umum serta menggunakan masker dapat menjadi benteng pertahanan yang efektif.

"Selain itu, WHO dan CDC merekomendasikan pemberian vaksin diprioritaskan terutama pada Petugas laboratorium. Tenaga kesehatan di RS rujukan dan populasi berisiko,” pungkasnya.

Selain itu, jika ada pasien yang terindikasi terpapar virus Mpox harus segera dilakukan upaya pencegahan transmisi virus dengan meningkatkan kesadaran diri pada masyarakat serta isolasi bagi individu yang terinfeksi.

Ibeng menjelaskan, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko penyebaran Mpox.

Virus varian tersebut dapat menyebar antar manusia melalui kontak langsung cairan tubuh atau lesi. 

Pola penyebaran Mpox menunjukkan gejala yang mirip dengan cacar biasa, gejalanya demam tinggi, ruam kulit yang khas, dan pembengkakan kelenjar getah bening.

"Ruam yang muncul biasanya melalui wajah lalu menyebar ke seluruh tubuh.tapi untuk memastikannya perlu pemeriksaan secara spesifik," katanya. (Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved