Rabu, 6 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Balai Bahasa Provinsi Riau Gelar Peringatan 100 Tahun AA Navis

Selain Gelar Wicara, Balai Bahasa Riau juga akan mengadakan lomba membaca cerita karya A.A. Navis untuk siswa PAUD hingga SMA.

Tayang:
Penulis: Alex | Editor: Theo Rizky
Tribunpekanbaru.com/Alexander
Sastrawan Budayawan Riau, Marhalim Zaini dan Luzi Diamanda menyampaikan materinya dalam Peringatan 100 Tahun AA Navis, yang ditaja Balai Bahasa Provinsi Riau, Senin (30/9/2024). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Balai Bahasa Provinsi Riau menggelar sejumlah rangkaian kegiatan menyambut Bulan Bahasa dan Sastra (BBS) 2024.

Salah satu agendanya adalah peringatan 100 tahun sastrawan ternama Indonesia, AA Navis, dengan tema "Menjadi Manusia Merdeka di Mata A.A. Navis, yang dilaksanakan di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Riau, Perpustakaan Soeman HS , Senin (30/9/2024).

Kepala Balai Bahasa Provinsi Riau (BBPR), Toha Machsum SAg MAg mengatakan, AA Navis, yang ditetapkan sebagai salah satu tokoh sastra terkemuka di dunia oleh UNESCO, diakui melalui keputusan Sidang Umum ke-42 UNESCO di Paris pada 22 November 2023 lalu. 

"Penetapan tersebut diberikan sebagai bentuk penghargaan terhadap kontribusi besar A.A. Navis dalam memperkaya kebudayaan dunia melalui karyanya, terutama dalam mendukung pemajuan budaya di Indonesia, bahkan juga secara global dan mendunia," kata Toha dalam sambutannya. 

Selain Gelar Wicara, Balai Bahasa Riau juga akan mengadakan lomba membaca cerita karya A.A. Navis untuk siswa PAUD hingga SMA, serta lomba karya poster bertema A.A. Navis.

Kegiatan ini diharapkan dapat membangkitkan minat siswa terhadap dunia sastra serta memberikan inspirasi untuk memahami makna kebebasan dalam perspektif AA Navis.

Budayawan dan sastrawan asal Riau, Marhalim Zaini memaparkan beberapa pandangannya terhadap karya-karya AA Navis.

Ia mengupas berbagai karya dari sastrawan legendaris AA Navis dalam sebuah diskusi literasi. 

Di antaranya, Marhalim Zaini menyoroti karya monumental AA Navis, Robohnya Surau Kami atau Man Robbuka.

Menurut Marhalim, karya ini menggambarkan praktik hidup beragama di tengah masyarakat dan mempertanyakan esensi keyakinan yang kerap dianggap dogmatis.

"Melalui cerita ini, AA Navis mengkritik secara halus perilaku masyarakat yang kehilangan esensi agama, bahkan Navis pernah dicap Komunis karenanya," ujar Marhalim.

AA Navis juga menulis novel Kemarau dan karya Datang dan Perginya yang mencerminkan kehidupan manusia setelah kematian, menggambarkan kompleksitas keberagamaan yang sering kali terjebak dalam simbolisme tanpa pemahaman mendalam.

Selain itu, karya Perempuan Kelas Tiga dan Perempuan itu Bernama Lara juga mencerminkan kegelisahan moral di tengah masyarakat, terutama terkait peran perempuan di masa-masa sulit.

Marhalim Zaini menjelaskan bagaimana AA Navis mendobrak modernitas yang berbenturan dengan adat istiadat.

Melalui kumpulan cerpen Jodoh, Cinta Buta, dan Kawin, Navis menggambarkan dilema perempuan yang harus bekerja dan perempuan yang terjebak dalam adat perkawinan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved