Cahaya dari Rokan, Energi Terbarukan Menuju Masa Depan
Suplai listrik di PHR WK Rokan juga dipasok dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang sudah beroperasi sejak awal Juli 2023 lalu.
Penulis: Syaiful Misgio | Editor: M Iqbal
"Tidak hanya menghemat biaya hingga Rp 8,4 miliar per tahun. Keberadaan PLTS PHR WK Rokan juga membantu dalam mengurangi pemanasan global yang dapat mengakibatkan perubahan iklim. Menurunkan emisi 28.444 ton CO2—setara emisi 5.200 kendaraan atau menanam 3,2 juta pohon, menjadi bukti nyata bahwa energi terbarukan tidak hanya mengurangi biaya tetapi juga mendukung pelestarian lingkungan"
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sucipto Hadi terlihat fokus menatap layar lebar di depannya. Matanya begitu awas memperhatikan kode-kode yang berisi angka-angka dan simbol-simbol di layar berukuran raksasa itu. Dia adalah perwira (pegawai pertamina) yang bertugas sebagai operator di ruang kendali sistem jaringan kelistrikan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) WK Rokan.
Ruang kontrol itu oleh para Perwira lebih dikenal dengan sebutan ruang Scada (Supervisory Control And Data Acquisition).
"Kami setiap hari membaca frekuensi-frekuensi yang dikirim oleh sistem ke pusat kendali kelistrikan ini. Semua bisa terlihat disini, termasuk saat ada gangguan di gardu atau jaringan listrik di lapangan, semua bisa kami pantau disini," kata Sucipto saat berbincang bersama Tribun, di ruang Scada PHR WK Rokan, Kamis, 24 Oktober 2024.
Diruangan itu lah semua sistem jaringan kelistrikan di PHR WK Rokan dikendalikan.
Sistem kelistrikan ini dikontrol selama 24 jam, Sucipto bersama sejumlah petugas lainya bekerja dalam dua shift. Siang dan malam.
Lewat layar lebar berukuran 4x8 meter itu pula semua informasi tentang kelistrikan dapat dipantau secara real time. Mulai dari jumlah pembangkit, jumlah gardu, energi daya yang dihasilkan, hingga dari mana saja daya listrik itu disuplai.
Semua ditampilkan dalam bentuk angka-angka dan simbol-simbol kelistrikan.
Jika ada masalah, petugas di ruang kontrol langsung menghubungi petugas dilapangan untuk melakukan penanganan.
Tak banyak tahu, energi listrik untuk mendukung operasional kegiatan di PHR WK Rokan ternyata tidak hanya ditopang dari Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) saja.
Namun suplai listrik di PHR WK Rokan juga dipasok dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang sudah beroperasi sejak awal Juli 2023 lalu. PLTS ini dibangun oleh PHR WK Rokan, berkolaborasi dengan PT Pertamina Power Indonesia (PPI). Sementara yang mengelolanya adalah Pertamina New & Renewable Energy.
Pembangkit listrik ramah lingkungan di wilayah PHR WK Rokan ini terhampar di tiga area utama.
Pertama ada di area Duri dengan luas 17,2 hektare berkapasitas 18,3 MWp. Kedua ada area Rumbai seluas 8 hektar berkapasitas 5,51 MWp dan ketiga ada di area Dumai, di atas lahan seluas 2,2 hektare berkapasitas 1,99 MWp.
Dari tiga lokasi itu, jika ditotalkan secara keseluruhan, maka PLTS di PHR WK Rokan memiliki 60 ribu keping papan panel surya atau PV Module yang terbentang diatas lahan seluas 28 hektar.
Selain diatas lahan kosong atau ground-mounted, panel surya juga ada yang dipasang diatas gedung atau Rooftop. Seperti yang terpasang di rooftop Camp Rumbai.
| Tinjau Pembangunan SKTM Lisdes, Kementerian ESDM dan PLN Percepat Pemerataan Listrik di Siak |
|
|---|
| Transformasi Sampah Jadi Energi, Wako Pekanbaru Teken MoU PSEL disaksikan Menteri Lingkungan Hidup |
|
|---|
| Alasan Mulia BGN Beli 21.800 Motor Listrik untuk Kepala SPPG, Dadan Sebut Menjangkau Daerah Pelosok |
|
|---|
| PLN Percepat Program Lisdes di Inhil, Dorong Pemerataan Akses Listrik hingga Wilayah Terpencil |
|
|---|
| Rincian Tarif Listrik April 2026 dan Harga Token untuk Semua Pelanggan, Prabayar dan Pascabayar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/PLTS-Area-Duri.jpg)