Berita Viral
Pengacara Supriyani Dipecat usai Pertemuan dengan Aipda WH dan Bupati Konsel, Tak Ada Perdamaian !
Pengacara Supriyani dipecat usai viral video pertemuan Supriyani dengan Aipda WH . Pertemuan yang disebut sebagai perdamaian itu viral
"Pertemuan tadi itu iniasitif Bupati Surunuddin untuk mencoba mendamaikan keduanya," ujarnya, Selasa (5/11/2024).
Kata Samsuddin, upaya damai itu dilakukan supaya tidak ada riak-riak di Desa Baito, Kecamatan Baito.
"Apalagi dua orang ini kan warga Desa Baito," kata Samsuddin.
"Intinya Pak Bupati menitikberatkan pada keamanan di Baito, apalagi ini menjelang Pilkada 2024 jangan sampai karena kejadian ini ada yang memanfaatkan untuk adu domba di sana itu yang dihindari," lanjutnya.
Kendati demikian, kata Samsuddin, proses hukum kasus ini tetap berjalan di Pengadilan Negeri Andoolo.
"Proses hukum tetap berjalan. Tapi tadi Pak Bupati menyampaikan kepada kejari dan berharap kasus ini dihentikan. Tadi juga Supriyani sudah memaafkan Pak Bowo," jelasnya.
Baca juga: Imbas Berantai Kasus Guru Supriyani, Kini Giliran Orang Hebat di Kejari Konsel Dicopot, Ini Sosoknya
Didamaikan Bupati
Sebelumnya nama Bupati Konawe Selatan, Surunuddin Dangga menyita perhatian dalam perjalanan kasus Supriyani ini.
Pasalnya, ia tetiba memecat Camat Baito yang sejak awal mendampingi Supriyani.
Namun, Surunuddin kini terlibat dalam proses 'perdamaian' Supriyani.
Ia pun sempat mengaku sempat kesulitan bertemu dengan guru Supriyani.
Ia kesal terhadap orang-orang yang mencari panggung dalam kasus guru honorer Supriyani yang dituduh menganiaya siswa anak polisi.
Dia menyebut butuh dua hari untuk bisa bertemu dan berkomunikasi dengan Supriyani.
"Saya mau ketemu saja sama Supriyani kayak dihalang-halangi," kata Surunuddin saat konferensi pers di Kota Kendari, Sualwesi Tenggara (Sultra), Kamis (31/10/2024).
"Mereka anggap jangan sampai didamaikan, loh kok begitu," tuturnya.
Padahal, Kata Surunuddin, dirinya ingin bertemu dengan Supriyani untuk memastikan dan mendengar kronologi langsung dari yang bersangkutan.
"Selama ini kan saya cuma dengar dari media, saya lihat kasus ini mulai dimanfaatkan dan digunakan sebagai panggung," tegasnya.
Dalam wawancara khusus TribunnewsSultra.com bersama kuasa hukum Andri Darmawan, ia membantah tidak pernah menghalangi-halangi pihak-pihak tertentu yang ingin bertemu dengan guru Supriyani.
Menurut Andri, apa yang dilakukannya hanya untuk mengamankan guru Supriyani mengingat setelah kasus ini viral, banyak pihak yang mencoba mendekati Supriyani untuk tujuan mediasi tapi ujung-ujungnya adalah bagaimana Ibu Supriyani mengaku dan meminta maaf.
"Waktu awal-awal viral, ini kan ada upaya untuk bagaimana Ibu Supriyani memediasi. Tetapi mediasi terlambat dan ada motif, itu yang kami tidak mau seakan-akan kami menghalangi Ibu Supriyani bertemu dengan pihak-pihak lain, nggak," tegas Andri.
Ditegaskan Andri, Supriyani sejak awal pemeriksaan baik di BAP maupun di manapun itu dia selalu mengatakan bahwa dia tidak bersalah, dia tidak melakukan itu.
"Ini adalah gerakan-gerakan yang dibuat untuk menurut kami cuci tangan," katanya.
Maksudnya apa?
Dijelaskan Andri, karena kasus ini sudah viral dan menjadi perhatian netizen, pihak-pihak ini mencoba mendamaikan dengan meminta Supriyani meminta maaf dan nanti dimaafkan oleh Aipda WH sehingga perkara ini selesai, kan seperti itu. Happy ending semuanya.
"Kami nggak mau. Kami ingin ini dibuktikan di persidangan siapa yang benar dan siapa yang salah," katanya.
Menurut Andri, jika nantinya Supriyani terbukti tidak bersalah berarti ada pihak lain yang melakukan kriminalisasi. Dan ini yang harus ditindak tegas.
"Kalau berbanding terbalik kan berarti Ibu Supriyani konsekuensinya ya dihukum. Tentu ada upaya hukum (dari tim kuasa hukum) misalnya banding atau kasasi.
"Tetapi kalau misalnya Ibu Supriyani terbukti bebas berarti ada konsekuensi bagi pihak lain yang telah menuduh Ibu Supriyani. Harus adil dong," tegasnya. (*)
| Viral di Medsos, Ini Kronologi Pernikahan Sesama Jenis di Malang, Diimingi Mobil Mewah |
|
|---|
| Nggak Nyangka, Isi HP Mahasiswa yang Ketahuan Rekam Dosen di Kamar Mandi Kampus |
|
|---|
| Pengakuan Vicky, Polisi yang Mundur dari Polri Usai Bongkar Kasus Korupsi, Dimutasi Mendadak |
|
|---|
| Terungkap Misteri Dua Mayat Ditemukan di Atap Masjid, Berawal Dari 6 Hari Hilang |
|
|---|
| Dapur SPPG Hendrik Irawan Resmi Dihentikan Usai Viral Joget-joget: Saya Bangun Pakai Modal Sendiri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/Pengacara-Supriyani-dipecat.jpg)