Senin, 20 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Pelajaran Sekolah

Rangkuman Materi IPA Kelas 9 Bab 4 Bagian 2: Magnet Semester 1 Kurikulum Merdeka

Berikut ini adalah Rangkuman Materi IPA Kelas 9 Bab 4 Bagian 2: Magnet Semester 1 Kurikulum Merdeka.

Tribunpekanbaru.com
Rangkuman Materi IPA Kelas 9 Bab 4 Bagian 2: Magnet Semester 1 Kurikulum Merdeka 

TRIBUNPEKABNBARU.COM - Berikut ini adalah Rangkuman Materi IPA Kelas 9 Bab 4 Bagian 2: Magnet Semester 1 Kurikulum Merdeka.

Simak, untuk kalian jadikan sebagai alat untuk mengulang kembali materi yang sudah dipelajar.

Rangkuman Materi IPA Kelas 9 Bab 4 Bagian 2: Magnet Semester 1 Kurikulum Merdeka, dapat juga kalian jadikan sebagai bahan untuk latihan dan persiapan ujian.

Inilah Rangkuman Materi IPA Kelas 9 Bab 4 Bagian 2: Magnet Semester 1 Kurikulum Merdeka.

Sejarah magnet

kata magnet berasal dari bahasa Greek "magnítis lithos" yang berarti "batu magnesia" juga berarti sebuah wilayah di Asia kecil, tempat ditemukannya banyak endapan magmatik.

Magnet selalu memiliki dua kutub, yaitu kutub utara dan kutub selatan. Kutub- kutub yang sejenis akan saling tolak menolak bila didekatkan, sedangkan kutub- kutub yang berbeda jenis akan saling tarik-menarik bila didekatkan.

Perkembangan elektromagnet

Pada tahun 1820, Hans Christian Oersted menemukan bahwa kawat dapat menolak jarum kompas apabila dialiri arus listrik. Hal ini menunjukan bahwa di sekitar kawat berarus timbul medan magnetik.

Pada tahun 1831, Faraday menemukan bahwa apabila magnet dilalui lewat sepotong kawat, arus akan mengalir di kawat sedangkan magnet bergerak. Keadaan ini disebut "pengaruh elektromagnetik" dan penemuan ini disebut "Hukum Faraday"
Jadi gagasan elektromagnetik adalah prinsip kerja dari kendaraan listrik, yang mengubah menjadi energi gerak atau sebaliknya.

Gaya Magnet/Gaya Lorentz

Lorentz adalah sebuah bentuk gaya yang diambil dari nama belakang seorang ahli fisika Belanda yang bernama Hendrik Antoon Lorentz

Menentukan Arah Gaya Lorentz

Untuk menentukan arah gaya lorentz dapat kita gunakan kaidah tangan kanan atau kaidah putaran sekrup.

Besar gaya Lorentz sebanding dengan kuat medan magnet, arus listrik, dan panjang kawat. Bila kedudukan gaya, kuat medan magnet dan arus listrik saling tegak lurus, maka besarnya gaya Lorentz dapat diperoleh dengan menggunakan rumus seperti yang ada di bawah ini. Rumus ini berlaku untuk Panjang kawat 1 meter.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved