Minggu, 19 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

DPRD Pekanbaru

Antrean Solar Mengular, DPRD Pekanbaru Minta Aparat Tindak Tegas Pemain BBM

Kekhawatiran banyak pihak akan terjadinya kelangkaan BBM jelang akhir tahun ini, sudah mulai terjadi di Kota Pekanbaru.

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Ariestia
Istimewa
Kekhawatiran banyak pihak akan terjadinya kelangkaan BBM jelang akhir tahun ini, sudah mulai terjadi di Kota Pekanbaru. 

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU - Kekhawatiran banyak pihak akan terjadinya kelangkaan BBM jelang akhir tahun ini, sudah mulai terjadi di Kota Pekanbaru.

Setidaknya ada beberapa SPBU terjadi kelangkaan BBM jenis solar.

Pantauan Tribunpekanbaru.com Rabu malam tadi di beberapa SPBU di Kota Pekanbaru, terjadi antrean mengular.

Seperti SPBU Jalan SM Amin, antrean truk hingga ke simpang Tugu Songket.

Begitu halnya di SPBU Jalan Arifin Ahmad, solar sudah mulai langka.

Kondisi ini menyebabkan kemacetan arus lalulintas. 

Situasi yang terjadi ini, sangat bertolak belakang dengan pernyataan Pertamina, yang menjamin stok BBM aman di Kota Pekanbaru dan di daerah Riau lainnya.

"Persoalan ini sudah kita ingatkan jauh hari. Tapi kok bisa terjadi (kelangkaan). Tolong Pertamina jangan main-main. Ke mana solar di distribusikan sebenarnya," tegas Anggota Komisi II DPRD Pekanbaru Davit Marihot Silaban, kepada Tribunpekanbaru.com.

Menilik persoalan ini, Politisi PDI-P tersebut justru mempersilakan aparat penegak hukum, untuk menyelidiki kelangkaan solar ini.

Bahkan langkah Ditreskrimsus Polda Riau yang sudah turun ke lapangan menyelidiki kasus ini, didukung penuh.

Apalagi sudah ditemukan ada 7 SPBU di Kota Pekanbaru yang terjadi kelangkaan bio solar. Penyebabnya karena terjadi pengurangan kuota, yang kini sudah diajukan Pertamina ke BPH Migas untuk penambahannya.

"Hal-hal seperti ini yang kita wanti-wanti. Kan tidak seharusnya kuota kurang. Sudah tahu akhir tahun akan banyak permintaan, tapi justru kuota kurang. Ini patut dievaluasi. Karena hampir setiap akhir tahun dan hari-hari besar terjadi demikian," tuturnya.

Davit Marihot mengharapkan, mulai hari ini dan seterusnya, tidak terjadi kelangkaan lagi.

Tidak ada alasan Pertamina dan BPH Migas, untuk mengurangi kuota solar. Termasuk BBM jenis lainnya.

"Yang paling penting di sini, jika memang ada permainan dalam distribusi atau pun di Pertamina dan BPH Migas, silakan lakukan penindakan sesuai hukum berlaku. Karena kejadian ini sudah berulang-ulang setiap akhir tahun dan perayaan lainnya," pintanya. (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved