Jumat, 8 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Berita Viral

Menguak Tewasnya Mahasiswi UPI Bandung: Postingan Ajeng Jadi Bahan Sorotan Warganet

Namun hasil pemeriksaan luar di tubuh korban itu tak cukup bisa memastikan penyebab kematian Ajeng.

Tayang:
HO
Mahasiswi UPI Bandung Ajeng Mahromatussa'diyyah (21) ditemukan tewas lantai 2 kampus. 

Keluarga korban pun menolak proses otopsi terhadap jenazah Ajeng.

"Karena dugaan sementara memang kalau tidak terjatuh, memang (Ajeng) menjatuhkan diri sendiri," imbuh Kombes Pol Budi Sartono.

Sebelum mengurai simpulan tersebut, polisi sempat menelusuri jejak korban lewat CCTV yang terekam.

Pada hari Kamis di hari kejadian terlihat Ajeng sempat terekam CCTV melewati beberapa tempat, yakni:

Pukul 11.33 Wib: Ajeng keluar dari gang kosan
Pukul 11.39 Wib: Ajeng berjalan masuk gedung gimnasium
Pukul 11.40-11.41 Wib: Ajeng masuk ke dalam gimnasium UPI
Pukul 12.28 Wib: Ajeng jatuh dari lantai 2 gedung gimnasium UPI

Dalam rekaman CCTV tersebut, Ajeng terlihat seorang diri tanpa ditemani siapapun.

Namun diungkap penyidik, Ajeng sempat terlibat cekcok dengan mantan pacarnya AV sebelum sampai di gimnasium.

"Saya bilang tadi memang kalau untuk sebabnya jatuhnya seperti apa, apakah menjatuhkan diri sendiri atau terjatuh, ini karena tidak ada CCTV yang melihat langsung, CCTV-nya melihat pada saat jatuhnya," pungkas Kombes Pol Budi Sartono.

Jasad Ajeng ditemukan oleh dua mahasiswa yang hendak membuat konten di sekitar gimnasium sekira pukul 15.05 Wib.

Penemuan jasad tersebut lantas dilaporkan oleh dua mahasiswa tersebut ke Polsek Sukasari dan Polrestabes Bandung.

Terkait dengan penemuan jasad Ajeng, dokter spesialis forensik RS Bhayangkara Sartika Asih Nurul Aida Fathya mengurai fakta.

Bahwa ditemukan sederet luka di tubuh korban.

Yakni di antaranya luka memar di wajah, luka lecet di wajah sisi kanan, luka robek di tungkai bawah kanan, patah tulang tertutup di tungkai atas kanan dan tungkai bawah kanan.

Namun hasil pemeriksaan luar di tubuh korban itu tak cukup bisa memastikan penyebab kematian Ajeng.

Kendati demikian, dr Nurul menduga kemungkinan Ajeng tewas lantaran adanya patah tulang di daerah tengkorak lantaran ditemukan banyak darah dari hidung dan telinga.

"Karena ini hanya pemeriksaan luar jenazah, tentu sebab pasti mati tidak dapat ditentukan. Karena kami tidak bisa melihat kondisi di dalam tubuh jenazah," kata dr Nurul Aida.

(TRIBUNPEKANBARU.COM)

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved