Kamis, 16 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Sandy Permana Luka Parah Berjuang Cari Pertolongan, Ucap Tiga Kata

Sebelum menghembuskan napas terakhir, Sandy Permana sempat berjuang mencari bantuan seusai ditikam oleh tetangganya.

Editor: Ariestia
Ist
Sebelum menghembuskan napas terakhir, Sandy Permana sempat berjuang mencari bantuan seusai ditikam oleh tetangganya. FOTO Lokasi Sandy Permana ditemukan bersimbah darah. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Sebelum menghembuskan napas terakhir, Sandy Permana sempat berjuang mencari bantuan seusai ditikam oleh tetangganya.

Aktor serial laga Mak Lampir itu ditemukan bersimbah darah karena luka tusuk di dekat rumahnya di Perumahan TNI, Polri, Umum Cibarusah Jaya, Kabupaten Bekasi, pada Minggu (12/1/2025) pagi. 

Pelakunya adalah tetangganya sendiri.

Diduga akibat penikaman pelaku Sandy mengalami luka tusuk di leher kanan yang cukup parah.

Tetangga yang lain menceritakan detik-detik aktor serial laga Mak Lampir tersebut ditemukan mengenaskan bersimbah darah.

Sri Andayani (44), salah satu warga yang tinggal di perumahan itu, menyebut bahwa Sandy sempat berlari ke arah klinik untuk mencari pertolongan.

Andayani juga disebut sempat memanggil-manggil nama perawat yang ia kenal di klinik tersebut.

“Ini (Om Tantan) kan punya klinik, dia selalu kalau ada sakit apa, selalu minta pertolongan pertama, lari ke situ. Nah, posisi Om Tantan lagi ada tugas, enggak ada di rumah. Ada istrinya sedang di kamar mandi, enggak dengar lah (suara Sandy),” ujar Sri di Cibarusah, Selasa (13/1/2024), mengutip Kompas.com. 

Sandy terus meminta tolong perawat tersebut, tetapi saat itu sang perawat tidak ada di rumahnya. 

Namun, Sandy yang tampak sangat panik dan terluka akhirnya berhenti di dekat mobil warga tersebut.

“Dia enggak ngomong, cuma ngucapin tiga kata ‘Om Tantan, Tantan, Tantan,’ minta tolong. Dia mau masuk kali udah bingung. Jadi posisinya cuma berhentinya di pas kepala mobil,” lanjut Sri. 

Kemudian, suami Sri pun melihat kondisi Sandy yang sudah terluka parah danbersimbah darah, dirinya terkejut dan berusaha membawa Sandy ke rumah sakit terdekat.

Suami Sri pun berupaya membawa Sandy menggunakan motor.

Dia juga menyuruh Sandy untuk diam dan tidak panik lantaran takut pendarahannya akan makin parah.

“Kata suami saya, ‘Lu diem dulu. Gue mau nuruin motor, lu diem, udah diam,’ takut makin gerak makin banyak ini darahnya kan,” lanjut Sri.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved