Jumat, 24 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Lipsus Lampu PJU Mati

Pengamat Tata Kota: PJU di Pekanbaru Perlu Pembenahan Serius

Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kota Pekanbaru memang telah menjadi persoalan klasik yang tak kunjung usai.

Penulis: Alex | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Fernando Sikumbang
Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kota Pekanbaru memang telah menjadi persoalan klasik yang tak kunjung usai. 

Pengamat Tata Kota, Dr H Muhammad Ikhsan ST MSc 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kota Pekanbaru memang telah menjadi persoalan klasik yang tak kunjung usai.

Ribuan titik lampu jalan, baik di jalan protokol maupun jalan kecil, mati atau hanya menjadi pajangan tanpa fungsi. 

Dampak dari matinya PJU tentu sangat besar, terutama dalam hal keamanan dan keselamatan.

Ketika jalan-jalan utama maupun jalan kecil gelap, risiko kriminalitas meningkat karena area tersebut sulit diawasi.

Kondisi ini memberikan ruang bagi pelaku kejahatan untuk beraksi. 

Bukan hanya itu, gelapnya jalan juga membahayakan keselamatan pengendara, terutama pada malam hari. Minimnya penerangan membuat jalanan rawan kecelakaan, baik akibat tabrakan antar kendaraan maupun kendaraan yang terperosok karena lubang jalan yang tak terlihat.

Masalah lain yang muncul adalah pemborosan anggaran.

Baca juga: Hampir 2.000 Unit Lampu PJU Tidak Berfungsi di Kota Pekanbaru

Baca juga: Polisi Sebut Minimnya PJU di Pekanbaru Bisa Tingkatkan Kerawanan dan Tindak Kriminalitas

Baca juga: Banyak Lampu PJU di Pekanbaru yang Mati, Fitri Kerap Was-was Kala Pulang Malam

Pengelolaan PJU di Pekanbaru berada di bawah Dinas Perhubungan, dengan skema pembayaran oleh Pemerintah Kota (Pemko). Namun, sistem ini memiliki kelemahan. 

Ada lampu jalan yang menggunakan meteran dan ada pula yang tanpa meteran sehingga pembayarannya diestimasi berdasarkan durasi hidup lampu.

Jika PJU tidak berfungsi, Pemko tetap harus membayar tagihan listrik. Akibatnya, uang rakyat terbuang percuma untuk membiayai penerangan yang tidak dinikmati masyarakat.

Kerugian akibat matinya PJU tidak hanya dirasakan oleh Pemko, tetapi juga masyarakat.

Setiap bulan, warga membayar iuran PJU yang dimasukkan dalam tagihan listrik rumah tangga.

Namun, apa yang mereka dapatkan tidak sebanding dengan kontribusi yang mereka berikan.

Ketidakseimbangan ini menimbulkan kekecewaan dan pertanyaan besar tentang transparansi dan akuntabilitas pengelolaan PJU di Pekanbaru.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved