Imigran Bangladesh Terdampar

WNA Bangladesh yang Terdampar di Pulau Merbau Meranti Ternyata Hendak Dibawa Ke Malaysia

Kantor Imigrasi Selatpanjang hingga saat ini masih memeriksa 20 Warga Negara Banglades yang sebelumnya terdampar Desa Kuala Merbau, Mranti, Riau

Penulis: Teddy Tarigan | Editor: Theo Rizky
Tribunpekanbaru.com/Teddy Yohannes Tarigan
WARGA BANGLADESH: WNA Asal Bangladesh bersama dengan Kalapas Selatpanjang Sugiyanto dan Kepala Imigrasi Selatpanjang saat berada di Lapas Selatpanjang, Rabu (5/2/2025). Kantor Imigrasi Selatpanjang hingga saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap 20 Warga Negara Asing asal Banglades dan 2 tekong yang terdampar Desa Kuala Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Selasa (4/2/2025) yang lalu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, MERANTI - Kantor Imigrasi Selatpanjang hingga saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap 20 Warga Negara Asing asal Banglades dan 2 tekong yang terdampar Desa Kuala Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Selasa (4/2/2025) yang lalu.

Saat ini mereka tengah dititipkan di Lapas Kelas IIb Selatpanjang sejak kemarin.

Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa tadinya ke 20 WNA tersebut akan dibawa menuju Malaysia untuk dipekerjakan di sana.

Demikian disampaikan Kepala Imigrasi Selatpanjang Sonny Kharmawi melalui Kasi Intel Dakim, Riyanto kepada Tribun, Rabu (5/2/2025).

“Mereka ini tadinya dijemput di Tanjung Buton (Siak) pada malam hari Minggu, kemudian mereka dijemput menggunakan Speedboat untuk menuju Kedabu Rapat, nanti dari sana mereka akan berangkat ke Malaysia,” ujar Riyanto.

Ia menjelaskan saat perjalanan speedboat yang ditumpangi mereka kemudian terkena gelombang besar dan tenggelam sekitar Pukul 03.00 WIB dini hari.

Penumpang di atas kapal terbentur kemudian berhamburan dan berusaha menyelamatkan diri dengan mencoba berenang ke tepi.

“Sehingga memang ada beberapa peralatan mereka yang hanyut, di mana dari 20 orang tersebut hanya 15 paspor yang bisa diselamatkan, 5 lainnya hanya memegang fotokopi. Selain itu barang lainnya yang hilang yakni alat komunikasi mereka,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan hari ini diketahui 20 WNA Bangladesh ini tidak masuk sekaligus ke Indonesia, mereka masuk dalam rentang tanggal 20-28 Januari 2025 melalui pintu masuk yang berbeda.

Baca juga: 20 WNA Bangladesh Terdampar di Pulau Merbau Kepulauan Meranti Masuk Indonesia Pakai Visa Kunjungan

“Karena semuanya memiliki paspor kunjungan, namun untuk pintu masuknya masih dalam pendalaman kota,” tuturnya.

Riyanto tidak memungkiri bahwa pihaknya cukup kesulitan berkomunikasi dengan mereka karena masalah bahasa.

Sementara itu untuk 2 orang tekong yang diketahui merupakan warga lokal juga masih terus diperiksa.

Riyanto menjelaskan tidak menutup kemungkinan bahwa kepada kedua orang tersebut akan dinaikkan proses hukumnya.

“Jadi ini masih terus kita periksa dan berkoordinasi dengan pimpinan di wilayah dan juga pihak kepolisian seperti apa proses hukumnya,” terangnya.

Para WNA tersebut diketahui berada di rentang umur 20-40 tahun. Saat ini untuk sementara mereka masih dititipkan sementara di Lapas Selatpanjang.

Pantauan Tribunpekanbaru.com di Lapas hari ini, kondisi para WNA terlihat sehat.

Seluruh kebutuhan makanan dan kesehatan dari para WNA tersebut dipenuhi oleh Ikigrasi Selatpanjang.

Sementara tempat disiapkan khusus oleh Lapas Selatpanjang.

(Tribunpekanbaru.com/Teddy Tarigan)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved