Tabungan dan Deposito Emas Pegadaian Terus Naik, Tembus 10,33 Ton

Pada Januari 2025, jumlah saldo Deposito Emas telah mencapai 118 kilogram, sementara saldo Tabungan Emas Pegadaian akhir 2024 sebesar 10,33 ton.

Penulis: Alex | Editor: M Iqbal
Foto/Dok: Pegadaian
SALDO - Pada Januari 2025, jumlah saldo Deposito Emas telah mencapai 118 kilogram, sementara saldo Tabungan Emas Pegadaian hingga akhir 2024 tercatat sebesar 10,33 ton. (Foto/Dok: Pegadaian) 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - PT Pegadaian memperkuat posisi dalam bisnis bulion atau bank emas yang didukung oleh Kementerian BUMN. Sejalan dengan visi Asta Cita pemerintahan Prabowo-Gibran dalam sektor hilirisasi dan industrialisasi, Pegadaian terus mengembangkan layanan emasnya.


Pada Januari 2025, jumlah saldo Deposito Emas telah mencapai 118 kilogram, sementara saldo Tabungan Emas Pegadaian hingga akhir 2024 tercatat sebesar 10,33 ton.


Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk PT Pegadaian, Elvi Rofiqotul Hidayah, menyampaikan bahwa pencapaian ini menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap Kegiatan Usaha Bulion Pegadaian.


"Kepercayaan ini tentu berkat kerja keras seluruh insan Pegadaian dan loyalitas nasabah kami. Pegadaian kini menjadi pelopor sebagai perusahaan pertama di Indonesia yang menjalankan Kegiatan Usaha Bulion," kata Elvi Rofiqotul.


Salah satu produk unggulan dalam bisnis bulion Pegadaian adalah Deposito Emas. Produk ini menawarkan instrumen investasi yang lebih fleksibel dan aman bagi masyarakat yang ingin menabung emas dengan keuntungan kompetitif. Deposito Emas memungkinkan nasabah menyimpan emas dalam jumlah tertentu dengan jaminan keamanan dari Pegadaian.


Keunggulan utama Deposito Emas adalah perlindungan asuransi terhadap emas yang disimpan, fleksibilitas tenor investasi, serta imbal hasil sebesar 1 persen per tahun. Untuk dapat berinvestasi di Deposito Emas, nasabah harus memiliki rekening Tabungan Emas Pegadaian, melakukan upgrade ke akun premium melalui Aplikasi Pegadaian Digital versi 6.1.0, dan menyetor emas minimal 5 gram.


Sebagai langkah awal dalam memperluas bisnis bulion, Pegadaian telah menggelar Kick Off Kegiatan Usaha Bullion beberapa hari lalu. Acara ini diikuti oleh insan Pegadaian dari seluruh Indonesia. Dalam waktu dekat, Pegadaian juga akan menyelenggarakan berbagai kegiatan sosialisasi, termasuk program Pegadaian Goes to Campus yang akan digelar di beberapa universitas terkemuka.


"Kami ingin memperkenalkan layanan bulion ini lebih luas kepada masyarakat, terutama generasi muda. Dengan edukasi yang tepat, kami berharap semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya investasi emas," tambah Elvi.


Pegadaian resmi mendapatkan izin usaha bulion dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada akhir Desember 2024. Dengan izin ini, Pegadaian kini dapat menjalankan berbagai layanan terkait emas, termasuk Deposito Emas, Pinjaman Modal Kerja Emas, Jasa Titipan Emas Korporasi, dan Perdagangan Emas.


Sebagai salah satu lembaga keuangan yang memiliki infrastruktur penyimpanan emas terbesar di Indonesia, Pegadaian dinilai mampu menjalankan bisnis bulion secara profesional. Dengan fasilitas penyimpanan emas berstandar internasional serta jaringan layanan yang luas, Pegadaian siap memperkuat ekosistem emas di Indonesia.


Sejak 15 Januari 2025, Deposito Emas Pegadaian telah tersedia melalui aplikasi Pegadaian Digital. Langkah ini mempermudah nasabah dalam mengakses layanan investasi emas secara praktis dan aman. Pegadaian berkomitmen untuk terus memperluas layanan bulion guna memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.


Dengan terus bertumbuhnya investasi emas di Indonesia, Pegadaian optimistis dapat berkontribusi dalam memperkuat perekonomian nasional. Melalui slogan MengEMASkan Indonesia, Pegadaian berharap dapat mendorong lebih banyak masyarakat untuk menjadikan emas sebagai instrumen investasi unggulan di masa depan.

(Tribunpekanbaru.com/Alexander)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved