Jalan Ninja Telkomsel Menyukseskan Pacu Jalur di Kuansing: BTS Portabel Hadir, Promo Mengalir

Sementara terkait rencana penambahan BTS secara permanen di area Pacu Jalur, ia mengatakan sangat terbuka untuk peluang tersebut.

Diskominfo Riau
Pertandingan final Pacu Jalur yang digelar di Tepian Narosa, Kuansing, Minggu (24/8/2025). Jalur Bintang Emas Cahaya Intan dari Desa Tanjung Hulu Kuantan keluar sebagai juara. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau mendadak menjadi daerah yang padat mulai 20 hingga 24 Agustus 2025 kemarin. Ribuan wisatawan dari berbagai provinsi bahkan mancanegara datang menyaksikan kemeriahan Pacu Jalur, ajang tradisional yang tahun ini mendunia dan viral di jagat maya. 

Selama lima hari itu, wajah-wajah bule mendadak mudah ditemui di tepian Sungai Kuantan. Kehadiran wisatawan mancanegara ini menunjukkan Pacu Jalur bukan lagi hanya sekadar pesta tahunan masyarakat Riau, tetapi menjelma menjadi atraksi budaya kelas dunia yang layak dilestarikan dan dikembangkan.

Elwan, seorang fotografer asal Pekanbaru, sadar betul bahwa iven Pacu Jalur tahun ini akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Pada Rabu (20/8/2025) pagi, ia bersama rekan-rekan sesama fotografer yang datang dari berbagai daerah, akhirnya tiba di lokasi setelah menempuh perjalanan panjang sekitar empat jam dari Ibu Kota Pekanbaru.

“Festival Pacu Jalur tahun ini terasa jauh lebih meriah dibandingkan tahun sebelumnya. Akses menuju lokasi dan fasilitas yang tersedia juga semakin baik. Tidak hanya itu, kemeriahan festival semakin lengkap dengan hadirnya kompetisi bagi para penghobi foto dan video,” ujar Elwan kepada tribunpekanbaru.com, Minggu (24/8/2025).

Meski demikian, sebelum berangkat ia merasa khawatir dengan kestabilan jaringan internet. Sebab, berdasarkan pengalamannya memotret berbagai festival kebudayaan yang dihadiri ribuan pengunjung, persoalan koneksi internet kerap menghantui.

Bagaimana tidak, saat ribuan orang berkumpul dan menggunakan ponsel secara bersamaan, sinyal sering melemah bahkan hilang sama sekali.

"Kondisi ini tentu menyulitkan, terutama ketika kita ingin mengunggah foto atau mengirimkan hasil jepretan secara cepat," sambungnya.

Pada hari pertama, Elwan bersama rekannya merasakan hal itu. Sinyal di ponselnya mendadak sulit, hanya satu bar. Pesan WhatsApp yang dikirim juga berhenti di satu centang.

Meski demikian, ia menganggapnya sebagai hal yang wajar. Pasalnya, pada pembukaan acara tersebut hadir para pejabat tinggi negara, mulai dari para menteri hingga Wakil Presiden Gibran

“Kalau mereka yang sudah biasa meliput acara dengan kehadiran pejabat tinggi negara, kondisi semacam ini bukanlah hal yang baru. Barangkali memang sudah menjadi protap dalam menjaga keamanan para pejabat tersebut,” jelasnya.

Pada hari kedua, Elwan menuturkan sinyal telekomunikasi terasa lebih stabil, terutama bagi pengguna Telkomsel.

Pesan WA yang dikirim tak lagi tertahan, masyarakat pun terlihat mulai ramai melakukan siaran langsung melalui akun media sosial mereka.

Sembari berkeliling mencari spot terbaik untuk memotret, Elwan mengaku melihat beberapa tiang menyerupai antena yang berdiri di tepian sungai. Pada setiap tiang itu menempel dua perangkat berbentuk persegi dan persegi panjang. Area itu ditutupi spanduk merah bertuliskan Telkomsel.

Tiang yang dimaksud adalah Compact Mobile BTS (COMBAT) atau BTS Portable. COMBAT merupakan perangkat menara telekomunikasi mini yang dibuat ringkas, fleksibel, dan bisa dipindahkan sesuai kebutuhan. 

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved