Banjir di Pelalawan
Banjir di Pelalawan Surut, Masih Ada Dua Sekolah yang Libur Karena Tergenang Air
Sebelumnya banjir yang melanda Kabupaten Pelalawan Riau telah merendam 28 sekolah, namun kini banjir mulai surut.
Penulis: johanes | Editor: Theo Rizky
TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Bencana banjir yang melanda Kabupaten Pelalawan Riau telah sempat merendam 28 sekolah dan aktivitas belajar mengajar terpaksa diliburkan selama dua pekan lamanya.
Sebanyak 28 sekolah yang terendam air tersebar di Kecamatan Langgam, Langgam, Pelalawan, hingga Teluk Meranti.
Memasuki hari ke-27 ini, banjir semakin surut dan jumlah sekolah yang sebelumnya tergenang semakin berkurang.
Sebagian besar sekolah mulai kembali aktif belajar di gedung sekolah. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pelalawan terus memantau perkembangan banjir di setiap sekolah yang diliburkan.
"Hasil monitoring hari ini ke korwil-korwil, tinggal 2 sekolah lagi yang belum bisa belajar karena masih terendam banjir," ungkap Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disdikbud Pelalawan, Leo Nardo kepada Tribunpekanbaru.com, Senin (10/2/2025).
Adapun sekolah yang belum aktif belajar meski banjir sudah surut yakni Sekola Dasar Negeri (SDN) 002 Kuala Terusan Kecamatan Pangkalan Kerinci dan SDN 004 Muaro Sako Kelurahan Langgam, Kecamatan Langgam.
Kedua sekolah ini masih meliburkan siswanya karena gedung dan lingkungan sekolah masih dibelenggu banjir.
Lebih lanjut Leo Nardo mengatakan, banjir yang merendam areal SDN 002 Kuala Terusan sebenarnya telah kering.
Bahkan pihak sekolah sudah membersihkan sisa banjir di rumah kelas maupun kantor.
Namun akses jalan menuju sekolah masih dikelilingi banjir yang cukup dalam dan berisiko tinggi Jika dipaksakan.
Diperkirakan dua hari kedepan jalan ke sekolah sudah mulai kering dan aktivitas belajar mengajar bisa dilaksanakan.
Baca juga: Banjir, Ini Akses Jalan yang Bisa Dilintasi Kendaraan di Langgam dan Pangkalan Kerinci
Baca juga: Banjir di Jalintim Kilometer 83 Pelalawan Kering Total dan Debit Sungai Kampar Terus Menurun
"Untuk SDN Muaro Sako memang lingkungan sekolah masih terendam sampai di dalam ruangan, memang tidak tinggi lagi. Ini yang paling awal libur dan paling lama terendam," tambahnya.
Sedangkan 26 sekolah lainnya di empat kecamatan yaitu TK, SDN ,dan SMP telah kembali aktif belajar.
Pihak sekolah dan siswa membersihkan ruangan belajar dan lingkungan sekolah sejak pekan lalu.
Agar proses belajar bisa dijalankan setelah libur dua pekan lebih.
"Hari ini sudah mulai belajar semuanya. Pembersihan sudah selesai kemarin. Kita berharap segera surut semua," tandasnya.
Disdikbud Pelalawan mengimbau pihak sekolah segera menyesuaikan pembelajaran pasca banjir, supaya para peserta didik tidak ketinggalan pelajaran.
(Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)
| Banjir di Desa Lubuk Kembang Bunga Pelalawan Surut Total, Masyarakat Harus Tetap Waspada |
|
|---|
| Debit Air Turun 15 Cm, Hari Kedua Banjir Landa Desa Lubuk Kembang Bunga Pelalawan |
|
|---|
| Desa Lubuk Kembang Bunga Pelalawan Kembali Dilanda Banjir Akibat Luapan Sungai Nilo |
|
|---|
| Banjir di Desa Lubuk Kembang Bunga Pelalawan Surut, Jalan dan Bangunan Tak Tergenang Lagi |
|
|---|
| Satu Keluarga Mengungsi, Banjir di Desa Lubuk Kembang Bunga Pelalawan Meluas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/Siswa-di-SDN-006-Desa-Sering-Kecamatan-Pelalawan-membersihkan-sisa-banir.jpg)