Selasa, 9 Juni 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Pelantikan Kepala Daerah

Usai Dilantik, Kepala Daerah Akan Ikuti Retret, Presiden Prabowo: Mudah-mudahan Kuat

Istilah retret pertama kali diperkenalkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto saat melakukan orientasi para menteri kabinet merah putih

Tayang:
Editor: Sesri
FOTO/Tangkap Layar Kompas TV
PIDATO - Presiden Prabowo Subianto berpidato usai melantik kepala daerah terpilih di Istana Negara Jakarta Kamis (20/2/2025) 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Ratusan Kepala Daerah akan berangkat ke Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah usai dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta. 

Rangkaian retret atau pembekalan kepala daerah di Akmil, resmi dimulai Kamis (20/2/2025) hari ini. 

12 kepala daerah dari Riau juga akan mengikuti retret tersebut.

Dalam pidato usai pelantikan Presiden Prabowo mengatakan setelah ini para kepala daerah akan mengikuti retret yang diselenggarakan Menteri Dalam Negeri digelar di Akmil Magelang.

"Saya akan jumpa saudara di situ. Mudah-mudahan saudara akan kuat digembleng. Yang ragu-ragu boleh mundur" kata Prabowo.

Apa sebenarnya retret dan apa tujuan orientasi ini dilangsungkan khususnya di kawasan pelatihan militer di Magelang?

Istilah retret pertama kali diperkenalkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto saat melakukan orientasi para menteri dan wakil menteri dalam Kabinet Merah Putih.

Mereka digembleng selama empat hari, 24-27 Oktober 2024 untuk mendapatkan materi pembelajaran secara langsung dari para ahli dan arahan secara langsung dari Presiden Prabowo.

Kini, retret kembali digelar dengan peserta para kepala daerah yang terpilih dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024.

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya menjelaskan bahwa pemerintah memiliki harapan terkait pelaksanaan retret kepala daerah ini.

Salah satunya adalah menguatkan emosional dan membangun kedekatan antarkepala daerah.

Membangun kedekatan ini, menurut Bima, tak bisa dilakukan dengan cara jarak jauh, tetapi harus langsung melalui retret.

"Ada satu hal yang enggak bisa dilakukan oleh Zoom, yaitu menguatkan emotional bonding dan membangun chemistry," ujar Bima Arya saat ditemui di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (17/2/2025).

Dia mengatakan, hal ini juga dirasakan oleh para menteri saat menjalani retret. Mereka bisa berkoordinasi dengan cara informal setelah menjalin keakraban di acara retret.

Hal ini dinilai berdampak pada jalur koordinasi dan berimplikasi pada kerja yang lebih efisien. "Begitu ketemu di sana (retret) lebih kenal, sekarang tinnggal WhatsApp kalau ada apa-apa," kata Bima Arya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved