Minggu, 19 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Berita Nasional

Nasib Agam Supriyanta, Kepsek SMAN 1 Cianjur yang Dicopot Dedi Mulyadi Imbas Study Tour ke Bali

Kepala Sekolah Agam Supriyanta dipecat imbas melanggar aturan study tour. Beliau menjabat sebagai Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Cianjur sejak 10 Juli

Editor: Muhammad Ridho
Kolase youtube dan dok SMAN 1 Cianjur
KEPSEK DICOPOT: (kiri) Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (kanan) Kepala Sekolah SMAN 1 Cianjur Agam Supriyanta yang dicopot, Kamis (27/2/2025). SMAN 1 Cianjur nekat melakukan study tour ke luar kota. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kabar Kepsek SMAN 1 Cianjur dicopot Dedi Mulyadi menjadi perbincangan hangat baru-baru ini.

Kepala Sekolah Agam Supriyanta dipecat imbas melanggar aturan study tour.

Ia tetap memberangkatkan siswanya study tour ke Bali.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, akhirnya mencopot Agam Supriyanta.

Dedi Mulyadi menyampaikan hal tersebut melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71. 

Keputusan ini diambil berdasarkan hasil pemeriksaan tim Inspektorat Jawa Barat. 

"Diputuskan bahwa Kepala SMA Negeri 1 Cianjur dinonaktifkan sementara karena kami harus melakukan pendalaman terhadap berbagai kegiatan pengelolaan keuangan di SMA Negeri 1 Cianjur," kata Dedi dalam unggahan videonya.

Dedi Mulyadi menegaskan, langkah serupa akan diterapkan di sekolah lain jika ditemukan kesalahan dalam pengelolaan sekolah. 

"Ini akan terus kami lakukan ke semua SMA dan SMK sehingga kami bisa mendapatkan rekomendasi objektif untuk kepentingan dunia pendidikan," ujarnya. 

Bahkan, jika ditemukan kepala sekolah yang melakukan pelanggaran berat dan tidak dapat ditoleransi, jabatannya akan dicopot secara permanen.

 "Selanjutnya akan ditugaskan menjadi guru biasa di seluruh sekolah di wilayah Jawa Barat," katanya. 

Dedi juga menekankan Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini tengah berupaya membenahi sistem pendidikan serta meringankan beban biaya yang harus ditanggung oleh orangtua siswa. 

"Kami sudah mengeluarkan uang puluhan triliun rupiah. Namun, kalau di sekolahnya masih ada pembebanan dengan biaya tinggi, artinya subsidi yang diberikan itu tidak ada artinya," katanya. 

Hingga berita ini ditulis, Kepala SMA Negeri 1 Cianjur, Agam Supriyanta, belum memberikan tanggapan terkait penonaktifannya. 

Sebelumnya, Agam menyebut, kegiatan tersebut merupakan outing class Implentasi P5 Bhineka Tunggal Ika. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved