Senin, 27 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Berita Viral

Teguk Miras Oplosan yang Dicampur Pil Sapi, Dua Perempuan di Bantul Meregang Nyawa

Konsumsi miras oplosan yang dicampur dengan pil sapi ini diduga menjadi penyebab kematian kedua wanita muda tersebut.

thinkstock
MIRAS OPLOSAN: Dua wanita muda di Bantul tewas usai mengkonsumsi miras oplosan dengan pil sapi. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Dua wanita muda, RNP (21) dan MAM (25), ditemukan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban keracunan minuman keras (miras) oplosan di Kabupaten Bantul pada hari Sabtu, 1 Maret 2025.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Kepolisian Resor (Polres) Bantul, Ajun Komisaris Polisi (AKP) I Nengah Jeffry Prana Widnyana, menjelaskan bahwa peristiwa tragis ini terjadi di Ngumbul, Kalurahan Tamanan, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, sekitar pukul 15.00 WIB.

"Korban mengonsumsi miras bersama rekan-rekan mereka, yaitu KPP (21), warga Kapanewon Banguntapan, dan AF (26), warga Kapanewon Imogiri," ungkap AKP I Nengah Jeffry pada Selasa, 4 Maret 2025.

Kronologi kejadian bermula ketika KPP mendatangi rumah AF di Kapanewon Pleret untuk membeli tiga botol minuman oplosan berukuran 600 ml.

AF kemudian memutuskan untuk ikut minum bersama KPP, dan mereka berdua pergi ke rumah KPP.

Pada pukul 16.30 WIB, RNP dan MAM tiba di rumah KPP, di mana KPP mencampurkan minuman keras tersebut dengan pil sapi yang diperoleh dari sumber yang tidak diketahui.

Konsumsi miras oplosan yang dicampur dengan pil sapi ini diduga menjadi penyebab kematian kedua wanita muda tersebut.

Kasus ini sedang dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

Baca juga: KRONOLOGI Siswa SMP di Pontianak Tewas Dikeroyok saat Pawai Obor: Berawal dari Sholawat

Baca juga: Turis di Bali Ditemukan Tewas Tanpa Busana Dalam Toren Air: Dikira Boneka

Setelah dicampur, mereka berempat melakukan pesta miras hingga pukul 21.00 WIB.

Setelahnya, RNP mulai merasa sakit dan menghubungi rekannya, APN (18), warga Kota Yogyakarta.

APN kemudian menjemput RNP dan membawanya pulang dalam kondisi lemas.

"Menurut keterangan APN, sesampainya di rumah, RNP hanya tidur dan tidak mau makan. Kemudian, pada Minggu (2/3/2025) pukul 21.00 WIB, APN membelikan makanan dan minuman, tetapi RNP tetap menolak," jelas AKP I Nengah Jeffry.

Pada Senin (3/3/2025) pukul 04.18 WIB, RNP mengalami muntah-muntah. Keluarga segera membawanya ke RS Pratama untuk mendapatkan perawatan di IGD. Namun, pada pukul 06.00 WIB, RNP dinyatakan meninggal dunia.

Polsek Banguntapan menerima informasi tentang kejadian ini sekitar pukul 11.18 WIB dan langsung mendatangi lokasi.

Sementara itu, korban MAM yang juga mengalami gejala serupa dinyatakan meninggal dunia di RS Rajawali Citra Banguntapan pada hari yang sama, sekitar pukul 13.00 WIB.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved