KKB Papua
Eks TNI Pasok Senpi untuk KKB, Yuni Enumbi Sengaja ke Bojonegoro Melihat Pembuatan Senjata Api
Tak menyangka, eks TNI ini bahkan datangi pembuatan Senpi untuk memastikan kualitas yang akan dipasoik ke KKB Papua. Ia kini ditangkap
TRIBUNPEKANBARU.COM - Eks TNI yang memasok senjata api bagi Kelompok Kriminal Bersenjata ( KKB ) ke Papua ternyata sengaja melihat proses pembuatan di Bojonegoro .
Ia adalah Yuni Enumbi. Mantan anggota TNI Kodim 18 Kasuari. Yuni pernah mengunjungi Bojonegoro untuk melihat proses pembuatan senjata api yang dipesan untuk Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.
Ia ingin memastikan bahwa senjata api yang dipesan untuk KKB . Yuni Enumbi telah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka
Baca juga: Pasok Senjata Pindad ke KKB Papua, Begini Modus Pecatan TNI Berpangkat Prada Beraksi
Ia adalah dua dari enam tersangka yang ditangkap Polda Papua atas kasus penyelundupan senjata api ke KKB Papua.
Keduanya merupakan mantan anggota pecatan TNI yang pernah bertugas di Kodim 18 Kasuari.
Senjata api dan amunisi yang dipesan oleh Yuni dan Eko dibuat di sebuah rumah di Perumahan Kalianyar Citra Modern, Bojonegoro.
Yuni Enumbi, sebagai pemesan, pernah meninjau langsung lokasi pembuatan senjata api tersebut.
Puluhan senjata api dan ratusan butir amunisi berbagai ukuran yang dipesan serta dibeli oleh Yuni dan Eko ini dibuat di Perumahan Kalianyar Citra Modern, Blok 03 No. 1, Kabupaten Bojonegoro.
Sebagai pemesan dan pembeli, Yuni pernah meninjau langsung ke lokasi pembuatan senpi ini di Bojonegoro.
“Saudara Yuni pernah sampai ke Bojonegoro melihat lokasi pembuatan produksi senjata itu,” kata Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Farman, Selasa (11/3/2025).
Produksi ini melibatkan tiga orang. Teguh Wiyono, warga Bojonegoro sebagai pemasok dan distributor senjata api.
Lalu, Mukhamad Kamaludin, warga Sukosewu Bojonegoro sebagai operator mesin perakitan senjata api.
Sementara Pujiono, warga Jatirogo Tuban, membuat popor senjata.
Ketiganya telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jawa Timur setelah rumah produksi senjata api tersebut dilakukan penggerebekan.
Baca juga: TAMPANG Aske Mabel, Pecatan Polisi yang Ditangkap Terkait KKB Papua
Jumlah Barang Bukti yang Diamankan
Dari penggeledahan yang dilakukan oleh Subdit III Jatanras Dirreskrimum Polda Jatim, polisi menemukan barang bukti berupa amunisi 982 butir berbagai ukuran.
Lalu, piranti untuk membuat senjata, mobil pikap jenis Suzuki, serta senpi rakitan 5 cuk (2 panjang dan 3 pendek).
Senjata-senjata tersebut dipesan dulu oleh Yuni dan Teguh dkk mengetahui bahwa tujuan pembuatan untuk pasokan KKB Papua.
“Tentunya ada pesanan dulu dari Papua. Sangat mengetahui, tetapi yang melakukan komunikasi terhadap jual beli itu adalah saudara Teguh,” ucap Farman.
Setidaknya, dari hasil penyelundupan senjata ilegal ini, Teguh dkk mendapat keuntungan senilai Rp 1,3 miliar sekali kirim ke KKB Papua.
Kasus operasi penggagalan penyulundupan senjata api untuk KKB Papua ini hasil pengungkapan empat wilayah, yakni Polda Papua, Polda Papua Barat, Polda Jatim dan Polda Yogyakarta.
Berawal dari operasi yang dilakukan oleh Satgas Operasi Damai Cartenz-2025 bersama Polda Papua pada Rabu (6/3/2025) di Kilometer 76, Kabupaten Keerom, Papua.
Temuan ini tentu saja diharapkan memutus mata rantai peredaran senjata api ke KKB . (*)
Serka SM, Prajurit TNI Tewas Dibacok OTK, Diserang Saat Pulang dari Rumah Sakit |
![]() |
---|
Dihadang KKB Papua saat Mau Balik Pos, 2 Personel Brimob Tewas Ditembak, Luka di Dada |
![]() |
---|
Tak Menyangka , Dari Anggota Polri , Kini jadi Pimpinan KKB di Papua , Sosok AM Diburu Satgas |
![]() |
---|
KKB OPM Tembak Mati Remaja dan Bakar Bangunan SD di Intan Jaya |
![]() |
---|
Teroris OPM Bakal Sasar Warga non-Papua, Sebut Warga non-Papua Imigran |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.