Selasa, 14 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Cinta Terpendam, Dinihari Mencekam, Feni Ere Dirudapaksa dan Nyawa Dihabisi Teman Nongkrong Ayah

Akibat cinta terpendam , Ahmad tega membuat dinihari itu menjadi dinihari mencekam bagi Feni Ere, seorang gadis muda yang bekerja sebagai sales mobil.

Penulis: pitos punjadi | Editor: Nolpitos Hendri
Capture Instagram Feni Ere
FENI ERE : Cinta Terpendam, Dinihari Mencekam, Feni Ere Dirudapaksa dan Nyawa Dihabisi Teman Nongkrong Ayah. Akibat cinta terpendam , Ahmad tega membuat dinihari itu menjadi dinihari mencekam bagi Feni Ere, seorang gadis muda yang bekerja sebagai sales mobil. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Akibat cinta terpendam , Ahmad tega membuat dinihari itu menjadi dinihari mencekam bagi Feni Ere, seorang gadis muda yang bekerja sebagai sales mobil.

Ahmad yang merupakan teman nongkrong ayah korban, tega merudapaksa Feni Ere dan menghabisi nyawa sales mobil itu.

Untuk menghilangkan jejak kejahatannya, Ahmad membuat mayat Feni Ere ke hutan, dan setahun kemudian baru ditemukan sudah menjadi tulang belulang.

Ahmad Yani alias Bapak Fatima (36) merupakan seorang pekerja di pabrik balok es, ia merupakan teman nongkrong ayah korban, Parman.

Ahmad kadang bekerja sebagai tukang, dan pernah bekerja memasang kanopi di rumah Feni Ere .

Sejak saat itu, Ahmad jatuh cinta kepada Feni Ere, namun cinta terpendam karena tak kunjung disampaikan kepada Feni Ere.

Meski sering nongkrong bareng Parman, Ahmad juga tidak pernah membahas tentang Feni Ere, termasuk tentang cintanya.

Kini, Ahmad telah ditetapkan sebagai tersangka pada kasus pembunuhan Feni Ere.

Diketahui Jasad Feni Ere ditemukan di di dekat wisata air terjun Batu Dewa, Kelurahan Battang Barat, Palopo pada Senin (10/2/2025). 

Kapolres Palopo, AKBP Safi'i Nafsikin saat konferensi pers di Mapolres Palopo pada Jumat (21/3/2025) mengungkapkan motif pelaku melakukan aksi kejamnya itu.

"Pelaku menyimpan perasaan suka terhadap korban dan berniat untuk membawa lari korban," kata AKBP Safi'i Nafsikin, Jumat (21/3/2025).

Ahmad kemudian melancarkan aksinya dengan memasuki rumah korban pada 25 Januari 2024 dini hari.

"Pelaku sempat melakukan pemerkosaan. Korban kemudian melakukan perlawanan sehingga membuat pelaku emosi dan menghabisi nyawa korban," jelasnya.

Ayah korban yang diketahui bernama Parman merupakan salah satu teman nongkrong pelaku.

Namun Parman mengaku pelaku tak pernah membahas atau menyebut nama Feni Ere saat nongkrong dengannya.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved