Ramadan 2025
Keindahan Lampu Colok Malam 27 Ramadan Bengkalis Bikin Kakek Rozali Bernostalgia
Keindahan tampilan menara colok mengundang ramainya masyarakat Bengkalis berkeliling melihat daerah yang membangun menara colok.
Penulis: Muhammad Natsir | Editor: Sesri
TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Di tengah malam yang terang benderang, tatapan mata pria paruh baya itu terlihat penuh kenangan. Rozali, pria berusia 70 tahun, berdiri bersama istrinya, Inong, di tepi lapangan yang terletak di Jalan Bantan Desa Senggoro, Kecamatan Bengkalis.
Mereka berdua, dalam diam, memandang menara yang menjulang tinggi di tengah lapangan yang dihiasi oleh ribuan lampu colok yang membentuk gambar masjid.
Lampu colok merupakan tradisi masyarakat Kabupaten Bengkalis yang dilaksanakan serentak pada setiap malam 27 Ramadhan atau disebut juga dengan malam pitulikur menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Rozali bercerita, saat memandang keindahan menara lampu colok yang membentuk gambar bangunan empat dimensi mesjid ini membuatnya kembali terbayang kenangan masa muda.
Sejak umur 18 tahun dirinya selalu terlibat dalam pembuatan lampu colok menghiasi malam tujuh likur atau dua puluh tujuh Ramadan.
"Kalau lihat lampu colok ini jadi terbayang masa masa muda dulu, meskipun dulu tidak semeriah ini, kami setiap menyambut 27 Ramadan selalu membuat colok, bersama kawan kawan di sini," ungkap Rozali.
Baca juga: Gemilang Cahaya Malam Likur di Siak: Tradisi Lampu Colok Terus Lestari
Baca juga: Diikuti 23 Kelompok, Festival Budaya Lampu Colok akan Dibuka di Desa Senggoro Bengkalis
Ia pun merasa cukup bangga dengan kreatifitas pemuda sekarang, karena sekarang lampu colok tidak hanya sebagai penerang jalan tetapi sudah berbentuk gambar empat dimensi yang mengagumkan.
"Kalau kami dulu lampu colok ini untuk penerangan malam ke 27 Ramadan, kami buat untuk menghiasi jalan jalan saja. Sekarang dah lain modelnya sangat banyak jenis gambar yang diciptakan dari kumpulan lampu colok yang disusun di menara yang di buat" terangnya.
Menara lampu colok yang di pandang Rozali merupakan satu diantara menara kelompok colok yang ikut serta dalam festival budaya lampu colok Bengkalis yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Bengkalis.
Kelompok colok pemuda RT 02 Desa Senggoro ini menjadi tempat pembukan seremonial festival ini.
Bagus Santoso Wakil bupati Bengkalis membuka festival di menara Colok ini bersama Forkopimda Bengkalis. Pembukaan ditandai dengan menghidupkan secara langsung lampu colok oleh Wakil Bupati.
Zulkifli ketua Kelompok Lampu colok ini bercerita, pihaknya menyiapkan menara colok yang tinggi ini hampir satu bulan. Bahkan persiapan dilakukan sejak sebelum puasa.
Menurut dia, menara colok ini dibangun dengan gotong royong baik secara biaya maupun pembangunan menara dan lampu coloknya.
"Kayu pembangun menara kita beli, dari swadaya masyarakat terutama pemuda di sini. Satu menara ini dibangun dengan uang sekitar 15 juta rupiah, sudah masuk biaya minyak untuk menyalakan colok selama beberapa malam terakhir ramadan,' terang Zulkifli.
Gambar yang diciptakan dari susunan lampu colok di menara ini berupa gambar masjid raya yang ada di kota Batam. Gambar ini diciptakan dari susunan sebanyak 4200 lampu colok yang disiapkan.
| Terbanyak Penjualan Melalui QRIS di Bazar Ramadan, Nasabah UMKM BRK Syariah Diberi Reward |
|
|---|
| Jadwal Buka Puasa Pekanbaru Hari Ini, Jumat 28 Ramadan/28 Maret dan Jadwal Imsak 29 Maret 2025 |
|
|---|
| Jadwal Buka Puasa Dumai Hari Ini, Jumat 28 Ramadan/28 Maret dan Jadwal Imsak 29 Maret 2025 |
|
|---|
| Gemilang Cahaya Malam Likur di Siak: Tradisi Lampu Colok Terus Lestari |
|
|---|
| Jadwal Buka Puasa Siak Hari Ini, Kamis 27 Ramadan/27 Maret dan Jadwal Imsak 28 Maret 2025 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/lampu-colok-bengkalis-2025.jpg)