Sabtu, 25 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Budidaya Ikan di Sungai Kampar Terancam Kena Dampak, Kualitas Air Keruh

Air Sungai Kampar keruh. Lebih keruh dari biasanya. Kualitas air diduga menurun dan bisa berdampak buruk bagi kegiatan budidaya perikanan. 

Penulis: Fernando Sihombing | Editor: Ariestia
Tribunpekanbaru.com/Fernando Sihombing
BUDIDAYA IKAN - Kepala Bidang Budidaya Perikanan Dinas Perikanan Kampar, Adri Dwison, Rabu (9/4/2025), mengakui kondisi kualitas air di Sungai Kampar menurun sehingga dikhawatirkan memberi dampak pada budidaya ikan. Foto penampakan keramba ikan budidaya di aliran Sungai Kampar Desa Ranah, Kecamatan Kampar, Selasa (18/6/2024). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Air Sungai Kampar keruh. Lebih keruh dari biasanya.

Kualitas air diduga menurun dan bisa berdampak buruk bagi kegiatan budidaya perikanan. 

Kepala Bidang Budidaya Perikanan Dinas Perikanan Kampar, Adri Dwison mengakui kondisi yang jadi perbincangan berbagai kalangan akhir-akhir ini. 

Menurut dia, aliran sungai yang keruh di sisi hilir bendungan Waduk PLTA Koto Panjang.

Ia mengatakan, perairan waduk terpantau normal. 

"Yang keruh itu di hilir waduk aja. Di waduk masih normal seperti biasa," katanya kepada Tribunpekanbaru.com, Rabu (9/4/2025). 

Ia mengatakan, air keruh karena curah hujan tinggi. Sehingga air membawa material lumpur dari hulu. Pihaknya belum tahu penyebab pasti kegiatan yang menyebabkan air sungai bercampur lumpur. 

Ia berharap, kondisi ini cepat berakhir.

Jika berlangsung terlalu lama, maka dapat berdampak bagi budidaya perikanan. 

Menurut dia, dampaknya belum terlihat saat ini.

"Yang kita takutkan, material lumpur masuk ke  insang ikan," ungkapnya. 

Ditanya upaya yang dilakukan, ia menyatakan, perlu keterlibatan lintas sektor.

Seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Perkebunan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan (Disbunnak Keswan). 

Penyebab kekeruhan perlu dipastikan. Sehingga pangkal masalasahnya dapat diatasi. 

Sementara itu, Manajer Unit Layanan Pembangkit Listrik Tenaga Air (ULPLTA) Koto Panjang, Dhani Irwansyah mengakui, air yang masuk dari hulu waduk memang lebih keruh. 

Meski begitu, air di dalam bendungan tampak normal di permukaan.

Warnanya kehijauan tepat di atas aliran sungai. (Tribunpekanbaru.com/Fernando Sihombing)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved