Rabu, 22 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Berita Viral

Perut Bocah Asal Jember Membesar Tak Bisa BAB Seminggu, Dokter Temukan Hewan Ini di Ususnya

Nasib miris menghampiri seorang bocah berusia tiga tahun lantaran kondisi kesehatannya yang mengejutkan dokter.

Editor: Muhammad Ridho
Kompas.com/Dokumentasi RSD dr Soebandi Jember
KISAH BOCAH VIRAL: Tangkapan layar rontgen bocah perutnya membesar di Jawa Timur, disadur pada Senin (14/4/2025). Viral kisah tentang perut bocah asal Kabupaten Jember, Jawa Timur itu membesar serta tidak bisa buang air besar (BAB) seminggu. Terkuak penyebabnya. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Nasib miris menghampiri seorang bocah berusia tiga tahun lantaran kondisi kesehatannya yang mengejutkan dokter.

Pasalnya bocah laki-laki tersebut mengalami kondisi kesehatan tak biasa.

Perut bocah asal Kabupaten Jember, Jawa Timur itu membesar serta tidak bisa buang air besar (BAB) selama seminggu.

Tak cuma itu, bocah tersebut juga mengalami sakit perut, kesulitan bernapas, dan muntah.

Akhirnya, ia dibawa ke RSD dr Soebandi Jember.

Dilansir dari Tribun Jatim, Direktur RSD dr Soebandi Jember, I Nyoman Semita menyampaikan bahwa anak tersebut memang berasal dari Jember, tetapi tinggal bersama neneknya di Bali.

"Dia datang ke IGD RSD dr Soebandi dalam keadaan gawat darurat," kata dia kepada Kompas.com pada Minggu (13/4/2025).

Dokter di rumah sakit menduga hal itu terjadi karena ada sumbatan pada ususnya sehingga tidak berfungsi maksimal.

"Kemudian diperiksa CT scan, memang menggambarkan suatu kondisi yang disebut ileus obstruktif, yaitu buntunya saluran pencernaan akibat sesuatu," ucapnya.

Setelah itu, pasien tersebut dirawat di rumah sakit.

Saat dirawat di dalam ruangan, pasien tersebut muntah mengeluarkan cacing.

Karena termasuk kasus yang unik, kata dia, akhirnya empat dokter membahas penyakit ini.

Mulai dari dokter ahli bedah anak, dokter ahli parasitologi klinik, hingga dokter spesialis anak.

Para dokter tersebut menyimpulkan bahwa ada proses darurat yang harus dilakukan operasi pada anak tersebut.

"Akhirnya diputuskan untuk operasi karena sudah mengganggu fungsi pencernaan dan pernapasan," ucap dia.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved