Warga Pekanbaru Berbondong-bondong Beli Emas
Pascalebaran, warga Pekanbaru memburu emas di toko emas. Harga yang terus meningkat membuat warga beralih untuk menyimpan uang dalam bentuk emas.
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Awi, salah seorang karyawan senior Toko Emas Nirwana di Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru tampak sibuk melayani pelanggan yang datang silih berganti.
Sesekali ia melempar senyum tipis, menyambut antrean yang seolah tak kunjung surut sedari pagi, mengawali pekan kali ini, Senin (14/4/2025).
Di balik etalase kaca, deretan emas perhiasan dengan beragam bentuk dan model tampak berkilau, memantulkan sorot lampu LED yang terpasang rapat di langit-langit.
Suasananya hiruk-pikuk, tapi tetap teratur siang itu.
Pembeli sabar berdiri menunggu antrean untuk dilayani. Di luar, puluhan kendaraan tampak penuh berderet di pinggir jalan, sementara petugas polisi dengan senjata laras panjang tampak berjaga di beberapa titik depan toko.
Pihak keamanan memang selalu ada ketika suasana toko emas ramai seperti ini, sehingga juga memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Fenomena ini menjadi pemandangan tak biasa dua pekan setelah Idulfitri 2025. Jika biasanya masyarakat datang ke toko emas untuk menjual perhiasan demi menutup kebutuhan pasca-Lebaran, tahun ini justru sebaliknya, mereka berbondong-bondong membeli.
"Cukup ramai dari biasanya. Biasanya masyarakat jual setelah lebaran. Sekarang ada juga yang jual, tapi lebih ramai yang membeli. Mereka nggak cuma beli cincin atau kalung, tapi banyak juga yang ambil batangan," ujarnya.
Harga emas yang melonjak tinggi jadi pemicu utama tren tersebut. Sejak menjelang Lebaran, harga emas naik drastis. Saat ini, harga satu emas atau sekitar 2,5 gram sudah mencapai Rp 4.350.000, atau naik sekitar Rp 400.000 dibanding saat Ramadan jelang lebaran.
Sementara harga per gramnya kini menyentuh Rp1.780.000.
Kenaikan inilah memicu gelombang aksi investasi mendadak dari masyarakat. Bahkan banyak yang rela membongkar tabungan di bank, bahkan menyentuh simpanan pribadi di rumah, demi mengamankan emas.
"Ini bukan karena banyak dapat THR. Kalau THR sudah habis bahkan jelang lebaran. Ini murni tabungan. Saya pikir, uang disimpan di rekening bunganya kecil. Mending beli emas. Aman, dan bisa dijual kapan saja. Apalagi naiknya luar biasa kemaren kan, makanya jadi dipindahin ke emas saja tabungannya," kata Rina Wahyuni, warga Arifin Ahmad, usai membeli lima gram emas batangan, yang datang bersama suaminya.
Rina bukan satu-satunya. Banyak lagi pelanggan lainnya yang datang ke lokasi toko emas di Jalan Tuanku Tambusai, dari seberang Loket Lama hingga ke arah Pasar Cik Puan.
Kondisi ini juga dipengaruhi tren global. Ketidakpastian ekonomi dunia, konflik geopolitik, dan fluktuasi pasar membuat investor, termasuk skala rumah tangga, beralih ke aset yang dianggap aman seperti emas. Tren itu menjalar ke daerah, dan termasuk Pekanbaru ikut menikmati efeknya.
Peningkatan kesadaran masyarakat terhadap investasi emas tak lepas dari edukasi yang kian gencar, baik lewat media sosial maupun kanal-kanal keuangan digital.
| Kejutan Ulang Tahun Aji Santoso dari Pemain PSPS jelang Hadapi Persikad Depok |
|
|---|
| SIM Keliling Pekanbaru Hari Ini Selasa 7 April 2026 Beroperasi di Panam |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Riau, Hujan Sejak Pagi Berpotensi hingga Malam, Waspada Petir dan Angin Kencang |
|
|---|
| Ketua Fraksi PAN DPRD Pekanbaru Berganti, Kini Dijabat Roni Pasla |
|
|---|
| Terungkap Motif Penjambret Amplop Uang Santunan Anak Yatim di Pekanbaru |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/warga-beli-emas-perhiasan-di-toko-emas-jalan-tuanku-tambusai.jpg)