Selasa, 21 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Waspada Titik Api Tak Terpantau Satelit, BPBD Pelalawan Patroli ke Daerah Rawan Karhutla

Tim BPBD Pelalawan melakukan pemantauan titik api di daerah yang selama ini selalu muncul titik api setiap musim kemarau.

Penulis: johanes | Editor: Theo Rizky
Dok BPBD Pelalawan
PEMADAMAN - Petugas gabungan melanjutkan pendinginan di lokasi Karhutla Simpang Samak Kelurahan Pangkalan Kerinci Timur, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan Riau Kamis (13/2/2025). BPBD Pelalawan Riau mulai menggalakan patroli titik api dalam mengantisipasi bencana Karhutla Bulan April ini.  

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pelalawan Riau mulai menggalakan patroli titik api dalam mengantisipasi bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Bulan April ini. 

Tim BPBD Pelalawan melakukan pemantauan titik api di daerah yang selama ini selalu muncul titik api setiap musim kemarau.

Di antaranya Kecamatan Ukui, Teluk Meranti, Kuala Kampar, Pangkalan Kerinci, dan Langgam.

Bahkan tidak jarang titik api yang terdeteksi telah menjadi Karhutla yang meluas. Sehingga sulit untuk dipadamkan oleh petugas gabungan.

"Hari ini anggota patroli di wilayah Ukui tepatnya di daerah Taman Nasional Tesso Nilo. Masih nihil titik api," tutur Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pelalawan, Zulfan M.Si kepada tribunpekanbaru.com, Rabu (16/4/2025).

Ia menyebutkan, patroli titik api akan terus ditingkatkan di wilayah yang selama ini menjadi langganan Karhutla.

Untuk memadamkan penanggulangan apabila ditemukan api Karhutla di areal hutan atau semakin belikan maupun di lahan masyarakat. 

Baca juga: Pelalawan Belum Bisa Tetapkan Status Siaga Darurat, BPBD: Dua Bulan Nihil Kasus Karhutla

Baca juga: Damkar Pelalawan Evakuasi Ular Piton 1 Meter Lebih dari Plafon Rumah Warga Pangkalan Kerinci 

Selain itu, patroli rutin juga mengantisipasi adanya firespot yang tidak terdeteksi oleh satelit BMKG maupun aplikasi dashboard Lancang Kuning milik Polda Riau.

Kondisi itu sering terjadi di Pelalawan, saat hotspot dan firespot terpantau nihil namun ada Karhutla yang sedang membara. 

"Memang dua hari kemarau cukup kuat. Kita kuatir muncul titik api. Makanya harus dipantau terus," kata Zulfan. 

Berdasarkan data BPBD Pelalawan, dua bulan terakhir belum ada kasus Karhutla yang muncul. Termasuk sebaran hotspot masih minim di wilayah Pelalawan.

(Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved