Sabtu, 11 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Bertambah Lagi Korban Keracunan Program Makan Bergizi Gratis yang Digagas Prabowo, Total 342 Siswa

Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka kembali menelan korban.

Editor: Muhammad Ridho
Kolase foto tangkapan video diterima TribunnewsSultra.com/Istimewa
MAKAN GRATIS BOMBANA - Kolase foto tangkapan video murid Sekolah Dasar Negeri atau SDN 33 Kasipute, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra), muntah-muntah diduga menyantap menu makan gratis di sekolahnya, pada Rabu (23/04/2025). Tim kepolisian dari Polres Bombana disebutkan sudah mendatangi dan melakukan pengecekan dapur umum penyedia menu Makan Bergizi Gratis atau program MBG di Kabupaten Bombana, Provinsi Sultra. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka kembali menelan korban.

Ratusan siswa SMP Negeri 35 Bandung, Kota Bandung, keracunan setelah menyantap menu program MBG, Selasa (29/4/2025).

Gejala yang mereka alami adalah mual-mual dan diare.

Menu MBG yang disajikan di sekolah dan disantap oleh siswa tersebut yakni nasi putih, makaroni saus mushroom, kakap krispi, tempe barbeque, mix vegetable, dan buah melon.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Anhar Hadian mengatakan, berdasarkan hasil penelusuran, total siswa SMP Negeri 35 Bandung yang mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG tersebut kurang lebih mencapai 342 orang.

"Betul (keracunan), kurang lebih segitu ya karena kita masih mendata, kemungkinan ada penambahan karena saya belum cek lagi," ujarnya saat dihubungi, Kamis (1/5/2025).

Ia mengatakan, semua siswa yang mengalami keracunan tersebut hanya mengalami pengobatan secara mandiri dan hingga saat ini dipastikan tidak ada yang sampai menjalani perawatan di rumah sakit maupun puskesmas.

"Sebagian besar siswa itu berobat sendiri, ada yang ke puskesmas, ada yang ke dokter tapi mereka datang sendiri. Tapi ada satu orang yang berobat ke Salamun karena ayahnya kerja di Salamun, tapi tidak ada yang dirawat," kata Anhar.

Kendati demikian, pihaknya juga memastikan akan terus melakukan pemantauan terhadap siswa yang menjadi korban keracunan tersebut hingga mereka benar-benar pulih.

"Kami akan juga masih melakukan pengawasan termasuk terhadap siswa-siswi yang mengalami keracunan," ucapnya.

Untuk saat ini, sebagian siswa sudah mulai pulih, tetapi para siswa tersebut masih perlu istirahat total untuk memulihkan kondisinya supaya bisa belajar seperti biasa.

( Tribunpekanbaru.com )

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved