Minggu, 19 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Pemkab Kuansing Rekrut 20 Guru untuk Sekolah Rakyat

Pemkab Kuantan Singingi mulai mempersiapkan tenaga guru untuk ditugaskan mengajar di Sekolah Rakyat (SR), rencananya 20 guru akan direkrut

Penulis: Guruh Budi Wibowo | Editor: FebriHendra
Tribunpekanbaru.com/Guruh
WABUP KUANSING - Wakil Bupati Kuansing Muhklisin menyatakan Pemkab Kuansing akan merekrut 20 guru untuk Sekolah Rakyat, Rabu (21/5/2025). 

TRIBUNPEKANBARU.COM,KUANSING - Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) mulai mempersiapkan tenaga guru untuk ditugaskan mengajar di Sekolah Rakyat (SR).

Wakil Bupati Kuansing Muhklisin mengatakan adapun jumlah tenaga guru yang dibutuhkan sebanyak 20 orang.

"Rekrutmen guru untuk SR sudah dilakukan pada 15 Mei kemarin. Untuk sementara ini, kita membutuhkan 20 orang guru," ujar Mukhlisin, Rabu (21/5/2025).

Adapun guru-guru yang direkrut tersebut untuk SR tingkat SD dan SMP.

Mukhlisin tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan tenaga guru seiring perkembangan pendidikan di SR.

"Untuk penerimaan tahun ajaran 2025/2026 ini kan kita targetkan 100 murid. Jika nantinya tingkat SMA telah menerima murid baru," ujarnya.

Muhklisin juga menegaskan bahwa tenaga guru di SR adalah tenaga pendidik yang  memiliki kompetisi di bidangnya.

Untuk menjamin hal itu, guru-guru yang direkrut nantinya akan mengikuti pelatihan.

"Nantinya tenaga guru yang direkrut tersebut akan ditempatkan di SR. Sebab itu diutamakan yang belum berkeluarga," ujar Muhklisin.

Jelang gedung Universitas Islam Kuantan Singing  (UNIKS) direhabilitasi, proses belajar dan mengajar SR di Kuansing akan digelar di Balai Diklat.

Menurut Muhklisin, gedung Balai Diklat dinilai cukup representatif karena sudah siap pakai.

"Nanti makan, minum hingga tempat tinggal siswa akan ditanggung pemerintah. Semuanya gratis," ujar Muhklisin.

Miskin Esktrem

Sebelumnya di Jakarta, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan, Sekolah Rakyat merupakan bentuk afirmasi bagi anak-anak dari kelompok miskin dan miskin ekstrem, tanpa seleksi akademik ketat. 

“Kalau untuk Sekolah Rakyat itu enggak pakai tes akademik. Yang penting mereka dari desil satu, artinya kelompok miskin dan miskin ekstrem,” ujar Gus Ipul di kantornya, Selasa (20/5/2025).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved