Berita Viral
Bareskrim Polri Ungkap Fakta Skripsi Jokowi Satu-satunya Didigitalkan di Perpustakaan UGM
Ternyata UGM punya kebanggaan pada Jokowi dan sebagai bentuk penghargaan. Makanya Skripsinya didigitalkan di perpustakaan
TRIBUNPEKANBARU.COM - Terkuak fakta bahwa hanya skripsi Joko Widodo saja yang diupload ke bentuk digital untuk lulusan tahun 1985.
Fakta tersebut kemudian terjawab dnegan keterangan yang disampaikan oleh Bareskrim Mabes Polri. Dalam keterangannya disebutkan alasan skripsi Jokowi yang dibikin digital.
Ternyata itu adalah bentuk penghargaan dari pihak UGM yang bangga setelah Jokowi jadi Presiden
Baca juga: Mantan Pemain Ajax Amsterdam Resmi Gabung Timnas Indonesia, Ini Sosoknya
Ya, Bareskrim Polri mengungkapkan hanya skripsi milik Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi yang didigitalkan dalam sistem Perpustakaan Terpadu Digital (PTD) di Universitas Gadjah Mada (UGM).
Skripsi berjudul 'Studi Tentang Pola Konsumsi Kayu Lapis Pada Pemakaian Akhir di Kotamadya Surakarta' itu dibuat Jokowi sebagai syarat lulus sarjana Fakultas Kehutanan UGM pada 1985.
Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro menuturkan penyidik menemukan fakta skripsi digital baru mencakup karya-karya yang dibuat tahun 1990.
"Bahwa skripsi milik Bapak Jokowi dialihkan dalam bentuk digital pada tahun 2016 dan diunggah pada tahun 2019, melalui aplikasi elektronik PTD UGM,” katanya saat konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (22/5/2025).
Menurutnya, aplikasi digital perpustakaan UGM tersebut mulai aktif digunakan sejak 2010.
Djuhandhani menyebut terhadap Jokowi pihak perpustakaan melakukan pengecualian.
Baca juga: Ijazah Jokowi Dinyatakan Asli, Bareskrim Polri Hentikan Penyelidikan Laporan Dugaan Ijazah Palsu
"Sebagai wujud kebanggaan admin dari Fakultas Kehutanan karena ada yang menjadi tokoh nasional, menjadi presiden, oleh admin diupload dan itu hanya satu-satunya yang diupload. Sementara dari yang lainnya baru sampai lulusan tahun 1990," jelas dia.
Selain itu, berdasarkan hasil uji laboratorium forensik (labfor), dipastikan ijazah sarjana Jokowi asli.
Djuhandhani mengatakan pengecekan berdasarkan dari bahan kertas, pengaman kertas, bahan cetak, tinta tulisan tangan, cap stempel, dan tinta tanda tangan dari dekan dan rektor.
"Dari peneliti tersebut maka antara bukti dan pembanding adalah identik atau berasal dari satu produk yang sama," ucap Djuhandani.
Pihak kepolisian juga telah memeriksa total 39 saksi yang terdiri dari berbagai pihak di Fakultas Kehutanan UGM hingga teman Jokowi selama menempuh studi.
"Bahwa terhadap hasil penyelidikan ini telah dilaksanakan gelar perkara untuk memperoleh kepastian hukum tidak ditemukan adanya tindak pidana," ucap dia.
Atas hal tersebut, Bareskrim Polri pun menghentikan proses penyelidikan laporan dugaan ijazah palsu Jokowi.
Penyelidikan sebelumnya dilakukan Bareskrim berdasarkan laporan berupa pengaduan masyarakat (dumas) atas nama pengadu Ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) Eggi Sudjana.
"Penyelidikan ini bukan sekadar menjawab Dumas tapi juga memberikan pemahaman ke masyarakat terkait fakta yang didapat," ucapnya.
Pihak kepolisian telah melakukan uji laboratorium forensik ijazah Jokowi di SMAN 6 Solo dan Fakultas Kehutanan UGM.
Hasilnya penyelidik mendapatkan dokumen asli ijazah sarjana kehutanan nomor 1120 atas nama Joko Widodo dengan NIM 1681KT Fakultas Kehutanan UGM pada tanggal 5 November 1985.
"Dokumen ijazah Jokowi diuji secara laboratoris berikut sampel pembanding dari tiga rekan pada masa menempuh perkuliahan di fakultas kehutanan UGM Uji pembuktian dilakukan dengan pembandingan produk yang sama di mana hasilnya identik," katanya.
Mabes Polri berharap situasi negara ini menjadi semakin tenang setelah adanya jawaban pasti mengenai polemik ijazah palsu yang berkembang di tengah masyarakat.
Baca juga: Cerita Pria Berusia 78 tahun Rudapaksa Bocah 13 tahun di Kebun, Korban Dijebak dengan Daun Talas
Sebelumnya, Jokowi melalui tim kuasa hukumnya telah menyerahkan ijazah asli SMA hingga universitas kepada Dittipidum Bareskrim Polri.
Kuasa hukum Jokowi Yakup Hasibuan mengatakan penyerahan itu dalam rangka adanya aduan dari Ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) Eggi Sudjana terkait dugaan ijazah S1 Jokowi palsu.
“Hari ini kami sudah serahkan semuanya (ijazah) kepada pihak Bareskrim untuk ditindaklanjuti, untuk dilakukan uji laboratorium forensik,” katanya di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (9/5/2025).
Dia menyebut ijazah asli Jokowi dibawa langsung oleh perwakilan keluarga Jokowi yaitu Wahyudi Andrianto selaku adik ipar.
Penyerahan dokumen asli ini, merupakan komitmen Jokowi dalam mendukung proses penyelidikan yang dilakukan Dittipidum Bareskrim Polri.
Dipastikan Asli
Untuk pertamakali, Bareskrim Mabes POlri tampilkan sejumlah foto Joko Widodo. Sejumlah foto yangv menggambarkan aktifitas mantan presiden ke tujuh RI itu selama kuliah di UGM.
Dan foto-foto tersebutlah yang juga menjadi salah satu bagian penting bagi Bareskrim untuk melakukan forensik atas ijazah Jokowi yang dituding palsu.
Berbagai aktifitas yang dialkoni oleh Jokowi selama di UGM tampak jelas pada sejumlah foto yang ditampilkan. Baik itu saat di kampus maupun aktifitas mendaki gunung
Ya, polri menampilkan sejumlah foto Presiden Joko Widodo semasa kuliah di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam konferensi pers di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (22/5/2025).
Foto-foto tersebut menjadi bagian dari upaya pendalaman penyelidikan terkait keaslian ijazah dan riwayat pendidikan Jokowi.
Foto yang ditunjukkan ke publik memperlihatkan berbagai momen semasa kuliah, termasuk saat Jokowi menjalani wisuda hingga kegiatan mendaki gunung.
“Kami juga menampilkan foto-foto yang ditampilkan semasa kuliah,” ujar Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro dalam keterangannya.
Meski ditampilkan secara terbuka, Brigjen Pol Djuhandhani tidak merinci satu per satu lokasi maupun waktu pengambilan foto-foto tersebut.
Selain menelusuri keabsahan ijazah kuliah, polisi juga mendalami data pendidikan Jokowi semasa SMA.
Penyidik menemukan dokumen yang menunjukkan bahwa Jokowi merupakan lulusan SMAN 6 Surakarta, yang sebelumnya bernama Sekolah Menengah Pembangunan Persiapan (SMPP) Surakarta.
Temuan itu mengacu pada fotokopi legalisir surat dari Kanwil Depdikbud Jawa Tengah, yang menjelaskan perubahan nama SMPP menjadi SMA pada tahun 1985.
“Fakta bahwa Bapak Ir. Joko Widodo adalah benar lulusan SMA 6 Surakarta yang juga merupakan SMPP Surakarta pada tahun 1980,” kata Djuhandhani menegaskan.
Salah satu bukti kuat yang dikantongi penyidik adalah Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) nomor 26916 atas nama Joko Widodo.
Dokumen ini telah diuji di laboratorium forensik, dengan mencocokkan bahan kertas, pengaman, dan teknik cetak terhadap STTB milik tiga teman seangkatan Jokowi.
“Hasilnya, antara bukti dan pembanding identik, berasal dari satu produk yang sama,” jelasnya.
Penyelidikan juga mencakup verifikasi nomor induk yang tercantum dalam STTB. Penyidik menemukan nomor tersebut teregister di buku kartu induk murid SMA tahun 1977 yang disimpan di arsip SMAN 6 Surakarta.
“Penyelidik melakukan pengecekan terhadap buku daftar nama murid tahun 1977, 1978, 1979 dan ditemukan nama Joko Widodo. Di kelas 1-11 tercatat di nomor 38, kelas 2 IPA-2 nomor 20, dan kelas 3 IPA-2 juga nomor 20,” ujar Djuhandhani.
Langkah ini menjadi bagian dari verifikasi menyeluruh untuk memastikan keaslian dokumen akademik Presiden ke-7 RI tersebut.
Polri menyatakan akan terus mengedepankan pendekatan ilmiah dan objektif dalam setiap tahap penyelidikan.
Hasil Forensik, Ijazah Jokowi Asli
Kini Bareskrim Polri menyatakan ijazah S1 Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) mantan Presiden Joko Widodo asli.
Bareskrim Polri telah selesai melaksanakan uji laboratorium forensik (labfor) terhadap ijazah yang diadukan palsu oleh Ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) Eggi Sudjana.
Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro, mengungkapkan, ijazah Jokowi diuji labfor dengan melakukan pengecekan dari bahan kertas, pengaman kertas, bahan cetak, tinta tulisan tangan, cap stempel, dan tinta tanda tangan dari dekan dan rektor.
"Dari peneliti tersebut maka antara bukti dan pembanding adalah identik atau berasal dari satu produk yang sama," kata Djuhandhani dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (22/5/2025).
Diketahui, Jokowi lewat tim kuasa hukumnya sudah menyerahkan ijazah asli SMA dan universitas kepada Dittipidum Bareskrim Polri.
Kuasa hukum Jokowi, Yakup Hasibuan, menuturkan bahwa penyerahan itu dalam rangka menanggapi aduan dari Eggi Sudjana atas dugaan ijazah S1 Jokowi palsu.
“Hari ini kami sudah serahkan semuanya (ijazah) kepada pihak Bareskrim untuk ditindaklanjuti, untuk dilakukan uji laboratorium forensik,” kata Yakup di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (9/5/2025).
Pada Selasa (20/5/2025), Jokowi memenuhi undangan Bareskrim Polri untuk memberikan klarifikasi terkait laporan soal ijazahnya.
"Hari ini saya mendapatkan undangan dari Bareskrim untuk keterangan atas aduan dari masyarakat pada Bareskrim dan saya memenuhi undangan itu. Sekaligus saya mengambil ijazah yang saat itu diantarkan ke Bareskrim dan sudah saya ambil," kata Jokowi di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa.
Usai diperiksa selama lebih kurang satu jam, Jokowi mengaku dicecar 22 pertanyaan oleh penyidik terkait ijazah hingga aktivitasnya selama menjadi mahasiswa di Universitas Gajah Mada (UGM).
“Ada 22 pertanyaan yang tadi disampaikan, ya sekitar ijazah, dari SD, SMP, SMA, sampai universitas. Juga yang berkaitan dengan skripsi, dengan kegiatan mahasiswa saya. Masih semasa itu, di sekitar itu,” ujarnya.
Ini Buktinya
Bareskrim Polri telah menyelesaikan uji laboratorium forensik (labfor) terhadap ijazah S1 Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada milik Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi).
Uji forensik dilakukan sebagai tindak lanjut dari pengaduan masyarakat yang diajukan oleh Ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA), Eggi Sudjana.
Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Djuhandani Rahardjo Puro, mengungkapkan sejumlah fakta dalam penyelidikan terkait tudingan ijazah palsu Presiden Jokowi.
Pernyataan itu disampaikan Djuhandani dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta, pada Kamis (22/5/2025).
“Penyelidik mendapatkan dokumen asli ijazah sarjana kehutanan nomor 1120 atas nama Joko Widodo dengan NIM 1681KT Fakultas Kehutanan UGM pada tanggal 5 November 1985 yang telah diuji secara laboratoris,” ujar Djuhandani.
Uji Forensik Pastikan Keaslian Ijazah Jokowi
Djuhandani menjelaskan bahwa hasil uji laboratorium forensik menyatakan ijazah tersebut asli.
Pemeriksaan dilakukan terhadap sejumlah elemen, meliputi bahan kertas, pengaman kertas, bahan cetak, tinta tulisan tangan, cap stempel, serta tinta tanda tangan dari dekan dan rektor.
“Dari peneliti tersebut maka antara bukti dan pembanding adalah identik atau berasal dari satu produk yang sama,” ucap Djuhandani.
Bukti Tambahan: Foto dan Keterangan Saksi
Bareskrim Polri juga mengungkap sejumlah foto yang memperlihatkan Presiden Jokowi saat menjalani masa kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM).
Foto-foto tersebut dijadikan sebagai bagian dari bukti pendukung dalam penyelidikan kasus dugaan ijazah palsu tersebut.
Selain itu, pihak kepolisian telah memeriksa total 39 saksi, yang terdiri dari berbagai pihak di Fakultas Kehutanan UGM hingga teman-teman Jokowi semasa kuliah.
“Bahwa terhadap hasil penyelidikan ini telah dilaksanakan gelar perkara untuk memperoleh kepastian hukum tidak ditemukan adanya tindak pidana,” lanjut Djuhandani.
Kasus Berawal dari Laporan Eggi Sudjana ke Bareskrim
Sebelumnya, Ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) Eggi Sudjana melaporkan Presiden Joko Widodo dan Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof Ova Emilia, ke Bareskrim Polri pada Senin (9/12/2024). Laporan itu terkait dugaan ijazah palsu.
Dalam keterangannya, Eggi menjelaskan bahwa laporan tersebut memiliki dua pendekatan, yakni edukasi politik dan hukum.
“Politiknya adalah kaitan dengan banyaknya peristiwa pemilihan mulai dari Pilpres, Pilkada, penegakan hukumnya adalah dikaitkan dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017, pasal 169 tentang persyaratan untuk ikut Pilpres atau Pilkada lainnya harus punya ijazah,” ucapnya.
Menurut Eggi, kepemilikan ijazah menjadi syarat mutlak, setidaknya sederajat dengan pendidikan SMA.
“Bila dikaitkan dengan politik tadi sekaligus penegakan hukum, nah kita sudah lakukan tiga kali, pengadilan Jakarta Pusat sekitar tahun 2001 menjelang 2022 tapi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat kita dianggap tidak berwenang oleh pengadilan itu,” ungkap Eggi.
Jokowi Serahkan Ijazah Asli ke Bareskrim
Sebelumnya, Presiden Jokowi melalui tim kuasa hukumnya telah menyerahkan dokumen ijazah asli mulai dari jenjang SMA hingga universitas kepada Dittipidum Bareskrim Polri.
Kuasa hukum Jokowi, Yakup Hasibuan, menjelaskan bahwa penyerahan dokumen tersebut dilakukan menyusul laporan dari Eggi Sudjana terkait dugaan pemalsuan ijazah S1.
“Hari ini kami sudah serahkan semuanya (ijazah) kepada pihak Bareskrim untuk ditindaklanjuti, untuk dilakukan uji laboratorium forensik,” katanya di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (9/5/2025).
Yakup menambahkan bahwa ijazah asli Jokowi dibawa langsung oleh perwakilan keluarga, yaitu Wahyudi Andrianto yang merupakan adik ipar Jokowi.
Penyerahan dokumen tersebut menurut Yakup merupakan bentuk komitmen Jokowi dalam mendukung proses penyelidikan oleh Dittipidum Bareskrim Polri.(*)
Inilah Deretan Artis Anggota DPR RI yang Disorot Publik, Kualitas Mereka Dipertanyakan |
![]() |
---|
Mahasiswa Dianiaya, Made Ditemukan Tertelungkup Hanya Kenakan Pakaian Dalam di Pantai Nipah |
![]() |
---|
Pasca Pulih dari Koma, Penyanyi Lawas Indonesia Ini Ditemukan Kaku dalam Rumah, Sahabat ungkap Fakta |
![]() |
---|
Mengulik Opini Viral dari Wamen Stella: Uang Bikin Bahagia Bila Dibelanjakan untuk Orang Lain |
![]() |
---|
Geger, Oknum Jaksa Kasus Uang Palsu UIN Makassar Diduga Minta Uang 5 Miliar untuk Ringankan Tuntutan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.