Jumat, 24 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Berita Viral

Dituding Pembodohan dan Dangkal, Dedi Mulyadi Balas Sindiran Rocky Gerung dengan Senyuman

Sebuah respons tak terduga yang menunjukkan ketenangan Dedi dalam menghadapi serangan.

|
Tangkapan Layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
DEDI MULYADI - Dedi Mulyadi tersenyum santai berjalan di tengah sawah saat menanggapi kritik tajam Rocky Gerung soal visi kepemimpinannya. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menanggapi kritik tajam dari pengamat politik Rocky Gerung.

Dimana Rocku Gerung  yang menyebut visinya sebagai pemimpin daerah dangkal.

Alih-alih terpancing emosi, Dedi memilih memberikan komentar menohok sambil tersenyum lebar di tengah hamparan sawah, pada Jumat (23/5/2025).

Sebuah respons tak terduga yang menunjukkan ketenangan Dedi dalam menghadapi serangan.

"Saya memilih menjadi orang yang berpikiran dangkal namun melahirkan hamparan tanaman," ujar Dedi Mulyadi, dengan senyum khasnya.

"Daripada orang yang mengakui pikirannya dalam malah membuat banyak orang tenggelam," lanjutnya.

Di tengah suasana pagi yang asri, Dedi menegaskan sikapnya dalam menghadapi kritik.

"Pagi semuanya, kita hadapi berbagai kritik dengan senyuman.

Salam sehat bahagia selalu. Dengan melangkah, hidup akan menjadi berkah," imbuhnya.

Baca juga: Megawati Tantang Ijazah Asli Diperlihatkan, Jokowi: Akan Saya Buka

Baca juga: FAKTA-FAKTA Medsos X Error Hari Ini Jumat: Tak Bisa Kirim DM, Juga Terjadi di Luar Negeri

Rocky Gerung Samakan Dedi Mulyadi dengan Jokowi: Mulyono Jilid II?

Sebelumnya, Rocky Gerung melontarkan kritik tajam terhadap gaya kepemimpinan Dedi Mulyadi yang dinilai hanya menjual penampilan visual, bukan visi yang mendalam.

Ia bahkan menyandingkan Dedi Mulyadi dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).

"Jadi kita lagi menonton orang jualan komoditas yang namanya penampilan. Visualisasi, bukan visi," ujar Rocky.

Mengutip teori Guy Debord dalam buku The Society of the Spectacle (1967), Rocky menjelaskan masyarakat saat ini lebih suka mengonsumsi penampilan dangkal dibandingkan gagasan mendalam.

Ia menyebutnya sebagai “masyarakat yang doyan nonton kedangkalan”.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved