Senin, 27 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Mesin Pengolahan Karet di Kuansing Belum Beroperasi, Terkendala Pasokan Listrik

Bantuan mesin pengolahan karet yang diterima Gapoktan Maju Basamo dari Pemkab Kuansing pada akhir tahun 2024 lalu belum juga difungsikan.

Penulis: Guruh Budi Wibowo | Editor: M Iqbal
Tribunpekanbaru.com/Guruh
MESIN PENGOLAHAN - Kepala Disbunnak Kuansing Andriyama Putra saat ditemui di ruang kerjanya beberapa waktu lalu. Kamis (29/5/2025), oa mengatakan bahwa belum beroperasinya mesin pengolahan karet karena terkendala pasokan listrik. 

TRIBUNPEKANBARU.COM,KUANSING - Bantuan mesin pengolahan karet yang diterima Gapoktan Maju Basamo dari Pemkab Kuansing pada akhir tahun 2024 lalu belum juga difungsikan.

Dua unit mesin pengolahan karet senilai Rp 2,3 miliar yang berada di Desa Musalo Kopah, Kecamatan Kuantan Tengah itu digadang-gadang bakal mengolah karet dari petani lokal menjadi berbagai macam produk jadi siap pakai.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kuansing Andriyama Putra, Kamis (29/5/2025) mengatakan bahwa belum beroperasinya mesin tersebut karena terkendala pasokan listrik.

Andriyama mengatakan, untuk mengoperasikannya mesin tersebut membutuhkan pasokan listrik daya listrik sebesar 55.000 watt.

"Daya listrik saat ini tidak sampai segitu, akibatnya mesin tidak dapat menyala," ujar Andriyama.

Untuk menyiapkan daya listrik sebesar tersebut, pihak Gapoktan tidak memiliki anggaran untuk membeli mesin pembangkit sendiri atau dana memasang instalasi listrik dari PLN.

Sementara itu, Pemkab Kuansing tidak memasukan anggaran pembangkit listrik pada APBD murni 2025.

"Kita akan bantu anggarkan di APBD Perubahan 2025 nanti. Dari laporan pihak Gapoktan, mereka membutuhkan anggara Rp 130 juta untuk trafo khusus untuk jaringan listrik di sana," ujar Andriyama.

Andriyama menjelaskan bantuan dua unit mesin pengolahan karet tersebut sebagai bentuk komitmen Pemkab dalam mendukung hilirisasi karet lokal.

Ia berharap dengan adanya hilirisasi tersebut, Kuansing tidak hanya menjual karet mentah.

"Dampaknya nanti tentunya pada perekonomian warga sekitar dan juga petani karet," ujar Andriyama.

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved