Gubri Abdul Wahid Sebut Jembatan Pedamaran 2 Akan Diperbaiki Sebelum Perbaikan Jalan Kubu Panipahan

Jembatan Pedamaran Dua diketahui mengalami kerusakan akibat ditabrak ponton, sehingga proses perbaikan terhambat.

Penulis: Ikhwanul Rubby | Editor: Sesri
FOTO/DOK
Gubernur Abdul Wahid, turun langsung meninjau kondisi Jembatan Pedamaran Dua yang mengalami kerusakan sejak tahun 2021. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, ROHIL – Gubernur Abdul Wahid, MSI, turun langsung meninjau kondisi Jembatan Pedamaran Dua yang mengalami kerusakan sejak tahun 2021.

Kunjungan dalam upaya mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah pesisir Riau, ini dilakukan bersama sejumlah pejabat daerah.

Termasuk Plh Sekda Provinsi Riau, M Job Kurniawan, serta anggota DPRD Rohil, Kamis (12/6/2025).

Jembatan Pedamaran Dua diketahui mengalami kerusakan akibat ditabrak ponton, sehingga proses perbaikan terhambat.

Kerusakan ini tidak hanya mengganggu akses masyarakat, tetapi juga menghambat pengiriman alat berat yang diperlukan untuk membangun jalan lintas pesisir yang menghubungkan beberapa wilayah.

Dalam kunjungan ini ia mengatakan akan melakukan perbaikan Jembatan Pedamaran Dua dahulu agar akses alat berat lancar.

Dalam kunjungannya, Gubernur Wahid mempertanyakan kendala yang dihadapi oleh kontraktor dalam memperbaiki jembatan tersebut.

Ia ingin memastikan bahwa proyek ini dapat berjalan dengan lancar, mengingat pentingnya jalur ini bagi aktivitas masyarakat dan perekonomian lokal.  

Baca juga: Komisi III DPRD Pekanbaru Akui Belum Tahu Juknis Keputusan MK Sekolah Gratis SD dan SMP

Baca juga: Ketua DPRD Riau Harap Kasus Dugaan SPPD Fiktif Bisa Segera Tuntas

"Kami akan perbaiki Jembatan Pedamaran Dua terlebih dahulu, baru kemudian melanjutkan pembangunan jalan lintas pesisir menuju Kubu, Panipahan, hingga Sinaboi," ujarnya kepada awak media.  

Selain memperbaiki infrastruktur, Gubernur Wahid juga menegaskan bahwa jalur tersebut berpotensi diubah statusnya menjadi jalan nasional.

Jika berhasil direalisasikan, status baru ini akan mempercepat mobilitas masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih stabil di wilayah pesisir.  

Tak hanya itu, akses yang lebih baik juga akan memberikan dampak positif bagi sektor perdagangan dan pariwisata. Dengan konektivitas yang lebih luas, daerah pesisir Riau dapat menarik lebih banyak investor dan wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam serta potensi bisnisnya.  

Untuk memastikan proyek berjalan tanpa pemborosan anggaran, pemerintah merancang sistem pembangunan multi years.

Dengan metode ini, pengerjaan dapat dilakukan secara bertahap dengan skema anggaran yang lebih terencana, sehingga efektivitas proyek dapat terjaga.  

"Kami ingin proyek ini benar-benar memberikan manfaat optimal bagi masyarakat pesisir. Infrastruktur yang baik adalah kunci utama meningkatkan kesejahteraan warga," tambahnya.  

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved