Selasa, 14 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Mutilasi di Padang Pariaman

Keluarga Ternyata Sempat Geledah Rumah SJ Cari Siska Octavia 5 Hari Setelah Hilang, tapi Gagal

Kecurigaan keluarga terhadap SJ muncul dari informasi orang pintar yang menyebut Siska Oktavia disembunyikan di rumah pelaku.

Editor: Sesri
Dokumentasi/Polres Padang Pariaman
KASUS PEMBUNUHAN MUTILASI - Sejumlah petugas kepolisian saat mengevakuasi dua kantong jenazah di Pasar Usang, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Kamis (19/6/2025). Dua kantong jenazah tersebut akan dibawa ke RS Bhayangkara Padang. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Keluarga Siska Oktavia korban pembunuhan berantai di Padang Pariaman ternyata sempat mencurigai SJ alias Wanda atas hilangnya korban pada 12 Januari 2024 lalu.

Siska Octavia hilang sejak 12 Januari 2024 lalu dan ditemukan sudah meninggal dunia Kamis (19/6/2025) dikubur di dalam subur di rumah pelaku Wanda yang juga merupakan kekasihnya.

Kakak sepupu korban, Randa Yulianda (29), saat ditemui di rumah duka pada Kamis (19/6/2025) sore mengatakan keluarga sempat menggeledah rumah SJ, lima hari setelah Siska Octavia menghilang.

Kecurigaan keluarga terhadap SJ muncul dari informasi orang pintar yang menyebut Siska Oktavia disembunyikan di rumah pelaku.

Namun, mereka tidak menemukan Siska Oktavia di dalam rumah, padahal jasadnya sudah terkubur di sumur tua di area tersebut.

“Lima hari setelah Siska hilang, kami melakukan penggeledahan ke rumah SJ. Saat itu kami membawa SJ dan beberapa tokoh masyarakat setempat. Namun, saat digeledah, kami tidak menemukan keberadaan Siska,” ujar Randa kepada TribunPadang.com.

“Orang pintar itu bilang, ‘Temui pacarnya, Siska, di rumahnya.’ Dari situlah kami datangi rumah SJ pada tengah malam. Waktu itu memang kami sudah curiga. Tapi saat kami geledah kamarnya dan beberapa sudut rumah, Siska tidak ditemukan,” jelas Randa.

Baca juga: Menguak Kesadisan Wanda: Mutilasi Tubuh Korban Jadi 10 Bagian siang Hari di Padang Pariaman

Baca juga: Wawancara Wanda Pelaku Mutilasi 3 Wanita, Kapolres Padang Pariaman Terdiam dan Heran

Meski sudah curiga, keluarga tidak bisa leluasa melakukan penggeledahan karena saat itu ibu pelaku terus menangis saat mereka datang.

“Saat itu ibunya menangis terus. Kami juga jadi tidak enak, karena penggeledahan dilakukan sekitar pukul 02.00 WIB dini hari,” tambahnya.

Randa menyebut kecurigaan keluarga  menghilang karena SJ pandai bersandiwara dan mampu mengelabui orang-orang di sekitarnya.

“Pelaku ini pandai bersandiwara. Raut wajahnya bisa berubah, seolah-olah bukan dia pelakunya. Bahkan waktu kami mau geledah rumahnya, dia sangat semangat dan bilang, ‘cepatlah, bang, pergi sama saya. Biar saya yang tunjukkan rumah saya itu’,” kata Randa menirukan ucapan SJ.

Randa juga mengungkapkan, saat penggeledahan, SJ sempat menunjukkan lokasi dapur dan sumur tua di rumah tersebut tempat jasad Siska belakangan diketahui dikuburkan.

“Dia sempat bilang, ‘Itu dapur, dan itu ada sumur tua.’ Tapi kami tidak memeriksanya lebih jauh karena ibunya terus menangis. Kami khawatir warga merasa tidak nyaman, karena saat itu ibunya juga sedang beristirahat,” tutup Randa.

Ibunda Siska Meninggal

Kesedihan mendalam menyelimuti keluarga korban pembunuhan berantai di Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved