Senin, 20 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Pekerja Tewas Diterkam Harimau

BKSDA Riau Pasang 6 Kamera Jebak Pasca Pekerja Tewas Diserang Harimau di Pelalawan

Kamera trap 6 unit dipasang di titik-titik yang kemungkinan dilintasi harimau . Selain itu, tim BKSDA telah melakukan pemantauan menggunakan drone

Penulis: johanes | Editor: Sesri
Dok Polres Pelalawan
JEJAK - Jejak kaki harimau ditemukan. Seorang pekerja Hutan Tanaman Industri (HTI) di areal konsesi perusahaan di Distrik Merawang Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau pada Selasa (24/6/2025) malam lalu langsung ditangani tim gabungan. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Riau memasang kamera jebak di sekitar lokasi serangan harimau sumatera yang menewaskan pekerja Hutan Tanaman Industri (HTI) di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan pada Selasa (24/6/2025) malam lalu.

Interaksi negatif manusia dengan si belang selalu menelan korban luka maupun korban jiwa dari masyarakat, khususnya pekerja di areal perusahaan HTI maupun perusahaan perkebunan kelapa sawit.

Korban Hadito alias Kuang yang diterkam binatang buas itu hingga meregang nyawa dengan sejumlah luka gigitan dan cakaran di tubuhnya.

Pasca serangan mematikan hewan bernama latin panthera tigris sumatrae itu, tim gabungan dari BKSDA Provinsi Riau, Polsek Teluk Meranti, dan manajemen perusahaan HTI melakukan mitigasi ke lapangan. Sekaligus mengambil langkah-langkah agar tidak terulang lagi kejadian serupa kepada pekerja perusahaan. 

"Sudah dilakukan pemasangan kamera jebak sebanyak 6 unit, untuk memantau pergerakan dan mengidentifikasi individu harimau tersebut," ungkap Kapolsek Teluk Meranti, Ipda Bobby Even SH kepada tribunpekanbaru.com, Minggu (29/6/2025).

Baca juga: Harimau Kerap Muncul 2 Bulan Sebelum Pekerja HTI di Pelalawan Tewas Diterkam Harimau 

Baca juga: Konflik Harimau dan Manusia di Riau, Pekerja HTI di Pelalawan Tewas, Jejak Dua Ekor Ditemukan di TKP

Kamera trap 6 unit dipasang di titik-titik yang kemungkinan dilintasi harimau tersebut. Selain itu, tim BKSDA telah melakukan pemantauan menggunakan drone termal yang mendeteksi panas tubuh dengan radius 5 kilometer dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) penyerangan. Namun belum ada tanda-tanda keberadaan hewan bertaring panjang itu.

Proses investigasi dan pengamatan di lokasi serangan harimau diserahkan ke pihak perusahaan, lantaran masuk dalam areal konsesinya. 

"Untuk langkah selanjutnya, kemungkinan menunggu hasil kamera jebak yang sudah dipasang," tambah Kapolsek Bobby. 

Diberitakan sebelumnya, Tim dari Polsek Teluk Meranti, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Riau, dan pihak perusahaan pemilik konsesi HTI melakukan pengecekkan ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada Rabu (25/6/2025) lalu.

Mereka mendatangi lokasi dimana korban Hadito diterkam hewan buas itu hingga meregang nyawa dengan sejumlah luka gigitan dan cakaran di sekujur tubuhnya.

"Tim penelusuran menemukan korban sudah tidak bernyawa dengan banyak luka di tubuhnya," beber Kasi Humas Polres Pelalawan, Iptu Thomas Bernandes Siahaan kepada tribunpekanbaru.com, Kamis (26/5/2025) lalu.

Korban diterkam si belang dengan saat buang air besar sekitar pukul 19.30 wib di belakang camp pekerja.

Korban Hadito alias Kuang hanya menggunakan celana pendek dan bertelanjang dada saat buang hajat di kamar mandi. Ketika ia membuka celana, langsung diserang dan dibawa ke arah hutan akasia. 

Rekan kerja pelaku terlebih dulu menemukan celana dan telepon genggamnya saat mencari setelah mendengar teriakan korban.

Para pekerja menemukan Hadito dalam kondisi telungkup dan kondis telanjang. Sejumlah luka gigitan dan cakaran di bahu, leher, serta punggung membuat ia meregang nyawa. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved