Rabu, 13 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Berita Viral

Warga Menangis Lihat Perut Ular 8 Meter yang Bengkak, Setelah Dibelah Semua Syok

LN awalnya berangkat ke kebun hendak memberi makan ayam. Saa itulah korban kemudian dimangsa oleh ular yang lumayan besar

Tayang:
Editor: Budi Rahmat
X
DIMANGSA - Tangisan pilu kerabat dan keluarga kakek bernama La Noti (63) di Kelurahan Majapahit, Kecamatan Batauaga, Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara pecah usai menyaksikan tubuh petani tersebut ditemukan dalam perut ular piton sepanjang 8 meter, Jumat (4/7/2025). 

AKP Asep menjelaskan bahwa insiden dipatuk ular ini bukanlah yang pertama kali dialami korban.

 "Iya, almarhum sudah tiga kali dengan yang sekarang dipatuk ular di dalam lubang. Niatnya mencari ikan, malah ular yang dipegang sehingga mematuknya," jelasnya .

 "Namun, kali ini, gigitan ular tersebut diduga memiliki bisa yang sangat mematikan hingga merenggut nyawa korban."imbuhnya.

Pihak kepolisian masih terus menyelidiki lebih lanjut penyebab pasti kematian Damin.

Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat dipatuk ular saat sedang beraktivitas mencari ikan lele.

"Kejadian ini menjadi pengingat akan bahaya yang mungkin mengintai di alam bebas, terutama bagi mereka yang berinteraksi," katanya.

Korban semalam sudah diserahkan ke pihak keluarga dan sudah dimakankan di pemakaman desa setempat.

" Pihak keluarga pun sudah menerima dengan ikhlas kematian korban sebagai sebuah takdir dari Allah SWT," pungkasnya

Akhirnya Temui Ajal

Kisah lainnya, tragis, Seorang pemburu ular ditemukan tewas di kebun sawit dengan kondisi telentang.

Kepalanya bersandar di gundukan tanah. Saat ditemukan pertamakali, warga tak menyangkap penyebabnya.

Namun, belekangan didapati bekas gigitan ( ular) dibagian pada mata kaki . Terang saja warga kemudianb bersepekulasi jika kematian korban akibat gigitan ular berbisa.

Sosok tersebut adalah Zainal (37). Ia merupakan warga Dusun Lingkun, Desa Penyampak, Kecamatan Tempilang, Bangka Barat.

Zainal ditemukan tewas mengenaskan di kebun sawit milik warga. Jasadnya ditemukan dalam posisi terlentang dengan kepala bersandar di gundukan tanah dan terdapat bekas luka gigitan pada mata kaki.

“Ditemukan sudah meninggal, kemudian warga melapor. Mereka kenal Zainal yang memburu ular untuk dijual,” kata Kepala Seksi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso saat dihubungi, Senin (16/6/2025).

Yos menjelaskan, jasad Zainal pertama kali ditemukan oleh warga bernama Jum’ah (55) pada Minggu (15/6/2025), tidak jauh dari aliran bandar di kebun sawit milik warga bernama Pili.

“Perkiraan meninggal dua hari sebelumnya, sempat disangka hilang kemudian dicari warga sampai akhirnya ditemukan,” ujar Yos.

Menurut kesaksian sepupu korban, Kasani, Zainal terakhir terlihat pada Sabtu (14/6/2025). Saat itu, sepeda motor Zainal terparkir di pondok kebun dalam kondisi mesin masih panas. Namun, Zainal tidak terlihat di sekitar lokasi.

Di tempat itu juga ditemukan dua karung berisi ular hasil tangkapan. Karena curiga, Kasani lalu mengajak keluarga untuk melakukan pencarian hingga akhirnya jasad korban ditemukan keesokan harinya.

Menerima laporan dari warga, Polsek Tempilang bersama tenaga kesehatan dari Pustu Desa Penyampak mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal.

“Dari hasil pemeriksaan luar oleh petugas kesehatan, ditemukan dua bekas luka gigitan ular pada bagian bawah mata kaki kanan korban."

"Selain itu, kondisi tubuh korban juga sudah mulai membusuk. Diduga korban telah meninggal dunia sejak dua hari sebelumnya,” terang Yos.

Keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak visum maupun autopsi. Jenazah langsung dimakamkan pada hari yang sama.

Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat, khususnya yang beraktivitas di kebun atau hutan, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap hewan liar, terutama ular berbisa. Polisi juga mengapresiasi peran aktif warga dalam pencarian dan pelaporan kejadian tersebut.

Kejadian ini tentu saja jadi pelajaran bagi kita semua. Bahwa tidak semudah yang diperkirakan ketika menangkap hewan berbisa. 

Selalulah instropeksi dan gunakan peralatan yang memadai. 

Cincang Ular

Seorang ibu di Desa Winning, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, mengalami nasib tragis pada Rabu malam, 9 April 2025.

Setelah tak kunjung kembali dari kebun, anak-anaknya melakukan pencarian dan menemukan sang ibu telah meninggal dunia akibat dililit ular piton. 

Anak korban berinisial S (34) menuturkan bahwa ibunya memiliki kebiasaan pulang dari kebun antara pukul 16.00 hingga 17.00 WITA. 

Identitas korban hingga kini belum diumumkan.

Namun, hingga pukul 18.00 WITA, ibunya belum juga kembali.

"Biasanya sudah pulang jam 4 atau jam 5 sore, ini sudah jam 6 belum pulang, makanya kita naik susul," ujar S.

Penemuan yang Mengejutkan

Adik S, yang sebelumnya pergi ke kebun bersama ibunya, menunggu di lokasi namun tidak menemukan ibunya.

Setelah memanggil S untuk membantu mencari, mereka akhirnya menemukan ibunya dalam keadaan mengenaskan, terlilit ular.

"Ibunya tengkurap dengan lilitan ular menutupi seluruh badan, yang terlihat hanyalah bagian kaki," jelas S.

Sontak, adik S berteriak dan meminta bantuan untuk memotong ular tersebut.

Dalam video amatir yang beredar, terlihat S menangis sambil memotong tubuh ular yang melilit ibunya.

"Ketakutan tidak lagi terbesit, perasaan berkecamuk melihat ibunya meninggal mengenaskan," ungkap S.

Duka Mendalam

Suasana duka menyelimuti rumah korban.

Keluarga yang ditinggalkan tampak berduka, dengan mata sembap akibat tangisan.

Suami korban terlihat masih menitikkan air mata atas kepergian istrinya.

S, yang menemukan ibunya pertama kali, masih sesekali menyeka air matanya saat melihat ayahnya bercerita tentang ibunya.

Ibunya kemudian dievakuasi dan dimakamkan dekat rumah duka pada Kamis, 10 April 2025.

Keluarga berharap agar kejadian tragis ini tidak terulang dan menjadi perhatian bagi masyarakat sekitar mengenai bahaya ular di kebun.(*)

Sumber: Tribun sultra
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved