Senin, 18 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Karhutla di Riau

Kualitas Udara di Kota Dumai Kategori Tidak Sehat, ISPU 108

Sejak beberapa hari terakhir, kota Dumai diselimuti kabut asap, diduga dari kebakaran hutan dal lahan (Karhutla)

Tayang:
Penulis: Donny Kusuma Putra | Editor: Sesri
Tribunpekanbaru.com/Donny Putra
KABUT ASAP- Kabut asap menyelimuti kota Dumai Kamis (24/7/2025), berdasarkan ISPU kualitas udara kategori tidak sehat 

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Kualitas udara kota Dumai pada Kamis (24/7/2025) dalam level tidak sehat dengan nilai ISPU 108.

Sejak beberapa hari terakhir, kota Dumai diselimuti kabut asap, diduga dari kebakaran hutan dal lahan (Karhutla) yang terjadi di kota Dumai, maupun tetangga. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota Dumai, Agus Gunawan mengaku, kondisi udara dikota Dumai, mulai tercemar kabut asap, diduga berasal dari Karhutla. 

"Secara Kasat mata memang beberapa hari belakangan kabut asap mulai menyelimuti kota Dumai, bahkan di pagi hari itu kabut asapnya jelas terlihat," katanya, Kamis  (24/07/2025).

Berdasarkan  ISPU di kota Dumai hari ini kualitas udara dalam kondisi tidak Sehat dengan nilai 108.

"Kategori sudah tidak sehat, dan mengarah ke Sangat Tidak sehat untuk warna kategori Kuning dan semoga tidak  Merah atau hitam," ujarnya.

Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) merupakan angka tanpa satuan, digunakan untuk menggambarkan kondisi mutu udara ambien di lokasi tertentu dan didasarkan kepada dampak terhadap kesehatan manusia, nilai estetika dan makhluk hidup lainnya. 

Baca juga: Jarak Pandang Perairan Bengkalis Belum Terhalang Kabut Asap

Baca juga: Kabut Asap Selimuti Rohil, Bernapas Tidak Enak, Tenggorokan Mulai Sakit

Khusus untuk daerah rawan terdampak kebakaran hutan dan lahan, informasi ini dapat digunakan sebagai early warning system atau sistem peringatan dini bagi masyarakat sekitar.

Perhitungan ISPU dilakukan pada 7 (tujuh) parameter yakni PM10, PM2.5, NO2, SO2, CO, O3, dan HC. Terdapat penambahan 2 (dua) parameter yakni HC dan PM2.5 dari peraturan sebelumnya. Penambahan parameter tersebut didasari pada besarnya resiko HC dan PM2.5 terhadap kesehatan manusia.

Dirinya menerangkan, melihat kondisi Karhutla masih terjadi di Dumai dan daerah lainnya, tidak menutup kemungkinan kondisi udara di kota Dumai masuk ke Kategori sangat tidak sehat

Agus mengimbau agar masyarakat bisa menjaga kesehatan dengan lebih banyak mengkonsumsi air mineral atau air putih agar tubuh tidak kekurangan cairan.

‎"Kami juga sudah melaporkan kepada Disdik Dumai agar mengimbau para murid untuk menggunakan masker dan tidak melakukan aktifitas di luar Kelas," pungkasnya 

Rentang Kategori Penjelasan
1-50 Baik Tingkat mutu udara yang sangat baik, tidak memberikan efek negatif terhadap manias, hewan dan tumbuhan
51-100 Sedang Tingkat mutu udara masih dapat diterima pada kesehatan manusia, hewan dan tumbuhan
101-200 Tidak sehat Tingkat mutu udara yang bersifat merugikan pada manusia, hewan dan tumbuhan
201-300 Sangat tidak sehat Tingkat mutu udara yang dapat meningkatkan resiko kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar
301+ Berbahaya Tingkat mutu udara yang dapat merugikan kesehatan serius pada populasi dan perlu penanganan cepat.

 

(Tribunpekanbaru.com/donny kusuma putra

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved