Karhutla di Riau
Kualitas Udara di Kota Dumai Kategori Tidak Sehat, ISPU 108
Sejak beberapa hari terakhir, kota Dumai diselimuti kabut asap, diduga dari kebakaran hutan dal lahan (Karhutla)
Penulis: Donny Kusuma Putra | Editor: Sesri
TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Kualitas udara kota Dumai pada Kamis (24/7/2025) dalam level tidak sehat dengan nilai ISPU 108.
Sejak beberapa hari terakhir, kota Dumai diselimuti kabut asap, diduga dari kebakaran hutan dal lahan (Karhutla) yang terjadi di kota Dumai, maupun tetangga.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota Dumai, Agus Gunawan mengaku, kondisi udara dikota Dumai, mulai tercemar kabut asap, diduga berasal dari Karhutla.
"Secara Kasat mata memang beberapa hari belakangan kabut asap mulai menyelimuti kota Dumai, bahkan di pagi hari itu kabut asapnya jelas terlihat," katanya, Kamis (24/07/2025).
Berdasarkan ISPU di kota Dumai hari ini kualitas udara dalam kondisi tidak Sehat dengan nilai 108.
"Kategori sudah tidak sehat, dan mengarah ke Sangat Tidak sehat untuk warna kategori Kuning dan semoga tidak Merah atau hitam," ujarnya.
Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) merupakan angka tanpa satuan, digunakan untuk menggambarkan kondisi mutu udara ambien di lokasi tertentu dan didasarkan kepada dampak terhadap kesehatan manusia, nilai estetika dan makhluk hidup lainnya.
Baca juga: Jarak Pandang Perairan Bengkalis Belum Terhalang Kabut Asap
Baca juga: Kabut Asap Selimuti Rohil, Bernapas Tidak Enak, Tenggorokan Mulai Sakit
Khusus untuk daerah rawan terdampak kebakaran hutan dan lahan, informasi ini dapat digunakan sebagai early warning system atau sistem peringatan dini bagi masyarakat sekitar.
Perhitungan ISPU dilakukan pada 7 (tujuh) parameter yakni PM10, PM2.5, NO2, SO2, CO, O3, dan HC. Terdapat penambahan 2 (dua) parameter yakni HC dan PM2.5 dari peraturan sebelumnya. Penambahan parameter tersebut didasari pada besarnya resiko HC dan PM2.5 terhadap kesehatan manusia.
Dirinya menerangkan, melihat kondisi Karhutla masih terjadi di Dumai dan daerah lainnya, tidak menutup kemungkinan kondisi udara di kota Dumai masuk ke Kategori sangat tidak sehat
Agus mengimbau agar masyarakat bisa menjaga kesehatan dengan lebih banyak mengkonsumsi air mineral atau air putih agar tubuh tidak kekurangan cairan.
"Kami juga sudah melaporkan kepada Disdik Dumai agar mengimbau para murid untuk menggunakan masker dan tidak melakukan aktifitas di luar Kelas," pungkasnya
| Rentang | Kategori | Penjelasan |
| 1-50 | Baik | Tingkat mutu udara yang sangat baik, tidak memberikan efek negatif terhadap manias, hewan dan tumbuhan |
| 51-100 | Sedang | Tingkat mutu udara masih dapat diterima pada kesehatan manusia, hewan dan tumbuhan |
| 101-200 | Tidak sehat | Tingkat mutu udara yang bersifat merugikan pada manusia, hewan dan tumbuhan |
| 201-300 | Sangat tidak sehat | Tingkat mutu udara yang dapat meningkatkan resiko kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar |
| 301+ | Berbahaya | Tingkat mutu udara yang dapat merugikan kesehatan serius pada populasi dan perlu penanganan cepat. |
(Tribunpekanbaru.com/donny kusuma putra
| 35 Ton Garam Disemai, OMC Terus Digencarkan Meski Karhutla di Riau Sudah Nihil |
|
|---|
| Operasi Modifikasi Cuaca Dilakukan di Dumai–Rupat, Namun Awan Potensial Masih Minim |
|
|---|
| Pemadaman Karhutla di Desa Palkun Bengkalis Terkendala Air Minim dan Angin Kencang |
|
|---|
| Manggala Agni Konsentrasi Kendalikan Karhutla di Empat Desa Bengkalis |
|
|---|
| Hujan Deras Melanda Sejumlah Wilayah Rohil, Titik Api Mulai Padam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/kabut-asap-menyelimuti-dumai-24-juli.jpg)