Kahutla di Riau
Tak Terjangkau Jalur Darat, SM Rimbang Baling dan Perbukitan di Kampar Masih Terbakar
Supervisor Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) Kampar, Edison mengaku kawasan itu masih terbakar.
Penulis: Fernando Sihombing | Editor: Sesri
TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Kawasan perbukitan Suaka Margasatwa (SM) Rimbang Baling di Desa Gema Kecamatan Koto Kampar Hulu masih terbakar hingga Jumat (25/7/2025).
Kebakaran Rimbang Baling jadi sorotan setelah viral. Video penampakan areal yang pohonnya tampak telah ditebangi, beredar luas di media sosial sejak Rabu (23/7/2025).
Netizen menyebut adanya potensi sengaja dibakar untuk membuka lahan dengan menanam kelapa sawit.
Supervisor Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) Kampar, Edison mengaku kawasan itu masih terbakar.
Begitu juga kawasan perbukitan dekat perbatasan Riau-Sumatera Barat di Desa Bandur Picak Kecamatan Koto Kampar Hulu dan Desa Merangin Kecamatan Kuok.
"Masih (terbakar)," katanya saat dikonfirmasi Tribunpekanbaru.com, Jumat siang. Ia tak menampik kebakaran sudah berlangsung sekitar satu pekan.
Ia mengaku pihaknya tak dapat melakukan pemadaman di lokasi tersebut. Sebab lokasi tak terjangkau perjalanan darat.
Ia belum mendapat informasi bahwa Helikopter akan melakukan pengeboman air (water bombing) di lokasi. Sebelumnya pihaknya diberitahu salah satu helikopter rusak pada bagian pembuka katup tangki air.
Baca juga: Karhutla di Kuala Panduk Pelalawan Padam Total, Segini Luas Lahan Gambut yang Telah Hangus
Baca juga: Kawasan Rimbang Baling dan Hutan Alam di Batas Riau-Sumbar Terbakar, Lokasi Tak Terjangkau
Berdasarkan informasi yang pihaknya terima, helikopter masih difokuskan melakukan pemadaman di wilayah Rokan Hulu dan Rokan Hilir.
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kedua daerah ini menjadi yang terparah.
Tentang Suaka Margasatwa Rimbang Baling
Suaka Margasatwa Rimbang Baling memiliki luas sekitar 141.226,25 hektare.
Kawasan ini membentang di dua kabupaten di Provinsi Riau, yaitu Kampar dan Kuantan Singingi.
Rimbang Baling merupakan salah satu habitat penting bagi harimau Sumatera, tapir, siamang, dan beruang madu serta berbagai spesies langka lainnya.
Sungai Subayang yang mengalir di kawasan ini menjadi jalur utama transportasi dan habitat ikan endemik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/Suaka-Margasatwa-SM-Rimbang-Baling-terbakar.jpg)