Rabu, 15 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Karhutla di Riau

Tiga Daerah di Riau Masih Dilanda Karhutla, Rohil Paling Banyak Titik Api

Petugas gabungan dari Manggala Agni bersama Satgas Karhutla terus melakukan pemadaman Karhutla di enam lokasi di Riau.

Penulis: Syaiful Misgio | Editor: Theo Rizky
Dok Polsek Rupat
PEMADAMAN - Upaya pemadaman Karhutla dilakukan Polsek Rupat dan stakeholder terkait beberapa waktu lalu di Rupat Bengkalis. Petugas gabungan dari Manggala Agni bersama Satgas Karhutla terus melakukan pemadaman Karhutla di enam lokasi di Riau. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih melanda tiga daerah di Provinsi Riau, Senin (11/8/2025).

Petugas gabungan dari Manggala Agni bersama Satgas Karhutla terus melakukan pemadaman di enam lokasi.

Titik api terbanyak berada di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).

Lokasi terdampak meliputi empat kepenghuluan di Rohil.

Di antaranya kepenghuluan Bagan Sempurna, Bangko Sempurna, Teluk Nilap dan Simpang Kanan.

Sementara dua titik lagi ada di luar Rohil.

Yakni di Kelurahan Mundam Dumai dan Desa Pekan Tua di Indragiri Hilir (Inhil).

Koordinator Manggala Agni Daops Riau, Edwin Putra, mengatakan cuaca panas dan angin kencang membuat api cepat merambat.

Baca juga: Manggala Agni Intensifkan Pemadaman Karhutla di Rohil, Dumai dan Inhil

“Mayoritas titik api ada di Rohil. Pemadaman darat dan udara terus kita lakukan agar api tidak meluas,” ujarnya, Senin (11/8/2025).

Hingga saat ini Provinsi Riau masih berstatus Tanggap Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan.

Status ini ditetapkan sejak Selasa (22/7/2025) lalu dan seharusnya berakhir pada Senin (4/8/2025). 

Namun melihat kondisi Karhutla yang masih meluas, Pemprov Riau memperpanjang selama 14 hari ke depan, terhitung mulai hari ini, Selasa (5/8/2025). 

Baca juga: Satreskrim Polres Bengkalis Tetapkan Dua Tersangka Karhutla di Rupat

Kepala BPBD Riau, Edy Afrizal mengatakan, keputusan ini juga didasarkan pada laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau yang mencatat bahwa kebakaran masih terjadi di wilayah seperti Rokan Hilir, Kampar, Pelalawan, Meranti, dan Siak. 

Meski beberapa wilayah sempat diguyur hujan, namun intensitasnya belum cukup signifikan untuk memadamkan seluruh titik api, terutama di lahan gambut yang mudah terbakar dan sulit dipadamkan secara tuntas.

Perpanjangan status tanggap darurat ini memungkinkan seluruh instansi terkait untuk tetap mengerahkan sumber daya secara maksimal, baik melalui jalur darat maupun udara. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved