Senin, 20 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Semarak HUT ke 80 RI di Riau

Gajah Sumatera Meriahkan Upacara HUT ke-80 RI di BBKSDA Riau

Salah satu mahot tampak membacakan teks Undang-Undang Dasar 1945 di atas punggung gajah, menghadirkan pemandangan unik

Penulis: Syaiful Misgio | Editor: Sesri
Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono
Dua gajah sumatera jinak, Vera (40) dan Jopi (38), tampil di Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di halaman Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Minggu (17/8/2025), 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU – Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di halaman Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Minggu (17/8/2025), berlangsung dengan cara yang tak biasa dan penuh nuansa konservasi. 

Dua gajah sumatera jinak, Vera (40) dan Jopi (38), tampil anggun mendampingi jalannya prosesi sakral, mencuri perhatian seluruh peserta dan tamu undangan.

Kedua gajah berdiri tenang dengan hiasan kain songket berwarna emas dan merah, sambil ditunggangi para mahot yang mengenakan pakaian adat Melayu Riau. 

Salah satu mahot tampak membacakan teks Undang-Undang Dasar 1945 di atas punggung gajah, menghadirkan pemandangan unik dan penuh khidmat.

Momen lain yang tak kalah mengesankan terekam ketika Vera, dengan belalai terlatihnya, mengalungkan rangkaian bunga kepada salah seorang petugas upacara. 

Suasana haru bercampur kagum pun seketika terasa, disambut tepuk tangan meriah para peserta dan undangan yang memenuhi lapangan.

“Ini adalah cara kami mengingatkan masyarakat bahwa gajah sumatera adalah satwa dilindungi, keberadaannya harus dijaga, bukan dibiarkan punah,” kata Kepala BBKSDA Riau, Supartono.

Baca juga: Momen Jenderal Bintang Dua TNI AD Ikut Main Tarik Tambang di TNTN Riau, Meriahkan HUT ke-80 RI

Baca juga: Upacara HUT ke-80 RI di Tengah Hamparan Sawit Kawasan TNTN, Berlangsung Sederhana Namun Khidmat

Menurutnya, menghadirkan gajah dalam upacara kenegaraan bukan sekadar hiburan, melainkan juga sarana edukasi publik. 

“Dengan begini, semangat kemerdekaan tidak hanya soal manusia, tapi juga kebebasan dan kelestarian bagi satwa liar,” tambahnya.

Vera dan Jopi sendiri bukan kali pertama tampil dalam upacara kemerdekaan. Tahun lalu, keduanya juga memikat perhatian publik dengan penampilan serupa. 

Sebagai gajah terlatih yang kerap dilibatkan dalam kegiatan edukasi, kehadiran mereka menjadi bukti bahwa konservasi bisa dikemas dengan cara yang dekat dan menyentuh hati masyarakat.

Antusiasme peserta tampak jelas. Banyak yang mengabadikan momen langka itu dengan ponsel, bahkan berebut kesempatan berfoto bersama dari jarak aman.

Kehadiran Vera dan Jopi, pada peringatan HUT Kemerdekaan RI kali ini seolah menjadi simbol harmoni antara manusia dan alam, sekaligus pengingat bahwa satwa langka adalah bagian dari warisan bangsa yang harus dijaga.

Tak hanya menghadirkan gajah, BBKSDA Riau juga membagikan bibit tanaman kepada para pengendara yang melintas di depan kantor sebagai simbol kepedulian lingkungan.

“Aksi bagi-bagi bibit pohon ini merupakan pesan bahwa kemerdekaan Indonesia tak lepas dari tanggung jawab melestarikan alam dan satwa,” ungkap Supartono.

(Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved