Senin, 4 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Karhutla di Riau

Karhutla Kembali Terjadi di Kampar dan Dumai, Tim Gabungan Lakukan Pemadaman

Kondisi cuaca yang masih kering membuat api karhulta cepat merambat, terutama di Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.

Tayang:
Penulis: Syaiful Misgio | Editor: Theo Rizky
Foto/Pusdalops-PB BPBD Kampar
KARHUTLA - Lokasinya sekitar objek wisata Sungai Hijau. Berada bawah transmisi listrik Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET). Karhutla kembali muncul di dua titik wilayah Provinsi Riau, yakni Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar dan Kelurahan Bukit Batrem, Kota Dumai. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali muncul di dua titik wilayah Provinsi Riau, yakni Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar dan Kelurahan Bukit Batrem, Kota Dumai.

Hingga saat ini proses pemadaman masih berlangsung.

Tim gabungan dari Manggala Agni, BPBD, TNI, Polri, serta masyarakat peduli api masih berjibaku melakukan pemadaman.

Koordinator Manggala Agni Daerah Operasi (Daops) Riau, Edwin Putra, mengatakan bahwa kedua lokasi tersebut merupakan kawasan rawan karena berada di lahan gambut.

"Saat ini tim masih berjibaku di lapangan. Pemadaman dilakukan secara darat dengan peralatan manual, pompa air, serta dukungan dari udara menggunakan water bombing,” jelas Edwin, Minggu (24/5/2025).

Baca juga: Lokasi Baru Karhutla di Kampar Terus Bertambah, Ada yang Dekat Perumahan

Baca juga: Karhutla Salo Kampar di Bawah Jaringan Listrik SUTET, Ini Kata PLN

Menurutnya, kondisi cuaca yang masih kering membuat api cepat merambat, terutama di Rimbo Panjang yang sejak lama dikenal sebagai salah satu kawasan rawan Karhutla di Kampar.

Sementara di Dumai, titik kebakaran di Bukit Batrem cukup dekat dengan permukiman warga, sehingga pemadaman diprioritaskan agar api tidak meluas ke area pemukiman.

“Tim di lapangan bekerja maksimal, baik dengan membuat sekat bakar, mengguyur titik api, maupun melakukan pendinginan. Saat ini, api memang sudah mulai terkendali, tapi belum bisa dipastikan padam sepenuhnya,” tambah Edwin.

Ia menegaskan, meskipun beberapa hari terakhir hujan sempat turun di sejumlah daerah, potensi kebakaran tetap tinggi. Karena itu, masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar. 

“Kami minta dukungan penuh masyarakat. Jangan lagi ada aktivitas pembakaran. Sedikit saja api muncul di gambut, butuh tenaga besar untuk memadamkannya,” tegasnya.

(Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono)
 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved