Berita Viral

Mengulik Opini Viral dari Wamen Stella: Uang Bikin Bahagia Bila Dibelanjakan untuk Orang Lain

Pendapat Wamen tersebut menuai pro dan kontra warganet lantaran sebagian merasa tertekan ketika membayar pajak,

KOMPAS.com/MELVINA TIONARDUS
Wamendiktisaintek Stella Christie diwawancarai usai acara pembekalan penerima Beasiswa Indonesia Maju angkatan 4 dan Beasiswa Garuda 2025, di Gedung Kemdiktisaintek, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (16/6/2025). Kini, Stella Christie juga merangkap sebagai komisaris PT Pertamina Hulu Energi. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Media sosial Instagram kembali heboh.

Kali ini, sorotan publik tertuju pada pernyataan kontroversial dari Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie.

Potongan video pidato Stella yang viral menunjukkan ia berbicara tentang uang saat menghadiri acara Kick Off Beasiswa Online Scholarship Competition (OSC) 2025 pada Kamis (21/8/2025).

Pernyataannya yang dianggap mengejutkan sontak memicu beragam reaksi, dari pro hingga kontra, dan menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan warganet.

"Uang bisa mendatangkan kebahagiaan. Tetapi, ada tetapinya. Bukan dengan membelanjkan sendiri uang itu, tetapi dengan membelanjakan uangnya untuk orang lain. Ini sungguh ada studinya," tutur Wamen Stella dalam unggahan akun @p**********ks, Selasa (26/8/2025).

Pendapat Wamen tersebut menuai pro dan kontra warganet lantaran sebagian merasa tertekan ketika membayar pajak, sementara yang lain merasa bahagia ketika bersedekah.

Lantas, benarkah uang bisa memberi kebahagiaan jika dibagikan kepada orang lain?

Baca juga: Firdaus Oiwobo Dirikan Ormas Termul Demi Bela Jokowi: Bakal Dapat Jabatan Apa?

Baca juga: Pengakuan Suprianto Temannya Tewas Dianiaya Oknum Anggota TNI AL di Pekanbaru, Bocor Kepala Kami

Hubungan uang dengan kebahagiaan

Dosen Psikologi UNISA Yogyakarta, Ratna Yunita Setiani Subardjo setuju bahwa uang bisa membuat bahagia apabila dibelanjakan untuk orang lain.

Ia mengatakan bahwa klaim ini didukung oleh beberapa teori psikologi, meliputi teori altruisme, teori psikologi positif, dan psikologi uang.

Adapun Teori altruisme menekankan bahwa manusia memiliki kecenderungan alami untuk menolong orang lain tanpa mengharapkan imbalan, didorong oleh empati dan kepedulian terhadap kesejahteraan sesama.

Teori psikologi positif berfokus pada pengembangan kekuatan individu, emosi positif, dan makna hidup sebagai jalan menuju kebahagiaan serta kualitas hidup yang lebih baik.

Sementara itu, psikologi uang mempelajari bagaimana persepsi, emosi, dan perilaku seseorang terhadap uang memengaruhi keputusan finansial maupun aspek psikologis dalam kehidupannya.

Menurut dia, psikologi positif berfokus pada aspek-aspek positif dalam kehidupan manusia, seperti kebahagiaan dan kepuasan hidup.

"Dalam psikologi positif, kebahagiaan tidak hanya dipengaruhi oleh faktor internal seperti kepribadian, tetapi juga oleh faktor eksternal seperti hubungan sosial dan pengalaman hidup," terang Ratna kepada Kompas.com, Rabu (27/8/2025).

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved