Netizen Serukan Bubarkan DPR

Purn Polri Ini Sakit Hati Dengar Ucapan Ahmad Sahroni: Kalau Masyarakat Disebut Tolol, Saya Termasuk

pernyataan Ahmad Sahroni DPR RI ini juga dikritik mantan petinggi Polri, Komjen Pol (Purn) Oegroseno.

|
Editor: Muhammad Ridho
TribunMedan.com
AHMAD SAHRONI VIRAL - Kolase foto Ahmad Sahroni yang mendapat balasan menohok dari Komjen Pol Purn Oegroseno soal ucapannya 'Orang Tolol Sedunia' ke aksi pengunjuk rasa, Rabu (27/8/2025). 

Dalam kunjungan kerja di Polda Sumatera Utara, Jumat (22/8/2025), ia menyampaikan pernyataan yang langsung viral:

“Orang yang cuma mental bilang bubarin DPR, itu adalah orang tolol sedunia,” tegas Ahmad Sahroni.

Ia menilai bahwa seruan pembubaran DPR tidak realistis dan berpotensi merusak sistem ketatanegaraan.

“Apakah dengan membubarkan DPR meyakinkan masyarakat bisa menjalani proses pemerintahan sekarang ini? Belum tentu,” ujarnya.

Meski mengaku tidak anti kritik, Sahroni menekankan pentingnya menyampaikan pendapat dengan adab dan tata cara yang pantas.

“Kami terima, tetapi ada adab, adat istiadat yang mesti disampaikan. Maka, jangan menyampaikan hal-hal seenaknya,” katanya.

Klarifikasi Sahroni: “Bukan untuk Semua Masyarakat”

Setelah menuai kecaman, Ahmad Sahroni memberikan klarifikasi.

Ia menyatakan bahwa istilah “orang tolol sedunia” tidak ditujukan kepada seluruh masyarakat Indonesia, melainkan kepada pihak yang menilai DPR bisa dibubarkan hanya karena isu gaji dan tunjangan.

“Bahasa tolol itu bukan pada obyek masyarakat secara umum. Tapi pada logika berpikir yang tidak masuk akal,” ujar Sahroni.

Ia juga menyinggung sejarah politik Indonesia, seperti upaya Gus Dur yang gagal membubarkan DPR dan dekrit Presiden Soekarno yang berhasil melakukannya karena konflik dengan parlemen.

Menurut Ahmad Sahroni, pembubaran DPR justru berpotensi melemahkan sistem demokrasi dan membuka ruang kekuasaan tanpa kontrol.

Sahroni Diam-Diam Hadiri Aksi “Bubarkan DPR”

Menariknya, Sahroni mengaku sempat menyimak langsung aksi demonstrasi bertajuk “Bubarkan DPR” yang digelar di depan Gerbang Pancasila, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin (25/8/2025).

Ia tidak menampakkan diri, namun menyampaikan apresiasi terhadap cara penyampaian aspirasi yang damai dan terbuka.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved