Netizen Serukan Bubarkan DPR
Gajinya Setara DPR, Prestasi Pun Mentereng, Pantesan Salsa Erwina Berani Tantang Ahmad Sahroni
Pantas saja Salsa Erwina berani menantang Ahmad Sahroni anggota DPR untuk debat profesional secara terbuka di publik
TRIBUNPEKANBARU.COM - Baru-baru ini nama Salsa Erwina saat ini tengah menjadi sorotan publik setelah berani menantang Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, untuk debat terbuka soal tunjangan anggota DPR.
Tantangan itu muncul sebagai respons terhadap pernyataan Sahroni yang menyebut orang-orang yang ingin membubarkan DPR sebagai "orang tolol sedunia".
Lantas, seperti apa profil lengkap Salsa Erwina?
Ternyata Salsa Erwina Hutagalung bukan sekadar influencer biasa.
Pendidikan dan jabatannya mentereng, bahkan gajinya setara anggota DPR.
Pantas saja Salsa Erwina berani menantang Ahmad Sahroni anggota DPR untuk debat profesional secara terbuka di publik dengan jabatannya yang penting itu.
Rupanya Salsa Erwina menduduki jabatan penting di sebuah perusahaan Vestas di Denmark.
Vestas adalah perusahaan yang merancang, memproduksi, memasang, dan melayani turbin angin darat dan lepas pantai.
Ia mulai bekerja dari Maret 2022 hingga sekarang.
Jabatannya sebagai tim strategi dan manajemen portofolio Vestas.
Menariknya gaji Salsa Erwina tak kalah fantastis dari anggota DPR, Ahmad Sahroni.
Sosok Salsa Erwina Hutagalung ikenal lewat kanal podcast Jadi Dewasa 101 (JDW 101) yang membahas tips tumbuh dewasa, mulai dari pengenalan diri, ekspektasi hidup, hingga manajemen keuangan.
Selain aktif sebagai konten kreator, Salsa juga punya segudang prestasi akademik.
Dia pernah menjuarai lomba debat internasional di Nanyang Technological University pada 2014.
Salsa juga tercatat sebagai mahasiswa berprestasi di Universitas Gadjah Mada (UGM) sebelum melanjutkan studi ke luar negeri.
Ucapan Salsa Erwina Bikin Ahmad Sahroni Mati Kutu
Salsa Erwina mahasiswi berprestasi di Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali membuat geger soal pernyataannya.
Rupanya soal tantangan debatnya terhadap Ahmad Sahroni berbuntut panjang.
Salsa menginformasikan bahwa dirinya telah dihubungi oleh pihak Kompas.com untuk menyampaikan aspirasi-aspirasinya.
"Setelah aku tantang Ahmad Sahroni, ada beberapa update, pertama aku udah dihubungi oleh Kompas.com tadi pagi untuk menyuarakan aspirasi-aspirasi dan argumen” ucap Salsa Erwina melalui Instagram pribadinya dikutip TribunBengkulu.com, Kamis (28/8/2025).
Dirinya menyampaikan kekecewaan yang mendalam terhadap DPR yang bergerak sangat lamban dalam menanggapi aspirasi masyarakat.
"Jadi media lebih cepat dibandingin DPR yang 580 orang, jadi komunikasi dan tunjangan aspirasi kalian itu untuk apa mana pertanggungjawabannya, kalau aspirasi masyarakat demo aja nggak ditemuin, dihajar sama polisi dan brimob," sambungnya.
Untuk itu, Salsa meminta agar diadakan debat secara profesional dengan Ahmad Sahroni.
"Aku maunya debat profesional ya aku nggak mau debat-debat asal ngomong, karena kalau cuma menggonggong anjing juga bisa," ucap Salsa.
Dalam kesempatan yang sama, Salsa menginformasikan bahwa keluarganya bakal mendapat intimidasi dari pihak Ahmad Sahroni.
"Aku dapat laporan dari wartawan bahwa tim Ahmad Sahroni udah bergerak untuk ke Pamulang dan itu asal daerah aku di Tangerang Selatan.
"Jadi keluarga aku masih pada di Pamulang, untuk Ahmad Sahroni sampai kamu berani intimidasi keluarga aku atau asa intimidasi dari teman-teman di pemerintahan Indonesia, aku habisin kalian," kata Salsa dengan sangat tegas.
Secara gamblang, Salsa menyebut bahwa dirinya bukanlah orang bodoh dan miskin, jadi dirinya tidak takut sama sekali dengan Ahmad Sahroni.
"Ingat ya aku bukan orang bodoh dan aku bukan orang miskin sampai kalian berani - beraninya mengganggu keluarga aku di Indonesia akan aku cari support Internasional, aku gulingkan kalian, hati-hati kalian ya," timpal pemenang juara lomba debat internasional di Nanyang Technological University pada 2014 itu.
Terakhir, Salsa menegaskan bahwa dirinya adalah lulusan Hubungan Internasional, jadi bukan hal yang sulit bagi dirinya untuk mendapat dukungan.
"Aku adalah lulusan hubungan internasional dan aku asalah bisnis development yang sangat handal di dunia, jadi sekedar untuk ngedapetin suppott dari dunia internasional nggak susah buat aku," pungkasnya sangat berani.
Sementara itu Ahmad Sahroni merespons santai tantangan itu. Melalui akun Instagram resminya @ahmadsahroni88, dia mengaku tidak akan meladeni ajakan debat.
“Ane gak akan ladenin org yg ajak debat ane. Ane mau bertapa dulu biar pinter, karena ane masih bloon. Ane ini masih bego,” tulisnya.
Penjelasan Ahmad Sahroni soal ucapannya
Setelah menuai kontroversi, Ahmad Sahroni memberikan klarifikasi.
Dia menegaskan pernyataannya soal “orang tolol sedunia” bukan ditujukan kepada masyarakat secara umum, melainkan pada pola pikir pihak-pihak yang menilai DPR bisa dibubarkan begitu saja hanya karena isu gaji dan tunjangan.
“Kan gue tidak menyampaikan bahwa masyarakat yang mengatakan bubarkan DPR itu tolol, kan enggak ada,” kata Sahroni, dikutip Kompas.com, Selasa (26/8/2025).
“Bahasa tolol itu bukan pada obyek masyarakat, tapi pada logika berpikir yang menganggap DPR bisa bubar hanya karena gaji dan tunjangan,” ujarnya.
Dia juga mengingatkan bahwa pembubaran DPR justru bisa melemahkan sistem demokrasi Indonesia.
Menurut Sahroni, DPR tetap dibutuhkan untuk menjalankan fungsi pengawasan terhadap pemerintah.
“Emang setelah bubar DPR, siapa yang mau jalankan pengawasan? Kalau presiden pegang kekuasaan penuh tanpa DPR, justru bahaya,” kata dia.
Eks Wakapolri Naik Pitam
Aksi demonstrasi "Bubarkan DPR" berlangsung di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, pada Senin (25/8/2025), dan di Kota Medan, pada Selasa (26/8/2025) menjadi sorotan publik.
Ribuan massa dari berbagai elemen masyarakat berkumpul menyuarakan beragam tuntutan mulai dari isu RUU Perampasan Aset hingga protes atas kenaikan tunjangan DPR.
Menariknya di tengah gelombang protes, muncul pula kontroversi terkait pernyataan Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni.
Ia sempat melontarkan kalimat 'orang tolol sedunia' kepada massa yang menuntut pembubaran DPR.
Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk Komjen Pol Purn Oegroseno, mantan Wakapolri.
"Sebagai Purnawirawan Polri, saya merasa sakit hati dengan ucapan itu. Saya ini juga bagian dari masyarakat Indonesia,"ujarnya.
"Jadi, kalau masyarakat disebut tolol, saya juga termasuk di dalamnya," kata Oegroseno melalui akun Instagram resminya, dikutip pada Rabu (27/8/2025).
Sosok Oegroseno dikenal sebagai pemimpin yang humanis dan berdedikasi tinggi, ia pernah menjabat sebagai Wakapolri dan memiliki rekam jejak cemerlang di kepolisian.
Setelah pensiun, Oegroseno tetap aktif memberikan masukan dalam isu kepolisian dan politik. Ia juga menjadi Dewan Penasihat Tim Pemenangan Nasional Anies-Imin pada Pilpres 2024.
( Tribunpekanbaru.com / Tribunbogor )
Tak Setuju DPR Dibubarkan, Mahfud MD: Lebih Baik Punya yang Buruk dan Partai Jelek daripada Tidak |
![]() |
---|
Ijazah Jokowi Tak Pernah Dimunculkan, Pengamat: Memperkuat Dugaan Teori Konspirasi Politik |
![]() |
---|
Tabungan Nasabah Kaya dengan Simpanan Jumbo Melonjak, LPS Sebut Mereka Wait and See |
![]() |
---|
Berulang Kali Tes tapi Gagal, Pemuda Ini Nekat Pakai Seragam TNI: Pangkatnya Kapten |
![]() |
---|
Kritis Akibat Dilempar Helm oleh Polisi, Violent Agara Ternyata Bukan Siswa Bermasalah |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.