Berita Viral
Inilah Deretan Artis Anggota DPR RI yang Disorot Publik, Kualitas Mereka Dipertanyakan
Berikut ini deretan artis yang disorot publik. Kini kualitas mereka malah dipertanyakan. pasha malah disuruh kembali ngeband
TRIBUNPEKANBARU.COM - Sejumlah artis yang duduk sebagai angggota DPR RI kini menjdapat sorotan dari publik.
Dari kritikan yang muncul ujung-ujungnya mempertanyakan kualitas para artis yang memilih duduk sebagai wakil rakyat di Senayan.
Publik kini memang tengah gencar menyoroti kinerja para anggota DPR RI. Terbaru adalah blunder yang dilakukan oleh Ahmad Sahroni.
Pernyataan tololnya telah memancing amarah publik hingga sosoknya kini jadi bulan-bulanan di media sosial.
Baca juga: Mahasiswa Dianiaya, Made Ditemukan Tertelungkup Hanya Kenakan Pakaian Dalam di Pantai Nipah
Bahkan Ahmad Sahroni diajak debat publik terkait dnegan kemapuannya sebagai anggota dewan.
Namun, belakangan ajakan debat yang diajukan oleh wanita yang bernama Salsa ditolak oleh Ahmad Sahroni.
Nah, selain Ahmad Sahroni, ternyata sejumlah artis juga dalam sorotan publik.
Pasha Ungu yang Dibuly Netizen
Anggota DPR RI sekaligus vokalis band Ungu, Pasha Ungu, menanggapi kabar soal kenaikan tunjangan anggota dewan yang ramai diperbincangkan publik belakangan ini.
Dalam perbincangannya di kanal YouTube Denny Sumargo, Pasha menegaskan bahwa dirinya belum pernah mendengar ada kenaikan tunjangan pada tahun 2025.
“Nah ini yang justru saya ingin penjelasan yang lebih detail, yang akurat. Kalau dikatakan kenaikan tunjangan itu dari sisi yang mana? Saya merasa sebagai anggota DPR belum ada lho tahun ini,” ujar Pasha, dikutip Kamis (28/8/2025).
Pasha mengakui memang ada tunjangan untuk anggota DPR, tetapi menilai pemberitaan soal tambahan tunjangan sebesar Rp3 juta per hari belum jelas sumber datanya.
“Bahwa ada tunjangan iya. (Kalau bertambahnya tunjangan) belum ada, nah itu dia (tambahan tunjangan Rp3 juta per hari) itu dari mana,” lanjut Pasha.
Isu kenaikan tunjangan DPR mencuat setelah beredar kabar adanya tambahan fasilitas yang dianggap memberatkan anggaran negara, termasuk klaim soal tunjangan rumah dan biaya harian anggota DPR yang disebut mencapai Rp3 juta.
Namun, komentar Pasha Ungu ini malah menjadikan netizen membully dirinya. ia dinilai tak berkualitas karena tak memahami apa itu tunjangan anggota dewan.
Bahkan ini menjadi persoalan ketika netizen makin dalam pertanyakan kualitas dirinya sebagai anggota dewan.
Pasha pun diminta untuk kembali bernyanyi saja dari pada menjadi anggota DPR RI.
Berikut sejumlah komentar netizen di akun Instagram Pasha Ungu
Mulai sekarang jangan pilih artis jadi anggota DPR paham
Tapi aku lebih suka Pasha waktu jadi penyanyi
]
Mantapp Bapak Dewan
DPR TIDAK PERLU DI BUBARKAN..!!!! CUKUP KASIH MEREKA GAJI SETARA UMR DAN TANPA TUNJANGAN APAPUN..!!! AUTO BUBAR SENDIRI
Kalo kerja nya bener ... Rakyat gak menjerit... Saya suka bang Pasha pas lagi ngeband
DPR bekerja kok.. Bekerja membebani negara
Mending KONSER BG.BIKIN LAGU KRITIK DPR.
UU PERAMPASAN ASET SAHKAN LAH, SUARAKAN ITU
MAAF BG SIGIT??UDAH BUBAR AJALAH GA GUNA DPR.
Mending nyanyi aja mas gausah masuk ke pemerintahan
Alah sudah lah udah muak
Gini aja bapak dari dulu masyarakat minta UUD perampasan aset korupsi sampai detik ini tidak ada kejelasan @pashaungu_vm
Lengkapnya di sini
Nafa Urbach yang Disorot
Artis sekaligus anggota DPR RI dari Fraksi NasDem, Nafa Urbach, menjadi sorotan publik setelah pernyataannya soal tunjangan rumah Rp 50 juta menuai kritik warganet.
Polemik Nafa Urbach
Namun, Nafa kini mengambil langkah mengejutkan dengan menyatakan komitmennya untuk menyerahkan seluruh gaji dan tunjangan sebagai anggota DPR periode 2024–2029 kepada guru serta masyarakat di daerah pemilihannya (dapil).
Nafa, yang terpilih dari Dapil 6 Jawa Tengah meliputi Magelang, Wonosobo, Temanggung, dan Purworejo, menegaskan bahwa keputusannya ini merupakan langkah pribadi sebagai bentuk kepedulian kepada rakyat.
Baca juga: Open Rekrutmen PT KAI 2025, Inilah Lokasi Seleksi di Seluruh Indonesia untuk Tamatan SMA sampai S1
Kompas.com merangkum poin utama dari komitmen Nafa Urbach:
1. Janji serahkan gaji hingga 2029
Nafa menegaskan, dirinya akan mengembalikan seluruh gaji dan tunjangan yang diterima sebagai anggota DPR RI hingga 2029.
Menurut dia, langkah itu lebih realistis ketimbang menunggu keputusan kolektif DPR terkait penurunan gaji anggota dewan.
“Saya paham banyak masyarakat yang berharap gaji dan tunjangan DPR diturunkan. Tapi karena itu keputusan bersama di DPR, saya memilih cara yang bisa langsung saya lakukan sendiri terlebih dahulu,” tulis Nafa.
Ia mengaku sudah memahami keresahan masyarakat mengenai gaji tinggi anggota dewan, terlebih di tengah kondisi ekonomi yang sulit.
Karena itu, ia berinisiatif menyalurkan secara langsung ke masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Ini langkah kecil yang bisa saya lakukan, semoga bisa memberi manfaat nyata bagi rakyat,” lanjut Nafa.
2. Guru jadi prioritas utama
Dalam keterangannya, Nafa menyebut alokasi utama dari gaji dan tunjangannya akan diberikan kepada para guru, khususnya guru honorer yang selama ini berjuang mendidik generasi bangsa.
“Sebagai bentuk komitmen saya kepada rakyat, saya memilih untuk mengalokasikan gaji dan tunjangan saya kepada masyarakat di dapil saya, khususnya para guru,” tulis Nafa.
Meski demikian, ia tidak menutup kemungkinan untuk membantu kelompok masyarakat lain yang juga membutuhkan dukungan.
“Prioritas utama saya adalah untuk para guru, namun saya membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan masukan apakah ada kelompok lain yang juga perlu kita bantu bersama,” lanjut Nafa.
Selain uang, bantuan juga akan diberikan dalam bentuk pelatihan dan peningkatan kapasitas guru agar mereka lebih sejahtera dan percaya diri.
3. Bantah sekedar pencitraan
Langkah Nafa sempat dicurigai sebagian warganet sebagai pencitraan semata.
Namun, ia menolak anggapan tersebut dan menegaskan komitmennya akan dibuktikan lewat tindakan nyata.
“Saya paham tidak semua orang bisa percaya, atau banyak yang akan bilang ini pencitraan. Saya akan buktikan lewat tindakan nyata dan transparansi,” tegas Nafa.
Ia menambahkan, proses penyaluran gaji dan tunjangan kepada masyarakat akan dilakukan secara terbuka agar publik bisa ikut mengawasi.
“Beri saya waktu untuk mendata para guru di dapil. Sabar ya, saya dan tim butuh waktu supaya yang menerima benar-benar orang yang membutuhkan,” tulisnya.
Menurut Nafa, langkah ini adalah bentuk nyata bahwa kepentingan rakyat harus selalu ditempatkan di atas segalanya.
4. Sempat dikritik
Nafa Urbach sebelumnya menuai kritik deras setelah mendukung tunjangan rumah anggota DPR sebesar Rp 50 juta per bulan.
Pernyataannya itu dianggap tak peka terhadap kondisi ekonomi rakyat.
“Jadi rumah jabatan itu sekarang sudah dikembalikan ke pemerintah. Jadi sekarang itu mendapat kompensasi untuk kontrak,” ujar Nafa dalam siaran langsung di media sosial.
Ia menjelaskan bahwa banyak anggota DPR dari luar daerah yang membutuhkan tempat tinggal dekat Senayan agar lebih mudah menjalankan tugas.
Namun, klarifikasi itu tetap memicu gelombang protes hingga membuat Nafa sempat mematikan kolom komentar di media sosialnya.
Kini, setelah menerima banyak masukan publik, Nafa mengaku memilih untuk mendengarkan dan mengambil langkah konkret dengan menyerahkan gaji serta tunjangan untuk masyarakat.
5. Tetap jalankan tugas legislasi di Senayan
Meski gaji dan tunjangan akan diserahkan ke masyarakat dapil, Nafa menegaskan bahwa tugasnya di DPR tidak hanya untuk dapil 6 Jawa Tengah, tetapi juga untuk seluruh rakyat Indonesia.
“DPR RI itu ada 580 anggota yang mewakili 38 provinsi. Saya dipilih lewat Dapil 6 Jawa Tengah, jadi wajar kalau manfaat langsung seperti gaji & tunjangan saya prioritaskan untuk warga dapil. Tapi di Senayan, tugas saya tetap untuk seluruh rakyat Indonesia,” tulis Nafa.
Sebagai anggota Komisi IX DPR RI, Nafa menyebut dirinya ikut mengawasi sektor kesehatan, ketenagakerjaan, hingga perlindungan pekerja migran.
Ia mencontohkan keterlibatannya dalam pengawasan layanan BPJS Kesehatan agar lebih mudah diakses masyarakat.
“Misalnya di BPJS Kesehatan, saya ikut mengawasi supaya rakyat bisa dapat layanan yang lebih mudah, transparan, dan adil,” tutur Nafa.
Uya Kuya yang Dosorot Berjoget
Nama Surya Utama atau yang lebih dikenal dengan Uya Kuya kembali ramai diperbincangkan publik.
Presenter sekaligus politisi ini menjadi sorotan usai aksinya berjoget dalam sidang tahunan MPR RI menuai kritik.
Banyak pihak menilai tingkahnya tersebut tidak pantas dilakukan seorang anggota dewan karena dianggap tidak memiliki empati.
Setelah kritik meluas, beredar pula sebuah video yang disebut-sebut sebagai klarifikasi dari Uya. Namun, ia buru-buru membantah.
"Guys, ini rambut gue sudah tiga bulan ini cepak seperti ini. Jadi kalau tiba-tiba ada video beredar seolah-olah video klarifikasi gue, seolah-olah video baru, ini hoaks, guys," ujar Uya dikutip dari Kompas.com, Rabu (27/8/2025).
Ia menegaskan tidak pernah membuat klarifikasi apapun terkait joget yang dilakukannya. Menurutnya, video yang tersebar itu merupakan rekaman lama yang dipelintir seolah-olah baru.
"Video lama itu jelas hoaks, karena waktu itu rambut gue masih keriting. Kalau sekarang sudah cepak," katanya lagi.
Perjalanan Karier Uya Kuya
Uya Kuya lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 4 April 1975. Ia dikenal sebagai entertainer multitalenta: presenter, penyiar radio, aktor, komedian, penyanyi, rapper, pesulap, hingga produser musik.
Kariernya dimulai dari dunia musik bersama grup vokal Tofu, lalu berlanjut dengan karier solo termasuk merilis album soundtrack film Cinta 24 Karat (2003). Ia juga dikenal luas sebagai presenter televisi, pemain sinetron, hingga produser.
Di luar panggung hiburan, Uya menekuni dunia bisnis. Beberapa usahanya antara lain showroom mobil, beternak ikan Louhan, penangkaran kucing ras, restoran Jepang, hingga pisang goreng Pontianak.
Pada tahun 2024, Uya resmi terjun ke dunia politik. Ia terpilih sebagai anggota DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN) untuk daerah pemilihan DKI Jakarta II.
Dalam kehidupan pribadi, Uya menikah dengan Astrid Khairunnisha sejak 2003. Pasangan ini dikaruniai dua anak, Cinta dan Sydney.
Suara Tertinggi di Pileg 2024
Dalam Pemilu Legislatif 2024, Uya Kuya berhasil meraih suara terbanyak di dapil DKI Jakarta II (Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, serta WNI di luar negeri). Ia mengantongi 41.385 suara dengan progres data masuk 34,20 persen.
Raihan itu bahkan melampaui rekan separtainya, Eko Patrio, yang menduduki peringkat kedua di dapil DKI Jakarta I (Jakarta Timur).
Deretan Kontroversi
Selain kiprahnya di dunia hiburan dan politik, Uya Kuya juga kerap tersandung kontroversi:
Konten kebakaran di Los Angeles
Uya sempat dikritik karena membuat konten di lokasi kebakaran rumah di Los Angeles. Pemilik rumah menilai aksinya tidak sensitif terhadap penderitaan korban.
Konflik dengan Denise Chariesta
Persahabatan Uya dengan Denise Chariesta retak setelah keduanya terlibat perseteruan endorsement. Perselisihan itu melebar hingga menyeret nama keluarga Uya.
Kritik kapabilitas politik
Sejak maju sebagai caleg, Uya sering dipertanyakan keseriusannya di dunia politik. Publik menyoroti apakah popularitasnya bisa benar-benar diandalkan dalam kinerja legislatif.
Dugaan pelanggaran kampanye
Uya pernah dilaporkan ke Bawaslu oleh Migrant CARE terkait dugaan pelanggaran kampanye saat pencalonannya sebagai anggota DPR RI.
Joget di sidang MPR 2025
Aksinya bersama sejumlah anggota DPR berjoget di ruang sidang MPR menuai kritik dari pengamat politik. Uya sempat membela diri dengan menyebut dirinya adalah artis sekaligus politisi, namun pernyataannya dianggap meremehkan lembaga legislatif.
Eko Patrio soal Soun Horeg
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio, membantah dirinya tidak peka dengan masalah yang dihadapi masyarakat.
Pernyataan ini Eko sampaikan guna menjelaskan video parodi dirinya menjadi DJ Sound Horeg, setelah aksi joget anggota DPR RI saat Sidang Tahunan MPR RI dikritik publik.
"Mengenai sound horeg saat saya sedang DJ itupun dibuat seolah-olah saya tidak sensitif terhadap permasalahan yang ada," ujar Eko saat dihubungi, Senin (25/8/2025).
Eko mengatakan, video parodi itu ia buat dalam acara pembubaran panitia peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan.
"Padahal itu dalam acara pembubaran panitia 17 Agustusan setelah kerja mereka mempersiapkan acara hampir satu bulan," tambahnya.
Sementara itu, Eko menyebut aksinya berjoget pada Sidang Tahunan MPR bukan reaksi senang karena anggota DPR mendapatkan tunjangan perumahan Rp 50 juta per bulan.
Menurut dia, saat itu sejumlah anggota dewan berjoget setelah Presiden Prabowo Subianto selesai menyampaikan pidato kenegaraan.
Kemudian, setelah acara ditutup terdapat penampilan musik dari mahasiswa Universitas Pertahanan yang membawakan lagu daerah Sajojo dan Gemu Fa Mi Re.
"Jadi mohon publik bisa melihat konteksnya secara utuh. Menurut saya ini bukan soal euforia mengenai tunjangan DPR, tapi soal menghargai penampilan seni budaya Indonesia dalam momen kenegaraan," tutur dia.
Tunjangan rumah anggota DPR
Dikteahui, DPR tengah menjadi sorotan publik setelah setiap anggota DPR menerima tunjangan rumah senilai Rp 50 juta per bulan sebagai pengganti fasilitas rumah dina.
Besarnya tunjangan perumahan itu membuat pendapatan anggota Dewan meningkat hingga sekitar Rp 100 juta.
Pemberian tunjangan itu kemudian dikritik publik karena dinilai terlalu besar, sementara tidak sedikit masyarakat menghadapi kesulitan ekonomi.
Kritik kenaikan tunjangan itu kemudian disandingkan dengan video joget para anggota dewan berikut narasi kritik bahwa mereka dinilai tidak peka terhadap kesulitan masyarakat.(*)
Sumber : Kompas.com
Mahasiswa Dianiaya, Made Ditemukan Tertelungkup Hanya Kenakan Pakaian Dalam di Pantai Nipah |
![]() |
---|
Pasca Pulih dari Koma, Penyanyi Lawas Indonesia Ini Ditemukan Kaku dalam Rumah, Sahabat ungkap Fakta |
![]() |
---|
Geger, Salsa yang Ajak Debat Ahmad Sahroni Mengaku dapat Intimidasi, Ia Khawatirkan Keluarganya |
![]() |
---|
Mengulik Opini Viral dari Wamen Stella: Uang Bikin Bahagia Bila Dibelanjakan untuk Orang Lain |
![]() |
---|
Geger, Oknum Jaksa Kasus Uang Palsu UIN Makassar Diduga Minta Uang 5 Miliar untuk Ringankan Tuntutan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.