DPRD Pekanbaru
Dua Hari Pekanbaru Diselimuti Bau Asap Tipis, Begini Komentar DPRD Pekanbaru
Data satelit dari BMKG Stasiun Pekanbaru Hingga Sabtu (14/2/2026) mencatat, ada 172 titik panas tersebar di Provinsi Riau.
Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: M Iqbal
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Data satelit dari BMKG Stasiun Pekanbaru Hingga Sabtu (14/2/2026) mencatat, ada 172 titik panas tersebar di Provinsi Riau.
Ini tersebar di beberapa kabupaten/kota, dengan teebanyak Kabupaten Bengkalis 162 titik. Meski Kota Pekanbaru masih nihil hot spot, namun masyarakat Kota Pekanbaru mencium bau asap tipis dalam dua hari terakhir.
Meski tidak terlihat kepulan asap tebal, aroma menyengat yang diduga berasal dari kebakaran lahan, cukup mengganggu aktivitas masyarakat, terutama pada pagi dan malam hari.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi memburuknya kualitas udara, mengingat wilayah Riau kerap terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat musim kemarau.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan Papan ISPU Pekanbaru. Berdasarkan pembaruan aplikasi ISPUnet KLHK pukul 12.00 WIB, kualitas udara di Pekanbaru berada pada level 21 ISPU PM2.5 dengan kategori “Baik”.
Tingkat kualitas udara yang sangat baik, tidak memberikan efek negatif terhadap manusia, hewan dan tumbuhan: Begitu keterangan dalam aplikasi tersebut.
Mereson kondisi ini, Anggota DPRD Pekanbaru Roni Amriel SH MH meminta pihak terkait, terutama DLHK Pekanbaru, melakukan pengecekan di lapangan, memastikan kondisi kualitas udara tetap dalam batas aman.
"Pastinya ini harus segera ditindaklanjuti. Pemerintah harus bergerak cepat, dan lakukan koordinasi dengan instansi terkait. Termasuk BPBD, DLHK dan Diskes. Tujuannya, agar bisa mengambil langkah antisipasi," pinta Roni Amriel kepada Tribunpekanbaru.com.
Selain itu, DPRD juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengurangi aktivitas di luar ruangan.
Termasuk juga memastikan penggunaan masker saat beraktivitas di luar rumah, sebagai langkah pencegahan gangguan pernapasan.
"Kepada orangtua juga kami imbau agar tidak membebaskan anaknya bermain di luar rumah. Apalagi di musim libur awal Ramadan. Pastikan jaga kesehatan anak-anaknya," harap Roni Amriel.
DPRD secara lembaga menegaskan, pentingnya langkah pencegahan sejak dini, agar kejadian kabut asap seperti tahun-tahun sebelumnya tidak kembali terulang.
Ya, Pemko Pekanbaru diharapkan, bisa menyampaikan hasil pemantauan kualitas udara kepada publik secara transparan
Tujuannya, agar masyarakat mendapatkan informasi yang jelas dan tidak menimbulkan kepanikan. (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).
| WFH Perdana ASN di Pekanbaru, DPRD Khawatir Jadi Momen Libur Panjang |
|
|---|
| Instruksi Wako ke Satpol PP Penertiban PKL Jalan Subrantas, Begini Saran DPRD Pekanbaru |
|
|---|
| Resah Parkir Ilegal di Pekanbaru, DPRD Minta Pembatasan Jam Operasional di Semua Tempat |
|
|---|
| Warga Ngadu ke DPRD Pekanbaru, Petugas Kabel Internet Sembarangan Pasang Jaringan di Atas Rumah |
|
|---|
| DPRD Pekanbaru Panggil Hearing Disperindag Terkait Kenaikan Harga Plastik dan Kelangkaan MinyaKita |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/pekanbaru-bau-asap.jpg)