Jumat, 8 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Ancaman Karhutla Meningkat, GAPKI dan Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan di Riau

Ancaman Karhutla kembali meningkat seiring proyeksi musim kemarau panjang dan potensi anomali iklim tahun ini.

Tayang:
Penulis: Alex | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Alex
Bersama usai Apel Siaga Pencegahan Karhutla bersama Kementerian Lingkungan Hidup yang digelar di Riau, Sabtu (25/4/2026). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali meningkat seiring proyeksi musim kemarau panjang dan potensi anomali iklim tahun ini.

Kondisi tersebut mendorong berbagai pihak, termasuk pemerintah dan pelaku usaha, untuk memperkuat kesiapsiagaan guna mencegah terjadinya kebakaran yang lebih luas, khususnya di wilayah rawan seperti Provinsi Riau.

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menegaskan komitmennya dalam upaya pencegahan karhutla dengan turut serta dalam Apel Siaga Pencegahan Karhutla bersama Kementerian Lingkungan Hidup yang digelar di Riau, Sabtu (25/4/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi risiko kebakaran yang diprediksi meningkat.

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, dalam sambutannya menekankan bahwa ancaman karhutla tahun ini tidak bisa dianggap ringan.

Ia menyebut kombinasi musim kemarau panjang, fenomena El Nino, serta penurunan curah hujan menjadi faktor utama yang meningkatkan potensi kebakaran.

"Curah hujan yang rendah dan kondisi gambut yang sangat rentan membuat potensi kekeringan meningkat signifikan. Riau menjadi salah satu wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi, terlebih dengan luas gambut yang besar serta keberadaan ribuan kilometer kanal," ujarnya.

Ia juga mengungkapkan, berdasarkan data Kementerian Kehutanan, luas kebakaran hutan dan lahan hingga saat ini telah mencapai lebih dari 52.000 hektare.

Angka tersebut menunjukkan peningkatan cukup tajam dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Menurutnya, kondisi ini harus menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan, termasuk sektor swasta, agar tidak terjadi kebakaran yang lebih luas.

Oleh karena itu, penguatan kesiapsiagaan dan langkah antisipatif dinilai menjadi kunci utama dalam menekan potensi karhutla.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia, Mukti Sardjono, menyatakan bahwa seluruh anggota GAPKI siap berperan aktif dalam upaya pencegahan karhutla, terutama melalui penguatan sistem deteksi dini dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Ia menjelaskan, perusahaan-perusahaan anggota GAPKI selama ini telah menjalankan kebijakan tanpa bakar atau zero burning policy sebagai bagian dari komitmen terhadap praktik industri yang berkelanjutan.

Selain itu, berbagai infrastruktur pencegahan juga telah dibangun di lapangan.

"GAPKI dan seluruh anggota berkomitmen memperkuat langkah pencegahan karhutla secara terintegrasi. Kami memastikan kesiapan internal melalui pembentukan tim pemadam kebakaran serta mendorong keterlibatan masyarakat melalui pembinaan Masyarakat Peduli Api di wilayah rawan," jelas Mukti.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved