Kamis, 30 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

DPRD Pekanbaru

DPRD Pekanbaru Dukung Langkah Pemko Menelusuri Dugaan Permainan MinyaKita di Tingkat Distributor

Hingga akhir April ini, keberadaan minyak goreng subsidi MinyaKita di pasaran Kota Pekanbaru, masih langka.

Tayang:
Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Muhammad Ridho
Tribun Pekanbaru/Fernando
Seseorang memperlihatkan kemasan standing pouch Minyakita. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Hingga akhir April ini, keberadaan minyak goreng subsidi MinyaKita di pasaran Kota Pekanbaru, masih langka.

Maka tidak heran, meski pun satu dua pedagang yang jual, harganya jauh di atas HET Rp 19.000 hingga Rp 20.000 per liter. Padahal HET-nya Rp 15.700 per liter.

Ini juga hasil temuan Pemko Pekanbaru, saat rapat bersama distributor minyak goreng Senin (27/4/2026) lalu. Karena langkanya, terungkap harganya Rp 19.000 hingga Rp 20.000 per liter.

Bahkan kondisi ini membuat Plh Asisten II Setdako Pekanbaru Zulhelmi Arifin terkejut. Katanya, Pemko akan serius menelusuri kelangkaan ini, dengan melibatkan kepolisian.

Langkah ini didukung penuh Komisi II DPRD Pekanbaru, yang membidangi perdagangan. Legislator justru meminta, dilakukan penyelidikan ketat di lapangan, siapa sebenarnya bermain MinyaKita ini.

"Pastinya kita dukung penuh penelusuran ini. Tapi jangan sekadar formalitas. Karena ini bagian penting untuk memastikan distribusi berjalan sesuai aturan, serta mencegah adanya oknum yang memanfaatkan situasi," tegas Anggota Komisi II DPRD Pekanbaru H Fathullah SH MH, Rabu (29/4/2026) kepada Tribunpekanbaru.com.

Lebih dari itu, Politisi senior ini meminta Pemko, untuk bertindak tegas, jika ditemukan pelanggaran. Termasuk memberikan sanksi kepada distributor, yang terbukti melakukan penyimpangan.

“Kalau distribusinya baik dan lancar, tak mungkin ada kelangkaan. Tapi nyatanya terjadi, maka ini wajib diketahui pasti penyebabnya. Kasihan masyarakat," katanya lagi.

Fathullah juga meminta kepada masyarakat, untuk melaporkan jika menemukan indikasi penjualan MinyaKita di atas HET, atau adanya praktik penimbunan.

"Langsung saja lapor ke Disperindag atau ke Kepolisian lewat nomor pengaduan 110," sarannya.

Baca juga: DPRD Pekanbaru Segera Panggil Disperindag dan Manajemen PT PMJ, Kasus Perpanjangan Kontrak Kios

Diketahui, dalam rapat Pemko Pekanbaru bersama distributor kemarin, perwakilan PT Wilmar Nabati Indonesia menjelaskan, jumlah distribusi mengalami penurunan dari 35.000 dus menjadi 20.000 dus per bulan.

Seluruh produksi Minyakita bulan ini dialokasikan melalui Perum Bulog.

Sementara itu, Wakil Pemimpin Wilayah Bulog Riau-Kepri, Ria Sartika, menyampaikan, Minyakita disalurkan ke mitra dengan harga Rp14.500 per liter dalam program stabilisasi harga.

Dengan skema tersebut, pedagang seharusnya masih dapat menjual sesuai HET dan memperoleh margin keuntungan.

“Untuk wilayah Riau, ketersediaan sebenarnya mencukupi. Namun penyalurannya dilakukan bertahap karena bersamaan dengan bantuan pangan lainnya,” jelasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved